BENGKULUBAROMETER – Jalan rusak yang pernah memaksa warga menandu Ibu Hamil (Bumil) sejauh empat kilometer saat mengalami keguguran akhirnya mulai diaspal. Pemerintah mulai menangani sekitar satu kilometer jalan di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur, Bengkulu, melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Bagi Hartoyo (60), warga Tanjung Agung, pengaspalan itu sudah cukup membuatnya bahagia dan terharu. Selama bertahun-tahun, ia dan ratusan warga lainnya menanti perbaikan jalan desa yang panjangnya sekitar lima kilometer. Kondisi jalan yang buruk selama ini membuat sepeda motor maupun mobil sulit menjangkau desa.
Hartoyo bersyukur pekerjaan akhirnya dimulai. Ia berharap pengaspalan bisa diteruskan hingga ke permukiman. Menurut perkiraannya, masih ada sekitar tiga kilometer jalan rusak menuju desa.
Sulitnya akses jalan itu pernah dialami Suwarti (31) pada 29 September 2025. Saat mengalami keguguran dan membutuhkan pertolongan, ia terpaksa ditandu oleh puluhan warga karena kendaraan sulit menjangkau desa.
Warga membawa Suwarti sejauh sekitar empat kilometer hingga tiba di jalan beraspal. Dari titik itulah perjalanan menuju rumah sakit dapat dilanjutkan.
Bupati Kaur Gusril Pausi mengatakan kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Kaur. Menurut dia, masih ada warga sakit yang harus ditandu untuk mendapatkan pertolongan. Di beberapa tempat, warga juga harus menandu jenazah dari rumah sakit karena kendaraan sulit melintasi jalan rusak.
Gusril menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Bengkulu, Erna Sari Dewi, atas dukungan terhadap perbaikan jalan tersebut.
“Jalan ini sangat diperlukan masyarakat ke pusat pendidikan, kesehatan juga ekonomi,” kata Gusril.
Gusril mengatakan pengaspalan jalan di desa itu pernah ia janjikan saat kampanye pemilihan kepala daerah. Pemerintah Kabupaten Kaur, kata dia, sudah menyiapkan rencana dan mengusulkan pembiayaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun, ia menyebut Kaur tidak mendapat alokasi DAK infrastruktur dari kementerian. Pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) pada 2025 dan 2026 juga membatasi kemampuan daerah membiayai perbaikan jalan.
Peninjauan pembangunan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kaur Gusril Fauzi dan Wakil Bupati kaur Abdul Hamid bersama Sekda Kaur Nasrur Rahman
Pemkab Kaur mengalokasikan Rp25 miliar untuk pembangunan infrastruktur dalam APBD 2026. Anggaran itu mencakup biaya perencanaan dan pengawasan serta harus dibagi untuk berbagai wilayah yang membutuhkan perbaikan. Gusril mengatakan pihaknya telah mengusulkan sejumlah ruas jalan rusak di Kaur agar ditangani melalui program IJD.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi










