Kampung Nelayan Merah Putih di Kaur: Investasi Rp20 Miliar untuk Mengubah Wajah Pesisir Nasal

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 06:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBARIMETER – Pemerintah Kabupaten Kaur menunjukkan keseriusannya membangun masa depan nelayan pesisir. Rabu, 17 Desember 2025, Bupati Kaur Gusril Pausi turun langsung ke Desa Merpas, Kecamatan Nasal, meninjau progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), sebuah proyek strategis bernilai Rp20 miliar yang digadang-gadang menjadi motor baru ekonomi pesisir.

Di bawah terik matahari pantai selatan Bengkulu, bupati menyusuri area pembangunan yang kini telah mencapai progres sekitar 45 persen. Sejumlah bangunan utama mulai terlihat bentuknya. Aktivitas alat berat masih berlangsung, menandai percepatan pengerjaan agar target penyelesaian dapat dicapai tepat waktu.

Kampung Nelayan Merah Putih bukan proyek biasa. Program ini didukung penuh oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan dirancang sebagai kawasan terpadu. Tidak sekadar membangun rumah nelayan, tetapi juga menyediakan infrastruktur ekonomi, sosial, dan kelembagaan yang selama ini menjadi titik lemah masyarakat pesisir.

Baca Juga :  Polda Bengkulu Bongkar Praktik Jual Beli Batu Bara Ilegal, 3 Tersangka Terancam Denda Rp100 Miliar

“Ini adalah wujud nyata kehadiran negara di tengah nelayan,” tegas Bupati Gusril Pausi di sela peninjauan. Ia menekankan bahwa pembangunan harus berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, anggaran besar tidak akan berarti jika tidak berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Dalam konsep besarnya, Kampung Nelayan Merah Putih akan dilengkapi gedung sentra kuliner hasil laut, gudang penyimpanan ikan, pabrik es, balai nelayan, kantor koperasi, hingga bantuan alat tangkap dan 10 unit sampan bagi nelayan. Fasilitas-fasilitas ini diharapkan memutus mata rantai ketergantungan nelayan pada tengkulak.

Total terdapat 18 paket pekerjaan yang dikerjakan secara bertahap. Seluruhnya, kata bupati, telah melalui proses sosialisasi dan mendapat persetujuan masyarakat Desa Merpas. Kesepakatan ini penting untuk memastikan proyek berjalan tanpa konflik sosial dan benar-benar sesuai kebutuhan warga.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah. Pembangunan fisik, menurutnya, harus diiringi dengan penguatan sumber daya manusia, kelembagaan koperasi, dan tata kelola usaha perikanan. “Kalau bangunannya jadi, tapi pengelolaannya lemah, dampaknya tidak akan maksimal,” ujarnya.

Baca Juga :  Diterjang Badai, Kapal Nelayan Karam di Pasir Putih Bengkulu, 1 Selamat 1 Masih Dicari

Menariknya, setelah rampung, Kampung Nelayan Merah Putih direncanakan akan diresmikan langsung oleh pihak KKP RI. Peresmian ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi penanda kuatnya dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan kawasan nelayan di Kabupaten Kaur.

Bagi Kecamatan Nasal, proyek ini menjadi harapan baru. Selama bertahun-tahun, nelayan di wilayah ini bergulat dengan keterbatasan fasilitas pascapanen, minimnya akses pasar, serta fluktuasi harga ikan. Dengan hadirnya KNMP, pemerintah daerah berharap roda ekonomi pesisir dapat berputar lebih kencang.

“Dampaknya tidak hanya bagi nelayan, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Gusril. Ia optimistis sektor perikanan di Kabupaten Kaur akan semakin kuat, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu
KSOP Pulau Baai Diduga Tak Jalankan Kewajiban Pandu-Tunda, Kerugian Negara Ditaksir Rp10,5 Miliar
Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta
Jalan di Kaur Tempat Bumil Ditandu Saat Keguguran Akhirnya Diaspal
Masih Banyak Pekerja Belum Terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Dorong Perluasan Peserta
BPSDM Bengkulu Cari Sumber PAD Baru, Kamar hingga Aula Disewakan
Kasus Korupsi PLTA Musi, Jaksa Sebut Keterangan Ahli Terdakwa Sejalan dengan Dakwaan
Enam Kantor Perusahaan Di Bengkulu Digeledah Kejati, Dugaan Korupsi Pelabuhan Pulau Baai
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:39 WIB

MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu

Selasa, 3 November 2026 - 18:53 WIB

KSOP Pulau Baai Diduga Tak Jalankan Kewajiban Pandu-Tunda, Kerugian Negara Ditaksir Rp10,5 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 17:28 WIB

Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta

Selasa, 3 November 2026 - 16:29 WIB

Jalan di Kaur Tempat Bumil Ditandu Saat Keguguran Akhirnya Diaspal

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Masih Banyak Pekerja Belum Terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Dorong Perluasan Peserta

Berita Terbaru