Destita Khairilisani Kunjungi PLG Seblat, Tegaskan Komitmen Jaga Habitat Gajah Sumatera di Bengkulu

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 22:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Anggota DPD RI daerah pemilihan Bengkulu, Destita Khairilisani, melakukan kunjungan kerja ke Pusat Latihan Gajah Seblat pada Sabtu 14 Februari 2026. Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian nyata terhadap upaya pelestarian lingkungan dan perlindungan satwa liar, khususnya Gajah Sumatera yang semakin terancam akibat penyusutan habitat.

PLG Seblat dikenal sebagai salah satu kantong habitat Gajah Sumatera di Provinsi Bengkulu. Kawasan ini berfungsi sebagai pusat pelatihan dan penjinakan gajah liar dari hutan Sumatera, sekaligus menjadi lokasi konservasi bagi satwa dilindungi tersebut.

Secara geografis, PLG Seblat berada di Desa Marga Sakti Seblat, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara. Lokasinya berjarak sekitar empat jam perjalanan dari pusat Kota Bengkulu. Meski cukup jauh, kawasan ini menyimpan peran strategis sebagai benteng terakhir habitat gajah di wilayah Bengkulu.

Dalam kunjungannya, Destita tidak hanya meninjau fasilitas dan kondisi pusat latihan. Ia juga berdialog langsung dengan pengelola serta wisatawan lokal yang sedang berkunjung. Suasana hangat terlihat saat ia berinteraksi dan berfoto bersama gajah-gajah yang dirawat di kawasan konservasi tersebut.

Baca Juga :  Suara dari Bengkulu Menggema di Senayan, Destita Sampaikan Aspirasi Kesehatan Jiwa hingga Fasilitas RS Bermasalah

Destita menegaskan pentingnya menjaga bentang alam Seblat agar tetap lestari. Menurutnya, kawasan ini bukan sekadar lokasi konservasi, tetapi simbol komitmen Bengkulu dalam menjaga warisan alam untuk generasi mendatang.

“Kita harus menjaga bentang Seblat ini sebagai benteng terakhir habitat Gajah Sumatera. Konservasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, tekanan terhadap kawasan hutan semakin meningkat akibat alih fungsi lahan dan aktivitas perusakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Jika tidak dijaga bersama, ancaman tersebut dapat mempersempit ruang hidup gajah dan memicu konflik antara manusia dan satwa liar.

Menurut Destita, pelestarian lingkungan harus dibarengi dengan edukasi dan keterlibatan masyarakat sekitar. Ia menilai kesadaran kolektif menjadi kunci agar upaya konservasi berjalan efektif dan berkelanjutan.

Selain sebagai pusat pelestarian, PLG Seblat juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekowisata berbasis konservasi. Dengan pengelolaan yang baik, kawasan ini dapat menjadi destinasi wisata edukatif yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa merusak lingkungan.

Baca Juga :  Sawah di Pematang Gubernur Ditimbun untuk Perumahan, Warga Khawatir Bengkulu Makin Langganan Banjir

“Ekowisata yang dikelola dengan prinsip keberlanjutan bisa menjadi solusi. Alam tetap terjaga, masyarakat juga mendapatkan manfaat,” tambahnya.

Kunjungan ini sekaligus menunjukkan komitmen Destita dalam mendorong isu-isu lingkungan di tingkat nasional. Sebagai wakil daerah, ia menilai perlindungan habitat Gajah Sumatera harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah pusat, daerah, maupun masyarakat.

Ia berharap kehadirannya di PLG Seblat dapat menjadi penguat semangat bagi pengelola dan masyarakat untuk terus menjaga kawasan tersebut. Menurutnya, keberlangsungan hidup Gajah Sumatera bukan hanya soal pelestarian satwa, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Dengan populasi yang terus menghadapi tekanan, langkah-langkah konkret dan kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan. Destita pun mengajak semua pihak untuk menjadikan Seblat sebagai contoh keberhasilan konservasi yang melibatkan masyarakat dan berorientasi jangka panjang.

Kunjungan ini menjadi pesan kuat bahwa upaya menjaga hutan dan satwa liar tidak bisa ditunda. Seblat adalah kebanggaan Bengkulu, dan menjaga Gajah Sumatera berarti menjaga masa depan lingkungan hidup itu sendiri.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang
Dorong Peternakan Modern, Bengkulu Dibidik Jadi Pusat Industri Sapi dan Pakan Sawit
Helmi Sebut Rehabilitasi Stadion GOR Sawah Lebar Bengkulu Butuh Anggaran Rp80 Miliar
Jelang Hari Pahlawan 2026, Pemprov Bengkulu Siapkan Ziarah dan Tabur Bunga
Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:17 WIB

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang

Jumat, 6 November 2026 - 15:24 WIB

Dorong Peternakan Modern, Bengkulu Dibidik Jadi Pusat Industri Sapi dan Pakan Sawit

Jumat, 6 November 2026 - 14:43 WIB

Helmi Sebut Rehabilitasi Stadion GOR Sawah Lebar Bengkulu Butuh Anggaran Rp80 Miliar

Jumat, 6 November 2026 - 13:14 WIB

Jelang Hari Pahlawan 2026, Pemprov Bengkulu Siapkan Ziarah dan Tabur Bunga

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Berita Terbaru

Bengkulu

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang

Jumat, 6 Nov 2026 - 16:17 WIB