Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026 - 16:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Masa Demo di Depan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu Rabu (04-11-2026)

Masa Demo di Depan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu Rabu (04-11-2026)

BENGKULUBAROMETER – Isu pajak pembalut perempuan ikut dibawa ratusan mahasiswa ke depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (4/11/2026). Persoalan yang berkaitan dengan pengeluaran rutin untuk kebutuhan menstruasi itu menjadi salah satu dari lima isu yang disuarakan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Bengkulu dalam demo Evaluasi dua tahuan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran.

Massa memadati kawasan depan gerbang gedung DPRD. Dari sana, mahasiswa bergantian berorasi dan meminta anggota dewan menemui mereka untuk mendengar langsung tuntutan yang dibawa.

Baca Juga :  Harga Sawit Bengkulu Tetap Rp3.465 per Kg, Pemprov Minta PKS Patuhi Ketetapan

Selain menyoroti pajak pembalut, mahasiswa meminta evaluasi terbuka atas dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam orasinya, mereka meminta agar kinerja pemerintah dinilai dari dampak kebijakan yang dirasakan masyarakat.

Mahasiswa juga mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional. Mereka menilai penanganannya perlu dipercepat karena asap kebakaran dapat mengganggu kesehatan warga dan aktivitas sehari-hari.

“Ketika berbicara karhutla, belum ada pemerintah menyelesaikan secara cepat,” ujar koordinator lapangan aksi dalam orasinya.

Baca Juga :  DPRD Bengkulu Siapkan Langkah Cepat, Aspirasi Warga Enggano Jadi Prioritas

Penegakan demokrasi dan hak asasi manusia (HAM), penolakan militerisasi di ruang sipil, serta sorotan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut masuk dalam daftar isu yang dibawa massa.

Aksi sempat memanas saat mahasiswa mendesak masuk ke gedung untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada anggota DPRD. Dorong-dorongan terjadi di sekitar gerbang ketika massa berupaya melewati barikade polisi yang menjaga pintu masuk.

Berita Terkait

Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu
MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu
KSOP Pulau Baai Diduga Tak Jalankan Kewajiban Pandu-Tunda, Kerugian Negara Ditaksir Rp10,5 Miliar
Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta
Jalan di Kaur Tempat Bumil Ditandu Saat Keguguran Akhirnya Diaspal
Masih Banyak Pekerja Belum Terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Dorong Perluasan Peserta
BPSDM Bengkulu Cari Sumber PAD Baru, Kamar hingga Aula Disewakan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:43 WIB

Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare

Rabu, 4 November 2026 - 16:35 WIB

Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu

Rabu, 4 November 2026 - 13:13 WIB

Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu

Selasa, 3 November 2026 - 22:39 WIB

MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu

Selasa, 3 November 2026 - 18:53 WIB

KSOP Pulau Baai Diduga Tak Jalankan Kewajiban Pandu-Tunda, Kerugian Negara Ditaksir Rp10,5 Miliar

Berita Terbaru

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu tidak memperpanjang kontrak enam Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Bengkulu

Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:13 WIB