Gelombang 7 Jembatan Merah Putih, TNI Siapkan Pembangunan 62 Jembatan

- Jurnalis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komandan Korem 041/Garuda Emas Bengkulu, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, menyatakan TNI menyiapkan pembangunan 62 Jembatan Merah Putih pada gelombang 7 melalui program Karya Bakti Skala Besar di Bengkulu dan Lampung.

Komandan Korem 041/Garuda Emas Bengkulu, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, menyatakan TNI menyiapkan pembangunan 62 Jembatan Merah Putih pada gelombang 7 melalui program Karya Bakti Skala Besar di Bengkulu dan Lampung.

BENGKULUBAROMETER – Program pembangunan Jembatan Merah Putih yang dilaksanakan jajaran TNI terus berlanjut. Memasuki gelombang ketujuh, sebanyak 62 jembatan masuk dalam rencana pembangunan melalui program Karya Bakti Skala Besar di wilayah Bengkulu dan Lampung.

Komandan Korem 041/Garuda Emas Bengkulu, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, mengatakan program tersebut menjadi kelanjutan pembangunan yang telah dilaksanakan pada gelombang sebelumnya.

Menurut Jatmiko, pekerjaan pada gelombang 3, 4, 5 dan 6 telah menunjukkan perkembangan signifikan. Sejumlah pekerjaan bahkan telah selesai, sementara secara keseluruhan progres sebelumnya berada pada kisaran 70 hingga 80 persen.

“Untuk gelombang 3, 4, 5, 6 sudah selesai. Kemudian gelombang 7 nanti akan dilaksanakan dan sudah digabung dengan program karya bakti skala besar,” kata Jatmiko, Selasa (6/10/2026).

Pada gelombang ketujuh, pembangunan jembatan menjadi salah satu pekerjaan yang mendapat perhatian besar. TNI mencatat sekitar 62 jembatan masuk dalam rencana untuk dibangun kembali.

Pembangunan tersebut tidak hanya dilaksanakan di Provinsi Bengkulu. Program juga akan menjangkau Lampung yang berada dalam wilayah Kodam II/Sriwijaya.

Baca Juga :  Wajah Baru Pantai Pasir Putih Mulai Ditata, Pemkot Bengkulu Gas Perbaikan Usai Lebaran

“Khusus jembatan saja ada sekitar 62. Kemudian rehab rumah tidak layak huni juga sudah ada sekitar 122,” ujar Jatmiko.

Keberadaan jembatan menjadi bagian penting dalam mendukung akses masyarakat. Infrastruktur penghubung dibutuhkan terutama untuk menunjang mobilitas warga dan membuka akses antardaerah.

Namun, Karya Bakti Skala Besar tidak hanya difokuskan pada pembangunan Jembatan Merah Putih. Program tersebut juga menyasar sejumlah kebutuhan dasar masyarakat.

TNI telah menyiapkan kegiatan pembangunan sumur bor, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga perbaikan fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Korem 041/Garuda Emas juga mulai melakukan pendataan terhadap sekolah yang membutuhkan perbaikan. Pendataan mencakup sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), serta fasilitas kesehatan seperti puskesmas.

Untuk program RTLH sendiri, sekitar 122 rumah telah masuk dalam rencana rehabilitasi.

Jatmiko menjelaskan pelaksanaan program RTLH dan sejumlah kegiatan lainnya ditargetkan mulai bergerak pada akhir Oktober atau awal November 2026.

“Di akhir Oktober atau di awal November insya Allah sudah kita mulai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Prabowo Resmikan Koperasi Desa Merah Putih, Bengkulu Targetkan 1.506 Unit

Program Karya Bakti Skala Besar tersebut merupakan tindak lanjut petunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) agar kegiatan pembangunan yang bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat dilaksanakan secara masif di Provinsi Bengkulu.

Dalam pelaksanaannya, Korem 041/Garuda Emas juga mendapatkan dukungan dari sejumlah pejabat yang memiliki keterkaitan dengan Bengkulu. Jatmiko menyebut di antaranya Dankopassus, Menteri Desa, Ketua DPD RI serta sejumlah pejabat lainnya.

Rencana pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar juga telah dilaporkan kepada Pangdam II/Sriwijaya. Menurut Jatmiko, Pangdam memberikan dukungan agar kegiatan tidak hanya dilakukan di Bengkulu, tetapi diperluas ke Lampung.

“Bapak Pangdam sangat mendukung bahwa tidak hanya di Bengkulu, tapi di Lampung juga dilaksanakan,” tegas Jatmiko.

Dengan masuknya 62 jembatan pada gelombang ketujuh, program Jembatan Merah Putih kini menjadi bagian dari agenda Karya Bakti Skala Besar yang cakupannya lebih luas. Selain pembangunan infrastruktur penghubung, program diarahkan untuk menyentuh kebutuhan dasar masyarakat melalui perbaikan rumah, pendidikan, kesehatan hingga penyediaan air.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu
Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu
MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu
KSOP Pulau Baai Diduga Tak Jalankan Kewajiban Pandu-Tunda, Kerugian Negara Ditaksir Rp10,5 Miliar
Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta
Jalan di Kaur Tempat Bumil Ditandu Saat Keguguran Akhirnya Diaspal
Masih Banyak Pekerja Belum Terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Dorong Perluasan Peserta
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:43 WIB

Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare

Rabu, 4 November 2026 - 16:35 WIB

Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu

Rabu, 4 November 2026 - 13:13 WIB

Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu

Selasa, 3 November 2026 - 22:39 WIB

MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu

Selasa, 3 November 2026 - 17:28 WIB

Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta

Berita Terbaru

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu tidak memperpanjang kontrak enam Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Bengkulu

Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:13 WIB