Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Hujan lebat yang mengguyur Kota Bengkulu pada Senin malam (03/08/2026) menyebabkan banjir di kawasan Jalan Seruni, RT 21 RW 02. Genangan air tidak hanya merendam rumah-rumah warga, tetapi juga masuk ke lingkungan SD Negeri 32 Kota Bengkulu hingga mengganggu aktivitas dan akses transportasi di wilayah tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, air menggenangi ruas jalan utama dengan arus yang cukup deras. Kondisi itu membuat kendaraan tidak dapat melintas dengan aman. Warga pun terpaksa menutup sementara akses jalan untuk menghindari risiko kecelakaan dan kerusakan kendaraan.

Satu unit sepeda motor dilaporkan mogok setelah nekat menerobos genangan yang cukup tinggi. Peristiwa tersebut semakin memperlihatkan dampak banjir yang terjadi akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa jam.

Banjir yang melanda kawasan Jalan Seruni tergolong cukup parah. Ketinggian air dilaporkan mencapai sepinggang orang dewasa, baik di badan jalan maupun di dalam rumah warga. Genangan juga masuk ke area SD Negeri 32 Kota Bengkulu yang berada tidak jauh dari permukiman.

Salah seorang warga, Putri Nur Ilhami, mengatakan banjir sudah menjadi persoalan yang berulang setiap kali hujan deras turun. Menurutnya, kondisi saluran drainase yang tidak berfungsi optimal menjadi penyebab utama meluapnya air ke lingkungan warga.

Baca Juga :  Kejati Bengkulu Siapkan Aturan Restorative Justice, Libatkan Akademisi dan Tokoh Masyarakat

“Kalau hujan deras pasti banjir. Air masuk ke rumah-rumah warga dan SD Negeri 32 juga terdampak. Tingginya sudah sampai sepinggang orang dewasa,” ujar Putri saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, beberapa tahun lalu wilayah tersebut masih mampu menampung debit air hujan tanpa mengalami banjir yang signifikan. Namun kondisi berubah setelah saluran drainase tidak lagi berfungsi dengan baik sehingga aliran air terhambat.

Menurut Putri, sedimentasi dan penyumbatan pada saluran air membuat air hujan tidak dapat mengalir lancar menuju jalur pembuangan. Akibatnya, setiap hujan dengan intensitas tinggi langsung memicu genangan di kawasan permukiman.

“Dulu hujan besar tidak sampai seperti ini. Sekarang siringnya mandek, aliran air tidak lancar. Akhirnya setiap hujan deras kami pasti kebanjiran,” katanya.

Menghadapi banjir yang kerap terjadi, warga mulai terbiasa melakukan langkah antisipasi. Putri mengaku keluarganya segera memindahkan barang elektronik dan peralatan rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi begitu hujan turun dengan intensitas tinggi.

Kulkas, kipas angin, serta sejumlah barang berharga lainnya diamankan untuk menghindari kerusakan akibat terendam air. Langkah tersebut dilakukan karena warga sudah memperkirakan banjir akan kembali terjadi.

“Barang elektronik langsung kami pindahkan karena sudah tahu air pasti naik. Alhamdulillah kami tidak sampai mengungsi. Biasanya kalau air di luar surut, air di dalam rumah juga ikut surut,” ujarnya.

Baca Juga :  Helikopter Siaga, Ratusan Personel Turun ke Pantai, Ancaman Megathrust Seakan Nyata

Meski tidak mengungsi, warga tetap harus menghadapi pekerjaan tambahan setelah banjir mereda. Lumpur dan sampah yang terbawa arus masuk ke rumah sehingga membutuhkan waktu untuk membersihkan kembali lingkungan tempat tinggal.

Warga juga menyoroti belum adanya solusi permanen terhadap persoalan banjir di kawasan tersebut. Putri mengungkapkan bahwa saat banjir besar terjadi pada akhir tahun lalu, sejumlah pihak seperti kelurahan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Basarnas sempat meninjau lokasi.

Namun hingga kini, menurutnya, belum ada perbaikan menyeluruh pada sistem drainase yang menjadi sumber persoalan. Akibatnya, warga masih harus menghadapi ancaman banjir setiap kali hujan deras mengguyur Kota Bengkulu.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki saluran drainase dan menormalisasi aliran air di kawasan Jalan Seruni. Perbaikan tersebut dinilai penting agar banjir tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas warga maupun kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 32 Kota Bengkulu.

“Harapan kami sederhana, semoga setiap hujan tidak banjir lagi dan masalah ini segera ditindaklanjuti,” kata Putri.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Pemkot, Polda dan REI Gotong Royong Bangun Rumah Guru Ngaji Korban Kebakaran
Destita Khairilisani: Sekolah Rakyat Kaur Wujud Pemerataan Pendidikan dan Pembentukan Karakter
164 ASN Dilantik Herwan Antoni Ingatkan ASN Bengkulu Tinggalkan Budaya “Ngopi dan Tiktokan” di Jam Kerja
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:59 WIB

HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern

Berita Terbaru