Gubernur Bengkulu Prioritaskan Perlindungan Mahasiswa Perantau dari Daerah Bencana

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 12:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan (Foto: dok istimewa)

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan (Foto: dok istimewa)

BENGKULUBAROMETER — Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk hadir dan melindungi mahasiswa perantau yang keluarganya tengah dilanda bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Sikap itu disampaikan langsung oleh Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE, yang meminta seluruh perguruan tinggi di Bengkulu, baik negeri maupun swasta untuk melakukan pendataan segera dan menyeluruh.

Pendataan tersebut, kata Helmi, menjadi dasar untuk memastikan bahwa mahasiswa asal daerah terdampak bencana tetap mendapat dukungan penuh selama masa pemulihan.

“Mahasiswa yang keluarganya menjadi korban bencana tidak boleh merasa sendirian. Pemerintah Provinsi akan mengundang mereka dan memberikan bantuan yang diperlukan,” ujarnya.

Helmi menegaskan bahwa bantuan yang disiapkan bukan bersifat simbolik, melainkan menyasar kebutuhan riil para mahasiswa perantau. Bantuan itu terdiri dari biaya hidup harian, dukungan pendidikan, serta pendampingan selama situasi krisis berlangsung.

“Mahasiswa asal daerah bencana tak perlu gelisah meneruskan pendidikannya. Kita pasti pikirkan dan kita pasti bantu,” tegasnya.

Selain memberi perlindungan kepada mahasiswa di Bengkulu, Pemprov Bengkulu juga mengirimkan dukungan kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana. Gubernur Helmi memastikan bahwa Bengkulu tidak tinggal diam melihat kesulitan yang dialami provinsi tetangga. Dalam waktu dekat, pemerintah akan mengirim:

Baca Juga :  Polres Kaur Gerebek Judi Sabung Ayam dan Dadu, Tiga Orang Diamankan

Pengiriman bantuan sembako dan obat-obatan, sebagai respons cepat atas kebutuhan yang meningkat di berbagai wilayah terdampak.

Menurut Helmi, tiga kategori bantuan ini dirancang untuk memastikan penanganan bencana berlangsung simultan, baik di lokasi kejadian maupun pada masyarakat yang sedang merantau. “Perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada mereka yang berada di daerah bencana, tetapi juga pada mahasiswa yang kini sedang menuntut ilmu di Bengkulu,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa perantau merupakan bagian dari keluarga besar masyarakat Bengkulu. Karena itu, situasi darurat yang menimpa orang tua atau sanak saudara mereka harus menjadi perhatian bersama.

“Kita harus pikirkan juga mahasiswa yang merantau ke Bengkulu. Mereka butuh kepastian agar pendidikannya tidak terganggu,” katanya.

Instruksi gubernur kepada seluruh perguruan tinggi di Bengkulu bertujuan mempercepat penyusunan basis data mahasiswa asal Sumbar, Sumut, dan Aceh. Helmi menilai, tanpa pendataan yang akurat, proses distribusi bantuan rentan terhambat dan tidak tepat sasaran. Ia meminta rektor, direktur, hingga pengelola kampus untuk turun langsung memastikan data tersebut lengkap dan valid.

Baca Juga :  HPMPI Pastikan Pertashop Siaga di Jalur Mudik Lebaran 2026, Pastikan Pemudik Tak Kehabisan BBM

“Data mahasiswa ini bukan hanya angka. Di baliknya ada cerita, ada keluarga yang sedang berjuang di tengah bencana. Pemerintah harus memastikan bahwa anak-anak mereka yang sedang belajar di Bengkulu tetap merasa aman,” ujar Helmi.

Helmi juga menegaskan bahwa bantuan pemerintah bukan hanya respons sesaat. Pemprov Bengkulu akan mengawal proses pemulihan baik bagi korban di daerah bencana maupun bagi mahasiswa yang terdampak secara tidak langsung. Program pendukung akan dilanjutkan sesuai kondisi lapangan dan laporan perguruan tinggi.

Dengan langkah ini, Bengkulu ingin menunjukkan bahwa solidaritas antarprovinsi bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan secara konkret melalui tindakan nyata—mulai dari pengiriman ambulans hingga dukungan pendidikan bagi mahasiswa rantau.

“Musibat bisa menimpa siapa saja dan kapan saja. Yang terpenting adalah bagaimana kita saling menguatkan,” tutup Helmi.

Berita Terkait

KSOP Pulau Baai Diduga Tak Jalankan Kewajiban Pandu-Tunda, Kerugian Negara Ditaksir Rp10,5 Miliar
Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta
Jalan di Kaur Tempat Bumil Ditandu Saat Keguguran Akhirnya Diaspal
Masih Banyak Pekerja Belum Terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Dorong Perluasan Peserta
BPSDM Bengkulu Cari Sumber PAD Baru, Kamar hingga Aula Disewakan
Kasus Korupsi PLTA Musi, Jaksa Sebut Keterangan Ahli Terdakwa Sejalan dengan Dakwaan
Enam Kantor Perusahaan Di Bengkulu Digeledah Kejati, Dugaan Korupsi Pelabuhan Pulau Baai
Polda Bengkulu Ungkap 15 Kasus BBM Subsidi, 12 Ton BBM Disita
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:53 WIB

KSOP Pulau Baai Diduga Tak Jalankan Kewajiban Pandu-Tunda, Kerugian Negara Ditaksir Rp10,5 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 17:28 WIB

Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta

Selasa, 3 November 2026 - 16:29 WIB

Jalan di Kaur Tempat Bumil Ditandu Saat Keguguran Akhirnya Diaspal

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Masih Banyak Pekerja Belum Terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Dorong Perluasan Peserta

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

BPSDM Bengkulu Cari Sumber PAD Baru, Kamar hingga Aula Disewakan

Berita Terbaru