PLN Indonesia Power UBP Bengkulu Hijaukan Rejang Lebong, 3.000 Pohon Perkuat Daya Dukung PLTA Musi

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Langkah kecil menanam pohon bisa berdampak besar bagi masa depan lingkungan. Itulah pesan yang mengemuka dalam aksi penanaman 3.000 bibit pohon yang digelar PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bengkulu di kawasan tangkapan air (catchment area) PLTA Musi, Kabupaten Rejang Lebong, Jumat (28/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) sekaligus gerakan nasional Roots of Energy yang dilaksanakan serentak oleh seluruh unit PLN Group di Indonesia. Di Rejang Lebong, aksi ini menjadi simbol kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Sebanyak 3.000 bibit pohon ditanam di lahan seluas sekitar 10 hektare. Komposisinya terdiri dari 2.000 bibit alpukat dan 1.000 bibit durian, yang dikembangkan dengan pendekatan agroforestry—yakni sistem tanam yang memadukan fungsi ekologis dan nilai ekonomi.

Manager PLN Indonesia Power UBP Bengkulu, Ariful Bahri, mengatakan penanaman pohon ini bukan sekadar seremoni tahunan. Menurut dia, keberadaan vegetasi di kawasan tangkapan air sangat menentukan kualitas dan kuantitas air yang menjadi sumber utama operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Musi.

“Hari ini (Kemarin_Red), kami menanam 3.000 bibit pohon yang memiliki fungsi ekologis sekaligus nilai ekonomi. Tanaman ini diharapkan mampu menjaga kualitas dan ketersediaan air sebagai penopang utama operasional PLTA Musi. Di sisi lain, masyarakat juga mendapatkan manfaat ekonomi di masa mendatang,” ujar Ariful.

Baca Juga :  Helmi Hasan Lantik Andaru Pranata Jadi Komisaris Bank Bengkulu, Diharapkan Perkuat Pengawasan dan Kinerja Bank

Ia menegaskan, menjaga daerah tangkapan air sama artinya dengan menjaga keberlanjutan pembangkit listrik. Tanpa tutupan lahan yang baik, risiko erosi dan sedimentasi akan meningkat, yang pada akhirnya bisa mengganggu kinerja pembangkit.

Aksi penghijauan ini melibatkan banyak pihak. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rejang Lebong, Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Bukit Balai Rejang, perangkat kecamatan dan desa, unit-unit PLN yang tergabung dalam KORSI, serta Kelompok Tani Tik Glicok sebagai mitra utama di lapangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rejang Lebong, Dr. Asli Samin, S.Kep., M.Kes., yang mewakili Bupati Rejang Lebong, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PLN Group dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan.

“Pohon yang ditanam hari ini mungkin belum dapat dinikmati hasilnya dalam waktu dekat. Namun, ini adalah investasi lingkungan untuk generasi mendatang. Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mendukung penuh kolaborasi ini dan berharap kawasan kita semakin hijau dan lestari,” ujarnya.

Menurut Asli, kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan. Terlebih, Rejang Lebong memiliki peran penting sebagai daerah hulu yang memengaruhi ekosistem di wilayah sekitarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Tik Glicok, Sudir Hartono, mengaku bersyukur atas dukungan bibit pohon yang diberikan. Ia menilai program ini membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Tawaran Hak Rp20 Juta per Orang Belum Disepakati, Tiga Eks Guru SDIT Rabbani Pertimbangkan ke PHI

“Dalam beberapa tahun ke depan, alpukat dan durian ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi kami. Kami berkomitmen merawat dan menjaga bibit ini karena menjadi amanah bersama,” katanya.

Keterlibatan kelompok tani tidak berhenti pada tahap penanaman. Mereka juga bertanggung jawab dalam proses pemeliharaan, penyulaman, hingga memastikan tanaman tumbuh optimal. Dengan demikian, program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan simbolik, melainkan benar-benar menghasilkan tutupan lahan hijau yang berkelanjutan.

Bagi PLN Indonesia Power UBP Bengkulu, penghijauan di catchment area PLTA Musi adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip keberlanjutan. Selain memastikan pasokan listrik tetap andal, perusahaan juga berupaya menjaga harmoni dengan lingkungan dan masyarakat sekitar.

Sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sumber daya air di Rejang Lebong. Jika kawasan tangkapan air tetap terjaga, maka keberlangsungan PLTA Musi sebagai salah satu penopang energi bersih di Bengkulu pun akan semakin kokoh.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan, menanam pohon menjadi langkah nyata yang sederhana namun bermakna. Dari Rejang Lebong, pesan itu ditegaskan kembali: menjaga energi berarti menjaga alam.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian
Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG
490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026
Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Kamis, 5 November 2026 - 17:36 WIB

Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran

Kamis, 5 November 2026 - 17:02 WIB

Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa

Kamis, 5 November 2026 - 16:22 WIB

Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian

Kamis, 5 November 2026 - 13:59 WIB

Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG

Berita Terbaru