Harga Sawit di Bengkulu Rp 1.500, Petani Khawatir Kebijakan Ekspor Satu Pintu Rugikan Rakyat

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga TBS sawit di Bengkulu anjlok usai pidato Presiden Prabowo terkait ekspor satu pintu melalui BUMN. Petani khawatir kebijakan tersebut merugikan sektor sawit.

Harga TBS sawit di Bengkulu anjlok usai pidato Presiden Prabowo terkait ekspor satu pintu melalui BUMN. Petani khawatir kebijakan tersebut merugikan sektor sawit.

BENGKULUBAROMETER – Rencana pemerintah menerapkan sistem ekspor satu pintu melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai menimbulkan keresahan di kalangan petani sawit di Provinsi Bengkulu. Ketua Aliansi Petani Sawit Provinsi Bengkulu, Edi Mashury, menyebut harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit langsung mengalami penurunan tajam usai pidato Presiden Prabowo terkait kebijakan tersebut.

Menurut Edi, harga sawit di tingkat pabrik sebelumnya masih berada di kisaran Rp3.200 per kilogram. Namun dalam waktu singkat turun menjadi sekitar Rp2.400 per kilogram. Bahkan di tingkat petani dan RAM, harga disebut hanya berkisar Rp1.500 hingga Rp2.000 per kilogram.

“Dalam satu malam saja terjadi dua kali penurunan harga. Ini bukan semata karena dolar, tetapi respons pasar terhadap pidato presiden soal ekspor satu pintu melalui BUMN,” ujar Edi saat dikonfirmasi.

Baca Juga :  MDLand : Dirgahayu Provinsi Bengkulu, ke 57 Tahun, Semoga Semakin Maju, Rakyat Sejahtera dan Bahagia

Ia menilai pasar internasional sangat sensitif terhadap kebijakan yang dianggap memperpanjang birokrasi ekspor. Jika proses distribusi lambat, pembeli luar negeri dikhawatirkan beralih ke negara lain.

“Kami khawatir terjadi bottleneck atau penumpukan proses di satu pintu. Dunia perdagangan global sangat mengutamakan pelayanan cepat dan sederhana,” katanya.

Edi juga mengingatkan pengalaman saat larangan ekspor sawit pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Saat itu harga sawit sempat turun drastis hingga menyentuh Rp2.000 per kilogram.

Baca Juga :  Ustadz Kondang KH ES Mubarok Hadir di HUT Bengkulu Tengah, Masyarakat Diajak Ramaikan Istighotsah Akbar

Menurutnya, niat pemerintah untuk memperbaiki tata kelola ekspor memang baik, terutama untuk mencegah kebocoran penerimaan negara. Namun kebijakan tersebut jangan sampai justru membuat petani sawit menjadi korban utama.

“Objek penderita itu sektor hulu, yaitu petani. Jangan sampai niat memperbaiki tata kelola justru membuat petani semakin terpuruk,” tegasnya.

Selain harga sawit yang turun, petani juga dihadapkan pada kenaikan harga pupuk dan bahan penunjang pertanian. Harga boraks yang sebelumnya sekitar Rp460 ribu kini naik menjadi Rp1,3 juta.

Edi berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan dampak kebijakan tersebut terhadap jutaan petani sawit di daerah sebelum sistem ekspor satu pintu diterapkan secara penuh.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dirlantas Polda Bengkulu Turun Langsung Petakan Wilayah, Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan
Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat
Inflasi Bengkulu Juli 2026 Dipicu BBM dan Biaya Pendidikan
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Dirlantas Polda Bengkulu Turun Langsung Petakan Wilayah, Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Inflasi Bengkulu Juli 2026 Dipicu BBM dan Biaya Pendidikan

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Berita Terbaru

Bengkulu

Inflasi Bengkulu Juli 2026 Dipicu BBM dan Biaya Pendidikan

Senin, 3 Agu 2026 - 20:50 WIB