DPK Bank Bengkulu Tembus Rp8,4 Triliun, OJK: Bukti Kepercayaan Masyarakat Terus Menguat

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Kepercayaan masyarakat terhadap Bank Bengkulu terus menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari meningkatnya penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil mencapai Rp8,4 triliun pada akhir Desember 2025.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu. Dalam kegiatan Media Update di Kantor OJK Bengkulu, Kamis (5/3/2026), OJK menyampaikan bahwa peningkatan DPK menjadi indikator penting tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank milik daerah tersebut.

Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Bengkulu, Hans Ori Lewi Naryo, menjelaskan bahwa peningkatan ini menunjukkan stabilitas sektor perbankan daerah tetap terjaga dengan baik.

Menurut Hans, pada Desember 2024 total DPK Bank Bengkulu tercatat sebesar Rp8,2 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp8,4 triliun pada Desember 2025.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang mempercayakan pengelolaan keuangan mereka kepada Bank Bengkulu.

“Terjadi peningkatan yang cukup stabil dari Rp10,3 triliun menjadi Rp11,1 triliun untuk aset, sementara DPK juga naik menjadi Rp8,4 triliun. Ini mencerminkan kepercayaan masyarakat dan ekspansi bisnis yang berjalan sesuai koridor,” ujar Hans.

Baca Juga :  BMKG Sebut Kabut Asap Kiriman dari Sumsel dan Lampung Selimuti Bengkulu, Warga Diimbau Pakai Masker

DPK sendiri merupakan salah satu indikator utama dalam menilai kesehatan perbankan. Dana ini berasal dari masyarakat dalam bentuk tabungan, giro, maupun deposito.

Dengan meningkatnya DPK, bank memiliki kemampuan likuiditas yang lebih kuat untuk menyalurkan kembali dana tersebut ke berbagai sektor ekonomi.

Kondisi ini menjadi kabar baik bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Sebab dana yang dihimpun dari masyarakat dapat kembali disalurkan dalam bentuk pembiayaan kepada sektor produktif.

OJK menilai kepercayaan masyarakat terhadap Bank Bengkulu tidak terlepas dari tata kelola perusahaan yang semakin baik serta peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.

Selain itu, posisi Bank Bengkulu sebagai bank pembangunan daerah juga membuat perannya sangat strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, Bank Bengkulu terus melakukan penguatan sistem manajemen risiko serta pengembangan layanan digital untuk meningkatkan kenyamanan nasabah.

Baca Juga :  PT Bio Tanggap Arahan Gubernur, Sawit di Bantaran Sungai Lemau Dieksekusi untuk Konservasi

Langkah tersebut dinilai menjadi faktor penting yang mendorong masyarakat semakin percaya menempatkan dana mereka di Bank Bengkulu.

Di sisi lain, OJK juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap industri perbankan terus dilakukan secara ketat. Tujuannya untuk memastikan setiap aktivitas perbankan berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

Hans mengatakan pengawasan tersebut penting untuk menjaga stabilitas sistem keuangan serta melindungi kepentingan nasabah.

“Secara keseluruhan perkembangan kinerja Bank Bengkulu menunjukkan progres yang sangat baik dari berbagai aspek kegiatan utamanya,” katanya.

Ke depan, OJK berharap tren pertumbuhan ini dapat terus berlanjut. Dengan dukungan masyarakat serta pengelolaan yang profesional, Bank Bengkulu diyakini mampu memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Kepercayaan masyarakat yang terus meningkat juga menjadi modal penting bagi bank daerah ini untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa mendatang.

Bank Bengkulu pun diharapkan terus memperluas layanan keuangan yang inklusif sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Bengkulu.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu
Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu
MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu
KSOP Pulau Baai Diduga Tak Jalankan Kewajiban Pandu-Tunda, Kerugian Negara Ditaksir Rp10,5 Miliar
Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta
Jalan di Kaur Tempat Bumil Ditandu Saat Keguguran Akhirnya Diaspal
Masih Banyak Pekerja Belum Terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Dorong Perluasan Peserta
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:43 WIB

Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare

Rabu, 4 November 2026 - 16:35 WIB

Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu

Rabu, 4 November 2026 - 13:13 WIB

Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu

Selasa, 3 November 2026 - 22:39 WIB

MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu

Selasa, 3 November 2026 - 17:28 WIB

Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta

Berita Terbaru

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu tidak memperpanjang kontrak enam Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Bengkulu

Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:13 WIB