Krisis Cuci Darah di RSUD M Yunus, 50 Pasien Terlantar

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 22:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Krisis layanan cuci darah di RSUD M Yunus Bengkulu menuai kritik tajam. Sebanyak 50 pasien terlantar akibat stok BMHP habis, manajemen dinilai lalai dalam antisipasi.

Krisis layanan cuci darah di RSUD M Yunus Bengkulu menuai kritik tajam. Sebanyak 50 pasien terlantar akibat stok BMHP habis, manajemen dinilai lalai dalam antisipasi.

BENGKULUBAROMETER – Pelayanan kesehatan di RSUD M. Yunus kembali menjadi sorotan tajam. Puluhan pasien gagal menjalani cuci darah (hemodialisa) pada Rabu, 15 April 2026, akibat habisnya Bahan Medis Habis Pakai (BMHP). Kondisi ini memunculkan kritik keras terhadap manajemen rumah sakit yang dinilai tidak siap menghadapi lonjakan pasien.

Sedikitnya 50 pasien terdampak, terdiri dari 25 pasien sesi pagi dan 25 pasien sesi siang. Mereka yang datang sesuai jadwal justru diminta pulang tanpa mendapatkan tindakan medis. Ironisnya, tidak ada kepastian kapan layanan akan kembali normal.

Padahal, bagi pasien gagal ginjal, cuci darah bukan sekadar layanan biasa, melainkan kebutuhan vital yang harus dilakukan secara rutin dan tepat waktu. Keterlambatan saja bisa berdampak serius terhadap kondisi kesehatan mereka.

Salah satu pasien yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. Ia menilai rumah sakit tidak memberikan kepastian dan terkesan mengabaikan keselamatan pasien.

“Kami ini bukan pasien biasa, kami butuh cuci darah rutin. Tapi malah disuruh pulang tanpa kejelasan. Kalau kondisi kami memburuk, siapa yang bertanggung jawab?” ujarnya dengan nada kecewa.

Baca Juga :  Residivis 9 Kali Kembali Beraksi, Diduga Pelaku Diringkus Hanya 5 Jam Setelah Beraksi

Informasi yang berkembang menyebutkan, lonjakan pasien rujukan dari rumah sakit lain menjadi alasan utama terganggunya layanan. Namun, alasan tersebut justru memicu kritik, karena dinilai menunjukkan lemahnya perencanaan dan manajemen logistik rumah sakit.

Sejumlah pihak mempertanyakan, mengapa rumah sakit sebesar RSUD M. Yunus tidak memiliki cadangan BMHP untuk mengantisipasi kondisi darurat seperti lonjakan pasien.

Terlebih lagi, tenaga medis internal disebut telah lebih dulu mengingatkan potensi kekosongan stok BMHP kepada manajemen. Namun, tidak ada langkah cepat yang diambil hingga akhirnya pelayanan benar-benar lumpuh.

Direktur RSUD M. Yunus, Hery Kurniawan, dalam klarifikasinya mengakui adanya lonjakan pasien dalam sepekan terakhir. Ia menyebut suplai yang selama ini disiapkan memang hanya disesuaikan dengan kebutuhan normal.

“Dalam satu minggu terakhir ada lonjakan pasien dari rumah sakit lain, sehingga dialihkan ke RSMY dan suplai harus ditingkatkan. Kita sudah pesan, tetapi belum sampai karena kendala di perjalanan,” jelasnya.

Baca Juga :  Anak Yatim Piatu Berjuang Lawan Hidrosefalus dan Tumor Otak, Butuh Bantuan untuk Berobat ke Jakarta

Ia juga menyebut posisi distribusi BMHP masih berada di pesisir Lampung dan diperkirakan tiba pada sore atau malam hari.

“Kita sudah pesan, tetapi belum sampai karena ada kendala di jalan. Pagi tadi dicek posisi GPS masih di pesisir Lampung, kemungkinan sore ini tiba atau selambat-lambatnya malam,” jelas Hery

Namun, penjelasan tersebut dinilai belum cukup menjawab persoalan utama, yakni minimnya antisipasi terhadap risiko pelayanan vital. Ketergantungan pada satu jalur distribusi tanpa cadangan stok menjadi titik lemah yang kini berdampak langsung pada pasien.

Kondisi ini pun membuka kembali pertanyaan besar tentang kesiapan RSUD M. Yunus sebagai rumah sakit rujukan utama di Bengkulu. Jika lonjakan pasien saja tidak mampu diantisipasi, bagaimana rumah sakit ini menghadapi situasi yang lebih darurat?

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi manajemen RSUD M. Yunus untuk melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya dalam pengelolaan logistik dan sistem respons cepat terhadap kondisi darurat.

Penulis : Windi junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian
Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG
490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026
Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu
Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu
MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:02 WIB

Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa

Kamis, 5 November 2026 - 16:22 WIB

Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian

Kamis, 5 November 2026 - 13:59 WIB

Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG

Kamis, 5 November 2026 - 12:03 WIB

490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026

Rabu, 4 November 2026 - 16:35 WIB

Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu

Berita Terbaru