Kebijakan Riduan Koto Picu Teguran OJK

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBARIMETER – Polemik tata kelola di Bank Bengkulu kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan ketidaksesuaian kebijakan dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perhatian publik tertuju pada langkah yang melibatkan Plt Komisaris Utama sekaligus Ketua Komite Remunerasi Bank Bengkulu, Riduan Koto.

Polemik bermula dari keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang menetapkan empat nama calon Direktur Utama Bank Bengkulu.

Keputusan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan karena dinilai tidak sesuai dengan aturan OJK mengenai proses pencalonan direksi di lembaga perbankan.

Dalam ketentuan OJK, jumlah calon yang diajukan untuk satu posisi direksi atau komisaris maksimal dua orang. Tujuannya agar proses seleksi dapat berjalan lebih efektif dalam tahapan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

Namun dalam kasus ini, empat kandidat justru diajukan sekaligus untuk satu posisi Direktur Utama.

keputusan tersebut berasal dari Komite Remunerasi, pada saat itu komite dipimpin oleh Ridwan Nurazi, namun Informasi yang berkembang menyebutkan keputusan tersebut lantaran dorong dari Riduan Koto.

Baca Juga :  Gubernur Bengkulu Apresiasi Pengurus KONI Tak Digaji, Anggaran Difokuskan untuk Atlet

Beberapa sumber menyebutkan, usulan tersebut muncul setelah Riduan Koto meyakinkan bahwa langkah tersebut telah dikoordinasikan dengan OJK Bengkulu.

Namun belakangan OJK memberikan klarifikasi yang berbeda. Kepala OJK Bengkulu menyatakan bahwa pengajuan empat kandidat untuk satu jabatan direksi tidak sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan OJK (POJK).

Pernyataan tersebut memicu kritik publik dan memperkuat anggapan bahwa kebijakan tersebut merupakan kesalahan prosedur dalam proses pengambilan keputusan.

Situasi ini kemudian mendorong adanya koreksi terhadap keputusan sebelumnya. Ridwan Koto disebut mengajukan kembali hanya dua nama calon Direktur Utama kepada OJK untuk mengikuti tahapan fit and proper test.

Dua kandidat yang diajukan merupakan peringkat pertama dan kedua dari empat nama yang sebelumnya ditetapkan dalam RUPS.

Meski langkah koreksi telah dilakukan, polemik tidak serta-merta berhenti.

OJK disebut memberikan teguran kepada Bank Bengkulu karena proses awal dinilai tidak mengikuti ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  2 Gajah dan 1 Harimau Mati di Mukomuko, Alarm Keras untuk Satwa Dilindungi

Teguran tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kebijakan di sektor perbankan harus sepenuhnya mematuhi regulasi yang telah ditetapkan.

Beberapa kalangan menilai persoalan ini menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam pengambilan keputusan strategis, khususnya yang berkaitan dengan struktur kepemimpinan bank.

Proses penentuan direksi dan komisaris merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas dan kredibilitas lembaga keuangan.

Karena itu, keputusan yang tidak mengikuti regulasi berpotensi menimbulkan polemik serta mempengaruhi kepercayaan publik.

Dalam perkembangan berikutnya, dinamika internal juga ikut berubah.

Ridwan Nurazi dilaporkan mengundurkan diri dari posisinya dalam Komite Remunerasi. Hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait alasan pengunduran diri tersebut.

Di tengah polemik yang berkembang, perhatian publik kini tertuju pada langkah OJK selanjutnya.

Sejumlah pihak menilai OJK perlu memberikan penjelasan yang lebih komprehensif agar polemik ini tidak berkembang menjadi spekulasi yang lebih luas.

Berita Terkait

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan
Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional
Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak
Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku
Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi
Bank Bengkulu Paparkan Capaian Positif, Dividen dan Kontribusi Pajak Terus Meningkat
Relawan MBG Ditemukan Tewas di Sungai, Polisi Temukan Dugaan Tanda Kekerasan
SMKN 1 Bengkulu Nekat Study Banding, Dikbud Bengkulu Pastikan Sanksi Tegas
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:34 WIB

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan

Rabu, 16 September 2026 - 13:47 WIB

Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 18:31 WIB

Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak

Selasa, 15 September 2026 - 18:18 WIB

Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku

Senin, 14 September 2026 - 19:46 WIB

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Berita Terbaru

Bengkulu

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Senin, 14 Sep 2026 - 19:46 WIB