BENGKULUBAROMETER — Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagrin) Kota Bengkulu terus mematangkan langkah penataan kawasan pasar tradisional, yakni Pasar Minggu. Salah satu fokus utamanya adalah pembenahan dan rehabilitasi dengan usulan anggaran sebesar Rp50 miliar ke pemerintah pusat melalui APBN.
Kepala Disperindag Kota Bengkulu, Rozy Ismariandi, menegaskan bahwa landasan perencanaan teknis untuk kawasan tersebut sudah lengkap dan siap untuk ditindaklanjuti.
“Kalau masterplan Pasar Minggu sudah ada,” kata Rozy, Jumat (23/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa proposal pengajuan anggaran Rp50 miliar tersebut difokuskan untuk melakukan penataan ulang secara menyeluruh terhadap kondisi fisik pasar yang sudah ada. Prosesnya mencakup perancangan ulang tata letak hingga rehabilitasi fasilitas agar lebih rapi, layak, dan nyaman bagi para pedagang maupun pembeli.
“melalui dana APBN insya Allah, dan proposalnya kita berusaha terus. Pasar Minggu itu 50 miliar. Bentuknya kita itu mendesain, merehab, menata kembali,” terangnya.
Meski demikian, Rozy tidak menampik bahwa proses peremajaan kawasan pasar akan membawa tantangan tersendiri di lapangan. Salah satu hal utama yang perlu diantisipasi sejak dini adalah penanganan dan manajemen tempat bagi para pelaku usaha selama proses pembenahan berjalan.
“Mungkin akan muncul permasalahan-permasalahan baru seperti relokasi,” tutur Rozy.
Sehingga, perencanaan matang terus dimaksimalkan agar proses peremajaan Pasar Minggu dapat berjalan lancar tanpa merugikan para pedagang.
Sebagai langkah jangka panjang untuk mendukung kelancaran aktivitas pasar serta mengurai kepadatan di titik utama, Disperindag Kota Bengkulu juga merancang skema pemerataan kawasan ekonomi dengan mengoptimalkan pasar penunjang lainnya.
“Nah ke depan, insya Allah Pasar Padang Jawa kita jadikan pasar induk, insya Allah itu ke depan jadi terpecah konsentrasi,” pungkasnya.
Penulis : Handi Peratama
Editor : Redaksi










