Polres Kepahiang Bergerak Cepat Tangani Siswa SD diduga Keracunan Program MBG

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Jajaran Polres Kepahiang bersama sejumlah instansi terkait bergerak cepat menangani Dugaan sejumlah siswa mengalami keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 18 Kepahiang, Kamis (4/6/2026).

Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Puskesmas, Dinas Kesehatan, pihak sekolah, penyelenggara Program MBG, serta stakeholder terkait lainnya. Langkah cepat tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para siswa yang mengalami keluhan kesehatan mendapatkan penanganan medis secara maksimal.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 16 orang yang terdiri dari siswa, guru, dan penjaga sekolah mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan dari Program MBG. Seluruhnya langsung mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis di Puskesmas Kelobak serta Puskesmas Pasar Kepahiang.

Dari hasil pemantauan petugas kesehatan, sebagian besar pasien telah menunjukkan kondisi yang membaik dan diperbolehkan kembali ke rumah setelah mendapatkan perawatan.

Kapolres Kepahiang segera menginstruksikan seluruh jajaran untuk melakukan langkah-langkah cepat dan terukur. Mulai dari berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan, mengumpulkan keterangan dari pihak sekolah dan penyelenggara program, hingga melakukan monitoring secara berkelanjutan terhadap perkembangan situasi di lapangan.

Baca Juga :  HUT ke-81 Kejaksaan, Kejati Bengkulu Teguhkan Komitmen Menjaga Kepercayaan Publik

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan optimal sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya para orang tua siswa.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol. Ihsan Nur, mengatakan pihaknya terus melakukan monitoring dan pendalaman terkait peristiwa tersebut. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan para siswa menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini.

“Polda Bengkulu melalui Polres Kepahiang saat ini terus melakukan monitoring dan pendalaman terhadap kejadian tersebut. Kami mengutamakan keselamatan dan kesehatan para siswa serta memastikan seluruh proses penanganan berjalan dengan cepat dan tepat,” ujar Kombes Pol. Ihsan Nur.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa masih dalam proses penyelidikan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan resmi diumumkan.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan uji laboratorium dari pihak yang berwenang. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tambahnya.

Baca Juga :  Distribusi Pertamax ke Pertashop Bengkulu Terlambat, Pengusaha Keluhkan Pengiriman Bisa Sampai H+5

Untuk mendukung proses penyelidikan, sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan laboratorium oleh instansi terkait. Hasil pengujian tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui penyebab kejadian secara objektif dan berdasarkan fakta ilmiah.

Polda Bengkulu juga mengajak masyarakat, khususnya para orang tua siswa, untuk tetap tenang dan menunggu hasil resmi dari pihak berwenang. Langkah ini penting agar tidak muncul informasi yang menyesatkan maupun spekulasi yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Selain itu, Polda Bengkulu memastikan akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan, BPOM, serta seluruh pihak terkait dalam mengawal perkembangan kasus ini.

Komitmen tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan kesehatan para siswa tetap terjaga serta memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat.

Hingga saat ini, situasi di SD Negeri 18 Kepahiang terpantau kondusif. Aparat kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan siapdikeluarkan oleh pihak berwenang.

 

Berita Terkait

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG
490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026
Usai Mertua Tewas Ditikam, Rumah Terduga Pelaku Hancur Diamuk Massa
Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu
Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Kamis, 5 November 2026 - 17:36 WIB

Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran

Kamis, 5 November 2026 - 13:59 WIB

Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG

Rabu, 4 November 2026 - 22:10 WIB

Usai Mertua Tewas Ditikam, Rumah Terduga Pelaku Hancur Diamuk Massa

Rabu, 4 November 2026 - 17:43 WIB

Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare

Berita Terbaru