Prabowo Resmikan Koperasi Desa Merah Putih, Bengkulu Targetkan 1.506 Unit

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Koperasi Desa Merah Putih. Bengkulu menargetkan pembentukan 1.506 koperasi untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Koperasi Desa Merah Putih. Bengkulu menargetkan pembentukan 1.506 koperasi untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa.

BENGKULUBAROMETER  – Pemerintah terus mempercepat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai langkah memperkuat ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Program nasional yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto itu resmi diluncurkan secara serentak melalui operasionalisasi 1.061 titik koperasi di berbagai daerah, Sabtu (16/5/2026).

Di Provinsi Bengkulu, peluncuran program dipusatkan di Koperasi Kelurahan Padang Harapan, Kota Bengkulu. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pemerintah daerah serta sejumlah tokoh masyarakat yang mendukung percepatan pembangunan koperasi di wilayah Bengkulu.

Program Koperasi Desa Merah Putih dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian masyarakat kecil, terutama di desa-desa. Selain menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, koperasi juga diharapkan mampu menjadi tempat pemasaran hasil pertanian dan produk lokal masyarakat.

Kepala Staf Korem 041/Gamas, S. Sinabutar mengatakan Bengkulu menargetkan pembentukan sebanyak 1.506 koperasi desa dan kelurahan yang tersebar di seluruh wilayah provinsi.

Menurutnya, jumlah tersebut merupakan hasil penyesuaian dari target awal sebanyak 1.513 desa dan kelurahan. Penyesuaian dilakukan karena ada beberapa desa yang jumlah penduduknya kurang dari 500 kepala keluarga sehingga digabungkan dengan wilayah lain.

Baca Juga :  Kasus Fee Proyek Ijon, Eks Bupati Rejang Lebong Dituntut 5 Tahun Penjara

“Target awal 1.513 desa dan kelurahan. Namun ada beberapa desa yang penduduknya belum sampai 500 kepala keluarga sehingga digabung. Jadi total target menjadi 1.506 koperasi,” kata Sinabutar.

Ia menjelaskan keberadaan koperasi nantinya akan sangat membantu masyarakat desa dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebab koperasi akan menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibanding pasar biasa.

“Semua kebutuhan masyarakat tersedia di sana, mulai dari sembako, obat-obatan, pupuk hingga kebutuhan pertanian,” ujarnya.

Selain itu, koperasi juga akan menjadi tempat penjualan hasil bumi masyarakat seperti hasil pertanian, perkebunan dan produk usaha kecil lainnya. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi kesulitan mencari tempat pemasaran hasil produksi mereka.

Menurut Sinabutar, koperasi desa merah putih akan mempersingkat rantai distribusi barang sehingga harga kebutuhan pokok di masyarakat dapat lebih stabil.

“Harganya minimal sama dengan pasar modern karena rantai distribusinya lebih pendek. Jadi masyarakat bisa mendapatkan barang lebih mudah dan lebih murah,” jelasnya.

Baca Juga :  Terungkap di Sidang! Dugaan Modus Double Input dan Laporan Blur Jadi Pintu Terbongkarnya Duagaan Latifa Gelapan Uang Perusahan

Ia optimistis program tersebut akan membawa dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi desa di Bengkulu. Terlebih selama ini banyak desa yang mengalami keterbatasan akses distribusi barang kebutuhan pokok.

Sementara itu, Asisten III Setda Provinsi Bengkulu, Nandar Munadi mengatakan pemerintah daerah terus mendorong percepatan operasional koperasi yang sudah selesai dibangun.

Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 200 bangunan koperasi yang sudah selesai dibangun namun belum dioperasikan secara maksimal.

“Ada sekitar 200 bangunan koperasi yang sudah selesai tetapi belum dimanfaatkan. Sekarang kita dorong agar segera beroperasi,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan koperasi harus segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat agar tujuan meningkatkan ekonomi desa bisa tercapai.

Selain masalah operasional, pemerintah juga masih menghadapi kendala ketersediaan lahan pembangunan koperasi di beberapa wilayah.

“Masih ada sekitar 300 titik yang lahannya belum tersedia. Ini yang sedang kita carikan solusi,” kata Nandar.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu
KSOP Pulau Baai Diduga Tak Jalankan Kewajiban Pandu-Tunda, Kerugian Negara Ditaksir Rp10,5 Miliar
Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta
Jalan di Kaur Tempat Bumil Ditandu Saat Keguguran Akhirnya Diaspal
Masih Banyak Pekerja Belum Terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Dorong Perluasan Peserta
BPSDM Bengkulu Cari Sumber PAD Baru, Kamar hingga Aula Disewakan
Kasus Korupsi PLTA Musi, Jaksa Sebut Keterangan Ahli Terdakwa Sejalan dengan Dakwaan
Enam Kantor Perusahaan Di Bengkulu Digeledah Kejati, Dugaan Korupsi Pelabuhan Pulau Baai
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:39 WIB

MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu

Selasa, 3 November 2026 - 18:53 WIB

KSOP Pulau Baai Diduga Tak Jalankan Kewajiban Pandu-Tunda, Kerugian Negara Ditaksir Rp10,5 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 17:28 WIB

Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta

Selasa, 3 November 2026 - 16:29 WIB

Jalan di Kaur Tempat Bumil Ditandu Saat Keguguran Akhirnya Diaspal

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Masih Banyak Pekerja Belum Terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Dorong Perluasan Peserta

Berita Terbaru