OTT KPK di Bengkulu! Sejumlah Pejabat Diamankan, Rumah Kepala OPD Disegel

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) kembali melakukan operasi senyap di daerah. Pada Senin 9 Maret 2025, tim lembaga antirasuah tersebut dikabarkan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Provinsi Bengkulu.

Informasi yang beredar di kalangan awak media menyebutkan, sedikitnya lima orang diamankan dalam operasi tersebut. Salah satu yang disebut-sebut ikut terjaring adalah seorang kepala daerah daerah dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.

Kabar mengenai OTT ini langsung menyebar cepat dan menjadi perhatian publik. Sejumlah jurnalis di Bengkulu langsung bergerak melakukan penelusuran guna memastikan kebenaran informasi tersebut.

Berdasarkan informasi awal yang beredar, tim KPK juga mengamankan seorang kepala. Bahkan rumah pejabat tersebut dikabarkan telah dipasangi garis penyegelan bertuliskan KPK RI line, yang menandakan lokasi tersebut tengah menjadi bagian dari proses penyidikan.

Tidak hanya itu, dalam operasi tersebut juga disebutkan bahwa istri dari pejabat yang diamankan turut dibawa oleh tim penyidik KPK. Informasi lain menyebutkan ada dua orang pengusaha atau kontraktor yang juga ikut terjaring dalam operasi senyap tersebut.

Dengan demikian, total ada lima orang yang disebut-sebut diamankan oleh tim KPK dalam operasi yang berlangsung di beberapa lokasi di Bengkulu.

Baca Juga :  Ayahanda Destita dan Bupati Seluma Teddy Rahman, Dimakamkan di Kampung Halaman Desa Kembang Mumpo

Sumber yang dihimpun di lapangan menyebutkan, sebagian dari pihak yang diamankan juga dikabarkan berasal dari wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan. Namun hingga kini belum ada rincian pasti terkait identitas para pihak yang dibawa oleh tim penyidik.

Setelah diamankan, kelima orang tersebut dikabarkan langsung dibawa ke Polresta Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan awal oleh tim KPK.

Pantauan di sekitar Mapolresta Bengkulu, puluhan awak media terlihat menunggu perkembangan terbaru dari operasi tersebut. Para jurnalis berupaya memastikan siapa saja pihak yang terlibat serta perkara apa yang tengah diusut oleh lembaga antirasuah tersebut.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi terkait operasi tangkap tangan yang disebut-sebut terjadi di Bengkulu tersebut.

Pihak kepolisian setempat juga belum memberikan penjelasan detail mengenai keberadaan para pihak yang diamankan oleh KPK.

Meski demikian, kabar OTT ini telah memicu perhatian luas masyarakat Bengkulu. Jika benar terjadi, operasi tersebut akan menjadi salah satu peristiwa besar dalam penegakan hukum terkait dugaan tindak pidana korupsi di daerah.

Baca Juga :  Semarak Merah Putih Segera Digelar, Pemprov Bengkulu Kucurkan Dana Rp6 Miliar untuk UMKM dan Hiburan Rakyat

KPK sendiri dikenal kerap melakukan operasi tangkap tangan secara tertutup dan baru mengumumkan secara resmi setelah proses pemeriksaan awal terhadap pihak-pihak yang diamankan selesai dilakukan.

Dalam prosedur penanganan perkara, pihak yang terjaring OTT biasanya akan menjalani pemeriksaan intensif selama 1×24 jam. Setelah itu KPK akan menentukan status hukum para pihak yang diamankan, apakah sebagai saksi, tersangka, atau pihak lain yang terkait.

Karena itu, publik masih menunggu klarifikasi resmi dari lembaga antirasuah mengenai kronologi lengkap operasi tersebut, termasuk identitas pihak-pihak yang diamankan serta dugaan perkara yang sedang ditangani.

Sementara itu, sejumlah awak media di Bengkulu masih terus melakukan pemantauan di berbagai lokasi guna mendapatkan perkembangan terbaru terkait informasi OTT tersebut.

Hingga berita ini dikirim ke redaksi belum ada pernyataan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia mengenai kebenaran operasi tangkap tangan yang disebut terjadi di Provinsi Bengkulu.

Perkembangan lebih lanjut terkait kasus ini masih terus ditunggu oleh masyarakat maupun kalangan pers. Jika informasi tersebut terbukti benar, maka KPK dipastikan akan segera menyampaikan keterangan resmi kepada publik dalam waktu dekat.

Berita Terkait

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Pemkot, Polda dan REI Gotong Royong Bangun Rumah Guru Ngaji Korban Kebakaran
Destita Khairilisani: Sekolah Rakyat Kaur Wujud Pemerataan Pendidikan dan Pembentukan Karakter
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:59 WIB

HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern

Berita Terbaru