BENGKULUBAROMETER – Tangis haru menyelimuti Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Rabu (30/9/2026), saat jenazah Anggi Saputra Pranata (22), warga Desa Talang Donok, Kabupaten Bengkulu Tengah, tiba setelah dipulangkan dari Jepang.
Anggi meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja saat menjalani program magang di Jepang. Setelah proses pemulangan, jenazah akhirnya tiba di Bengkulu dan langsung disambut keluarga serta sejumlah pihak yang turut hadir di bandara.
Keluarga almarhum terlihat menanti kedatangan jenazah. Wakil Bupati Bengkulu Tengah bersama jajaran juga hadir untuk memberikan dukungan kepada keluarga. Perwakilan Pemerintah Provinsi Bengkulu turut berada di lokasi.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, juga sempat menemui keluarga Anggi di bandara. Pertemuan berlangsung singkat karena Gubernur harus menghadiri agenda lain setelah tiba di Bengkulu.
Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menyampaikan belasungkawa atas kepergian Anggi. Ia mengatakan Gubernur Bengkulu sebenarnya ingin menunggu lebih lama, namun harus meninggalkan bandara karena memiliki agenda rapat paripurna DPRD.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Bengkulu, terutama Pak Gubernur, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Tadi Pak Gubernur sempat hadir dan bertemu dengan keluarga serta kepala desa,” kata Khairil, Rabu (30/9/2026).
Ia mengatakan Pemprov Bengkulu turut mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan seluruh dosa-dosanya diampuni.
Khairil juga menyampaikan dukungan kepada keluarga Anggi agar diberi kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Pak Gubernur mensupport supaya keluarga tetap diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian yang sangat berat ini,” ujarnya.
Pemprov Bengkulu, lanjut Khairil, juga berencana mendatangi rumah duka bersama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah. Kunjungan tersebut direncanakan dilakukan pada malam ketiga untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada orang tua almarhum.
Selain menyampaikan duka cita, Pemprov Bengkulu juga berencana memberikan bantuan uang duka kepada keluarga Anggi.
Pemprov Tunggu Hasil Investigasi
Sementara itu, terkait kecelakaan yang menyebabkan Anggi meninggal dunia, Khairil mengatakan informasi sementara yang diterima menyebutkan bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja.
“Kalau dilihat dari pemberitaan kemarin, memang itu adalah kecelakaan kerja. Murni kecelakaan kerja,” ujarnya.
Menurut Khairil, pemberitaan mengenai kecelakaan tersebut juga muncul di sejumlah media Jepang. Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil investigasi resmi untuk mengetahui secara lebih lengkap kronologi dan penyebab kecelakaan.
” Nanti mungkin secara resmi melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan diinformasikan kepada kita. Sementara ini, dari pemberitaan yang kita lihat, memang kecelakaan kerja,” terangnya.
Khairil menegaskan, Anggi berada di Jepang secara legal melalui program magang yang difasilitasi pemerintah dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
“Statusnya magang. Artinya almarhum memang legal, melalui program pemerintah melalui LPK,” jelasnya.
Mengenai kemungkinan adanya unsur kelalaian dari pihak perusahaan tempat Anggi menjalani magang, Khairil menjelaskan hal tersebut belum dapat dipastikan.
“Belum tahu. Hasil investigasi pasti akan menjelaskan secara lengkap. Tetapi dari pemberitaan yang kita lihat di media, memang ini kecelakaan kerja. Sementara ini seperti itu,” pungkasnya.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius










