Aksi Demo Nasional Ramai, Bengkulu Masih Sepi, Penggiat HAM Soroti Peran Mahasiswa

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Gelombang demonstrasi mahasiswa yang terjadi di berbagai daerah dalam beberapa waktu terakhir belum terlihat di Provinsi Bengkulu.

Di saat sejumlah kampus dan kelompok masyarakat di berbagai kota menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat, suasana di Bengkulu justru terbilang tenang tanpa adanya aksi besar dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) maupun organisasi kepemudaan.

Berbagai isu nasional menjadi pemicu aksi mahasiswa di sejumlah daerah. Mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), melonjaknya harga kebutuhan pokok, kondisi ekonomi yang dinilai belum stabil, hingga sejumlah kebijakan pemerintah seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, kebijakan ekspor CPO satu pintu, serta pembahasan Rancangan Undang-Undang Polri yang memunculkan berbagai tanggapan di ruang publik.

Minimnya respons gerakan mahasiswa di Bengkulu mendapat perhatian dari Penggiat HAM dan Demokrasi, Oky Alex S, SH. Menurutnya, masyarakat masih menaruh harapan besar kepada mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang memiliki kemampuan menganalisis persoalan dan menyuarakan kepentingan publik.

“Masyarakat masih berharap mahasiswa hadir menyuarakan berbagai kegelisahan yang dirasakan. Bagaimana mahasiswa menjalankan perannya tentu menjadi pilihan mereka sendiri, tetapi sikap kritis tetap diperlukan dalam melihat persoalan yang sedang terjadi,” ujar Oky.

Baca Juga :  Dirlantas Polda Bengkulu Turun Langsung Petakan Wilayah, Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan

Ia menjelaskan, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam kehidupan demokrasi karena mampu melihat berbagai persoalan dari sudut pandang akademis dan objektif. Oleh sebab itu, suara mahasiswa dinilai tetap relevan dalam mengawal berbagai kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Menurut Oky, aksi yang terjadi di berbagai daerah merupakan bentuk respons terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan kebijakan yang berkembang saat ini. Kehadiran mahasiswa dalam ruang publik bukan semata-mata untuk melakukan kritik, tetapi juga memberikan masukan dan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah.

“Mahasiswa memiliki kemampuan analisis yang kuat. Ketika mereka turun menyampaikan aspirasi, itu merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa dan masyarakat,” katanya.

Ia juga menyoroti sejumlah kampus besar di Indonesia yang mulai menyuarakan evaluasi terhadap berbagai program pemerintah. Hal itu menurutnya merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial yang selama ini melekat pada gerakan mahasiswa.

Lebih lanjut, Oky menilai masih banyak persoalan yang dirasakan masyarakat di tingkat bawah. Namun berbagai keluhan tersebut sering kali hanya menjadi pembicaraan di warung kopi, lingkungan tempat tinggal, atau forum informal lainnya tanpa tersampaikan kepada pengambil kebijakan.

Baca Juga :  Sultan Minta Pemda Siapkan Hilirisasi, Tarif Ekspor Turun Jadi Peluang Besar Daerah

“Di masyarakat sebenarnya banyak suara yang muncul. Ada keresahan soal ekonomi, harga kebutuhan pokok, hingga berbagai kebijakan yang dianggap perlu dievaluasi. Jangan sampai semua itu hanya berhenti menjadi obrolan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Dengan kapasitas intelektual yang dimiliki, mahasiswa dapat mengangkat berbagai persoalan publik menjadi masukan yang konstruktif bagi pembangunan dan perbaikan kebijakan.

Oky menegaskan bahwa demokrasi membutuhkan ruang partisipasi yang sehat. Dalam sistem demokrasi, kritik dan aspirasi yang disampaikan secara terbuka merupakan bagian penting untuk menjaga keseimbangan antara pemerintah dan masyarakat.

“Mahasiswa adalah agen perubahan dan corong aspirasi rakyat. Kehadiran mereka dalam menyampaikan pandangan, kritik, maupun masukan sangat penting untuk menjaga kualitas demokrasi,” tegasnya.

Ia berharap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat tidak berhenti menjadi keluhan semata. Menurutnya, seluruh elemen, termasuk mahasiswa, perlu terus menjaga ruang demokrasi agar aspirasi publik dapat tersampaikan dengan baik kepada pemerintah.

“Jangan sampai persoalan masyarakat mandek dan tidak pernah sampai kepada pihak yang berwenang. Peran mahasiswa sebagai kelompok terpelajar masih sangat dibutuhkan dalam menjaga demokrasi dan menyuarakan kepentingan publik,” tutup Oky.

Berita Terkait

Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah, LPPM UNIB Dorong Desa Kelindang Atas Jadi Percontohan Lingkungan Berkelanjutan
Pemprov Bengkulu Gelontorkan Dana Banpol Rp3,78 Miliar, Golkar Terima Alokasi Terbesar
Pertamax Turun Rp350 per Liter, Pemprov Bengkulu Pastikan Pasokan BBM Tetap Aman
Tiga Guru SD IT Rabbani Bengkulu Mengaku Dipecat Mendadak, Belasan Tahun Pengabdian Berakhir Tanpa Kejelasan
KPK Geledah Rumah Mantan PJ Wali Kota Bengkulu Arif Gunadi, Empat Koper dan Satu Kardus Dibawa Penyidik
Hakim Vonis Latipa 3 Tahun 6 Bulan Penjara, Perintahkan Langsung Ditahan
RSKJ Soeprapto Bertransformasi Menjadi RS Umum Merah Putih
Video Viral Diduga Libatkan Oknum Pejabat Pemprov Bengkulu, Inspektorat Masih Tunggu Pembentukan Tim Pemeriksa
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah, LPPM UNIB Dorong Desa Kelindang Atas Jadi Percontohan Lingkungan Berkelanjutan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Pemprov Bengkulu Gelontorkan Dana Banpol Rp3,78 Miliar, Golkar Terima Alokasi Terbesar

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Pertamax Turun Rp350 per Liter, Pemprov Bengkulu Pastikan Pasokan BBM Tetap Aman

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Tiga Guru SD IT Rabbani Bengkulu Mengaku Dipecat Mendadak, Belasan Tahun Pengabdian Berakhir Tanpa Kejelasan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 01:00 WIB

KPK Geledah Rumah Mantan PJ Wali Kota Bengkulu Arif Gunadi, Empat Koper dan Satu Kardus Dibawa Penyidik

Berita Terbaru