Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026 - 13:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Satgas melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muara Dua, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, di Jalan Citanduy, Kamis (5/11/2026) dini hari.

Satgas melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muara Dua, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, di Jalan Citanduy, Kamis (5/11/2026) dini hari.

BENGKULUBAROMETER – Persoalan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang cepat basi hingga berjamur tak bisa dianggap sepele. Untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga, Satuan Tugas (Satgas) MBG Provinsi Bengkulu mulai memperketat pengawasan dengan menyisir langsung dapur penyedia makanan. Satgas melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muara Dua, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, di Jalan Citanduy, Kamis (5/11/2026) dini hari.

Sidak yang dipimpin Wakil Ketua Satgas MBG Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, tersebut menyasar sejumlah aspek penting dalam operasional dapur. Mulai dari kondisi ruangan, penyimpanan bahan baku, kebersihan peralatan hingga proses pengolahan makanan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pengelola SPPG. Meski peralatan dan metode memasak dinilai telah memenuhi ketentuan, penerapan beberapa standar operasional prosedur (SOP) ternyata belum berjalan maksimal.

Denni mengatakan, kepatuhan terhadap SOP menjadi hal mendasar yang tidak boleh diabaikan. Sebab, standar pengolahan makanan bukan hanya berkaitan dengan peralatan, tetapi juga menyangkut tata ruang dan kebersihan lingkungan dapur.

Baca Juga :  Resmi Dilantik, Kajati Bengkulu Saiful Bahri Siregar Siap Perkuat Penegakan Hukum

“Sebenarnya SPPG ini sudah melaksanakan ketentuan dari MBG. Tapi masih banyak memang kekurangan yang belum mereka lakukan sesuai dengan SOP yang dibuatkan,” kata Denni, saat dikonfirmasi, Kamis (5/11/2026).

Salah satu yang menjadi sorotan adalah penataan ruangan. Menurutnya, bangunan yang luas tidak menjamin seluruh area pengolahan sudah memenuhi standar apabila pembagian ruangannya tidak sesuai ketentuan.

“Kalau gedungnya luas, tapi dari ruangan ke ruangannya itu ada penyekat-sekatan yang tidak boleh digabung. Ini kurang steril,” ujarnya.

Satgas pun meminta pengelola segera menindaklanjuti hasil pemeriksaan. Rekomendasi yang diberikan harus menjadi bahan pembenahan agar seluruh aktivitas dapur sesuai dengan standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kalau dari segi alat dan cara memasak sudah masuk. Tapi ada beberapa menurut KPPG, ada SOP yang belum mereka terapkan. Nah, itulah yang menjadi temuan dan kita rekomendasikan kepada SPPG untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Baca Juga :  Mandiri Perluas Layanan Digital, Livin’ Food Hubungkan Restoran dan Pelanggan

Sementara itu, terkait persoalan makanan yang cepat basi dan berjamur, Denni menyebut penyebabnya bisa berasal dari berbagai faktor. Tidak hanya proses memasak, tetapi juga kualitas pasokan bahan baku, kesesuaian kebutuhan produksi hingga tahapan pengolahan.

Menurutnya, seluruh rantai produksi harus mendapatkan perhatian. Sebab, kelalaian pada satu tahapan saja berpotensi memengaruhi kualitas makanan yang dihasilkan.

“Itu sebenarnya banyak hal. Mulai dari bahan pasokan, kebutuhan sampai dengan pengolahan,” jelas Denni.

Ia menambahkan, pemeriksaan hingga dini hari dilakukan agar Satgas dapat melihat secara langsung proses operasional dapur. Terutama tahapan sejak bahan baku masuk sekitar pukul 18.00 WIB hingga proses memasak selesai.

“Itu makanya kita melakukan sidak ini supaya betul-betul mereka memperhatikan prosesnya, mulai bahan masuk dari jam 06.00 sore sampai dengan proses memasak. Semuanya harus benar-benar diikuti,” pungkasnya.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Redaksi

Berita Terkait

490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026
Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu
Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu
MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu
KSOP Pulau Baai Diduga Tak Jalankan Kewajiban Pandu-Tunda, Kerugian Negara Ditaksir Rp10,5 Miliar
Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta
Jalan di Kaur Tempat Bumil Ditandu Saat Keguguran Akhirnya Diaspal
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 13:59 WIB

Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG

Kamis, 5 November 2026 - 12:03 WIB

490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026

Rabu, 4 November 2026 - 17:43 WIB

Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare

Rabu, 4 November 2026 - 16:35 WIB

Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu

Selasa, 3 November 2026 - 22:39 WIB

MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu

Berita Terbaru