Helmi Hasan Lepas 50 ASN Ikuti Retreat Merah Putih, Ikhtiar Mitigasi Langit Jaga Bengkulu dari Bencana

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 19:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melepas 50 ASN mengikuti Retreat Merah Putih Angkatan V sebagai ikhtiar spiritual dan sosial untuk menjaga Bengkulu dari bencana.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melepas 50 ASN mengikuti Retreat Merah Putih Angkatan V sebagai ikhtiar spiritual dan sosial untuk menjaga Bengkulu dari bencana.

BENGKULUBAROMETER – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan secara resmi melepas 50 aparatur sipil negara (ASN) peserta Retreat Merah Putih Angkatan V di Masjid Raya Baitul Izzah, Kamis (8/1). Pelepasan ini menjadi penanda dimulainya kegiatan yang tidak hanya menekankan penguatan keimanan, tetapi juga kepedulian sosial dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi bencana alam.

Dalam sambutannya, Helmi Hasan menyampaikan bahwa Retreat Merah Putih merupakan bagian dari ikhtiar lahir dan batin. Menurutnya, manusia tidak cukup hanya mengandalkan perencanaan dan teknologi, tetapi juga harus mendekatkan diri kepada Tuhan sebagai bentuk perlindungan spiritual.

“Ini adalah ikhtiar langit. Kita ingin Bengkulu selalu dijaga oleh Allah subḥānahu wa ta’ala dari berbagai bencana,” ujar Helmi dengan nada tenang namun tegas.

Ia menjelaskan, kegiatan retreat ini dilaksanakan berbasis rumah ibadah. Bagi ASN beragama Islam, kegiatan dilakukan di masjid, sementara ASN pemeluk agama lain melaksanakannya di rumah ibadah masing-masing. Pendekatan ini, kata Helmi, mencerminkan nilai toleransi sekaligus penghormatan terhadap keyakinan setiap individu.

Baca Juga :  OTT KPK di Bengkulu! Sejumlah Pejabat Diamankan, Rumah Kepala OPD Disegel

Helmi Hasan juga mengingatkan bahwa manusia diciptakan bukan semata untuk mengejar urusan dunia. Menurutnya, ibadah harus menjadi fondasi dalam bekerja, terutama bagi ASN yang memiliki tanggung jawab melayani masyarakat.

“Kita ini hidup bukan hanya untuk dunia. Dunia ini tempat singgah, bukan tempat tinggal. Yang abadi adalah akhirat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Helmi kembali menegaskan program Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menghidupkan masjid selama 24 jam. Program ini bertujuan agar masjid tidak hanya ramai saat waktu salat, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, diskusi, dan penguatan nilai sosial.

 

Ia berharap, dengan masjid yang selalu terbuka, kaum laki-laki khususnya dapat lebih mudah melaksanakan salat berjamaah.

“Ketika azan berkumandang, masjid harus siap menerima jamaah. Suasana masjid harus hidup,” ucapnya.

Selama mengikuti retreat, para ASN akan menjalani berbagai kegiatan keagamaan seperti membaca Al-Qur’an, zikir, serta diskusi nilai-nilai kebajikan. Namun tidak berhenti di situ, mereka juga ditugaskan untuk turun langsung ke masyarakat.

Baca Juga :  Pemkab Lebong dan TNI-Polri Kompak Bersihkan Sisa Banjir, Warga Bingin Kuning Mulai Bangkit

Jika di lapangan ditemukan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, membutuhkan sembako, atau terdapat anak yatim dan janda yang memerlukan bantuan, Pemprov Bengkulu akan segera menindaklanjuti. Hal ini sejalan dengan semangat “Bantu Rakyat” yang terus digaungkan pemerintah daerah.

“Setelah retreat akn ada evakuasi apa saja yang ditemukan. Kalua ada rumah tak  layak huni maka akan dilakukan bedah rumah, kemudian ada anak yatim yang belum menjadai anak asuh maka pejabat Pemprov akan mengangkat anak yatim, kalua dia Tingkat Sekolam SDndan SMP, maka pemerintah Kabupaten dan kota  yang melakukanya,” kata Helmi

Retres Merah putih ini diikuti sebanyak 50 ASN disebar di masjid-masjid Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah selama tiga hari ke depan. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pembentukan karakter ASN yang beriman, peduli, dan responsif terhadap persoalan masyarakat.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu
KSOP Pulau Baai Diduga Tak Jalankan Kewajiban Pandu-Tunda, Kerugian Negara Ditaksir Rp10,5 Miliar
Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta
Jalan di Kaur Tempat Bumil Ditandu Saat Keguguran Akhirnya Diaspal
Masih Banyak Pekerja Belum Terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Dorong Perluasan Peserta
BPSDM Bengkulu Cari Sumber PAD Baru, Kamar hingga Aula Disewakan
Kasus Korupsi PLTA Musi, Jaksa Sebut Keterangan Ahli Terdakwa Sejalan dengan Dakwaan
Enam Kantor Perusahaan Di Bengkulu Digeledah Kejati, Dugaan Korupsi Pelabuhan Pulau Baai
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:39 WIB

MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu

Selasa, 3 November 2026 - 18:53 WIB

KSOP Pulau Baai Diduga Tak Jalankan Kewajiban Pandu-Tunda, Kerugian Negara Ditaksir Rp10,5 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 17:28 WIB

Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta

Selasa, 3 November 2026 - 16:29 WIB

Jalan di Kaur Tempat Bumil Ditandu Saat Keguguran Akhirnya Diaspal

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Masih Banyak Pekerja Belum Terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Dorong Perluasan Peserta

Berita Terbaru