Destita Tinjau RSKJ Soeprapto, Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Jiwa Bengkulu

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Anggota DPD RI Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M. menegaskan pentingnya penguatan layanan kesehatan jiwa di daerah. Komitmen itu ia sampaikan saat meninjau langsung pelayanan di , Rabu (25/2).

Kunjungan kerja tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Destita datang untuk memastikan pelayanan kesehatan jiwa di Bengkulu berjalan memadai, baik dari sisi fasilitas, sumber daya manusia, maupun dukungan anggaran. Kehadirannya disambut Direktur UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Bengkulu, dr. Herry Permana, bersama jajaran manajemen rumah sakit.

Dalam pertemuan tertutup bersama manajemen, sejumlah persoalan disampaikan secara terbuka. Pihak rumah sakit mengungkapkan bahwa pengelolaan operasional masih banyak mengandalkan pendapatan internal. Bantuan dari pusat dinilai masih terbatas, sementara kebutuhan pelayanan terus meningkat.

Direktur juga menyinggung keberadaan forum Asosiasi Rumah Sakit Jiwa Seluruh Indonesia serta program Rumah Damping Bahagia yang beberapa tahun lalu sempat menjadi program nasional. Namun, menurutnya, dukungan konkret dalam bentuk bantuan fasilitas dan anggaran belum dirasakan optimal.

Destita mendengarkan seluruh masukan tersebut dengan saksama. Sebagai anggota Komite III DPD RI yang membidangi kesehatan, ia menyadari bahwa layanan kesehatan jiwa kerap luput dari perhatian dibanding layanan kesehatan fisik.

“Pelayanan kesehatan jiwa adalah bagian penting dari sistem kesehatan kita. Negara harus hadir memastikan fasilitas, tenaga profesional, dan dukungan anggaran benar-benar memadai,” ujar Destita.

Baca Juga :  Kebijakan Riduan Koto Picu Teguran OJK

Tak hanya berdialog di ruang rapat, Destita juga menyempatkan diri berkeliling melihat langsung kondisi rumah sakit. Ia menyaksikan proses pemulihan pasien dengan gangguan mental serta aktivitas terapi yang sedang berlangsung.

Dalam kesempatan itu, ia menyemangati para pasien agar tetap optimistis menjalani proses pemulihan.

“Mudah-mudahan semuanya lekas sembuh ya, dan bisa kembali ke keluarga serta diterima di tengah masyarakat,” ucapnya.

Suasana hangat terasa ketika Destita menyapa satu per satu pasien dan tenaga medis. Ia menilai, dukungan moral dan empati juga merupakan bagian penting dari proses penyembuhan.

Kunjungan berlanjut ke Instalasi Rehabilitasi Medik. Di sana, Kepala Ruang Rehabilitasi Medik, Rita Doverianti, S.STM., Kes., menyampaikan kebutuhan mendesak berupa fasilitas playground atau taman bermain anak. Fasilitas itu dinilai penting untuk membantu membangun suasana hati anak sebelum menjalani terapi.

Menurut Rita, kondisi psikologis anak sangat menentukan efektivitas terapi. Sementara itu, layanan yang ditanggung BPJS hanya berdurasi satu jam, sehingga kesiapan mental anak menjadi faktor krusial.

“Para orang tua dan anak-anak yang menjalani terapi belum memiliki ruang tunggu yang layak. Kami berharap ada dukungan untuk membenahi fasilitas playground ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Terungkap di Sidang! Saksi Sebut Latifa Pernah Mengaku Dapat Uang dari “Nenek Gaib”

Selain fasilitas fisik, keterbatasan sumber daya manusia juga menjadi tantangan. Saat ini, tenaga terapi bicara dan terapi okupasi masing-masing hanya satu orang. Sementara fisioterapis hanya dua orang, meski kapasitas gedung cukup besar untuk pengembangan layanan.

Manajemen juga menyampaikan perlunya peningkatan kapasitas tenaga melalui pembaruan ilmu terapi perilaku dan terapi ABA (Applied Behavior Analysis). Pengajuan alat dan pengembangan layanan telah diajukan, namun realisasinya masih dinantikan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Destita menyatakan komitmennya untuk membawa kebutuhan RSKJ Soeprapto Bengkulu ke tingkat pusat. Ia menilai, penguatan kesehatan jiwa harus menjadi prioritas, terutama di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental.

“Kita ingin pelayanan kesehatan jiwa di Bengkulu semakin kuat. Bukan hanya gedungnya, tetapi juga SDM, fasilitas terapi, hingga dukungan anggaran. Semua harus sejalan,” tegasnya.

Kunjungan ini sekaligus memperlihatkan perhatian Destita terhadap sektor kesehatan yang menyentuh langsung kelompok rentan. Baginya, memastikan layanan kesehatan jiwa berjalan optimal adalah bagian dari tanggung jawab negara dalam melindungi warganya.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, manajemen rumah sakit, dan dukungan pusat, ia berharap RSKJ Soeprapto Bengkulu dapat berkembang menjadi pusat layanan kesehatan jiwa yang profesional, humanis, dan inklusif.

Berita Terkait

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian
Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG
490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026
Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Kamis, 5 November 2026 - 17:36 WIB

Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran

Kamis, 5 November 2026 - 17:02 WIB

Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa

Kamis, 5 November 2026 - 16:22 WIB

Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian

Kamis, 5 November 2026 - 13:59 WIB

Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG

Berita Terbaru