BENGKULUBAROMETER — Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penataan ruang publik dan penyelenggaraan berbagai kegiatan masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran Digifest UMKM di kawasan Belungguk Point, Jalan S. Parman, Kelurahan Padang Jati, Sabtu (24/10/2026) malam.
Peresmian yang dilakukan Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, berlangsung meriah. Ribuan warga memadati kawasan tersebut untuk menikmati berbagai kegiatan yang dikemas dalam konsep Car Free Night (CFN) dan Car Free Day (CFD).
Kawasan yang sebelumnya relatif lengang pada malam hari itu disulap menjadi pusat aktivitas masyarakat dengan menghadirkan bazar kuliner, stan produk lokal, pertunjukan seni budaya, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bengkulu dalam menciptakan ruang publik yang produktif sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.
Dedy mengatakan, Belungguk Point dirancang sebagai ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha, seniman, komunitas kreatif, hingga masyarakat umum.
“Belungguk Point ini sengaja kita ciptakan menjadi tempat interaksi sosial masyarakat, tempat bertemunya para seniman, komunitas-komunitas, dan pelaku UMKM,” ujar Dedy.
Pada peluncuran perdana Digifest UMKM tersebut, sekitar 200 pelaku UMKM turut berpartisipasi dengan menawarkan beragam produk kepada pengunjung.
Keterlibatan ratusan pelaku usaha lokal ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran produk sekaligus meningkatkan transaksi ekonomi di tengah masyarakat.
Selain menjadi tempat berjualan, kegiatan ini juga membuka ruang promosi bagi produk-produk lokal agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Pemerintah Kota Bengkulu berharap Digifest UMKM dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak positif terhadap perkembangan usaha masyarakat dan perekonomian daerah.
Kampung Cina Disiapkan Jadi Lokasi Kegiatan Berikutnya
Tak hanya berfokus pada Belungguk Point, Pemerintah Kota Bengkulu juga merencanakan pengembangan kegiatan serupa di sejumlah kawasan strategis lainnya.
Salah satu lokasi yang disiapkan adalah kawasan Kampung Cina. Kawasan tersebut direncanakan menjadi lokasi kegiatan berikutnya dengan konsep tematik yang mengangkat karakter dan nuansa khas Tionghoa.
Selain itu, pemerintah kota juga mendorong penataan sejumlah kawasan komersial, di antaranya Jalan Soeprapto, Jalan Pintu Batu, serta pusat oleh-oleh di Kelurahan Anggut.
Penataan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kawasan perkotaan, memperkuat aktivitas perdagangan, serta memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Bengkulu.
Dedy optimistis, pengembangan ruang publik dan penyelenggaraan berbagai kegiatan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Insya Allah Kota Bengkulu akan semakin ramai pengunjung, semakin banyak iven, perputaran ekonomi meningkat, kesejahteraan masyarakat meningkat,” tuturnya.
Peluncuran Digifest UMKM ditandai dengan penekanan tombol peresmian oleh Wali Kota Bengkulu. Acara kemudian dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya yang menambah semarak suasana.
Pengunjung disuguhkan atraksi musik dhol yang dimainkan siswa-siswi SD Negeri 40 Kota Bengkulu. Selain itu, penampilan tari tradisional dari Sanggar Lenggang Cantik turut memeriahkan panggung utama.
Pertunjukan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap seni dan budaya lokal yang dipadukan dengan upaya pengembangan ekonomi kreatif.
“Melalui Digifest UMKM, Pemerintah Kota Bengkulu berharap Belungguk Point dapat berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus destinasi rekreasi baru bagi warga dan wisatawan,” tutup Dedy.
Penulis : Handi Peratama
Editor : Redaksi










