NARASIDEMOKRASI – Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu kembali menunjukkan denyut kehidupannya. Setelah sempat terganggu akibat pendangkalan alur, pelabuhan utama di pesisir barat Sumatera ini perlahan bangkit. Pada Selasa, 31 Desember 2024, pukul 15.40 WIB, sebuah kapal bermuatan besar berhasil melintas dengan aman dan lancar. Momen ini menjadi penanda penting bahwa upaya normalisasi alur pelayaran mulai membuahkan hasil nyata.
Kapal KM Caraka Jaya III-11 dengan panjang keseluruhan (Length Over All/LOA) 98 meter dan draft 5,8 meter melintasi alur Pelabuhan Pulau Baai tanpa hambatan berarti. Kapal tersebut mengangkut muatan 3.500 metric ton (MT) semen, salah satu komoditas strategis yang menopang sektor konstruksi dan pembangunan di Bengkulu dan sekitarnya. Keberhasilan pelayaran ini disambut positif oleh pengelola pelabuhan dan otoritas terkait.
General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, menyebut keberhasilan kapal tersebut sebagai indikator membaiknya kondisi alur pelayaran. Menurutnya, kapal dengan draft hampir enam meter dapat melintas tanpa kendala merupakan sinyal kuat bahwa fungsi alur kembali andal untuk mendukung arus logistik.
“Keberhasilan KM Caraka Jaya III-11 melintas dengan aman menunjukkan bahwa upaya normalisasi alur Pelabuhan Pulau Baai berjalan sesuai rencana. Dengan muatan 3.500 MT semen dan draft 5,8 meter, kapal dapat melalui alur tanpa hambatan. Ini menjadi sinyal positif bagi kelancaran logistik Bengkulu,” ujar Dimas.
Ia menjelaskan, perbaikan kondisi alur tidak terjadi secara instan. Prosesnya melibatkan kerja terpadu antara Pelindo, KSOP Kelas III Bengkulu, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Setiap tahapan dilakukan melalui pemantauan teknis yang ketat, mulai dari pengukuran kedalaman, pengawasan navigasi, hingga pengamanan keselamatan pelayaran.
Menurut Dimas, keselamatan menjadi prinsip utama dalam setiap operasional pelabuhan. Tidak ada kompromi terkait aspek ini, mengingat pelayaran menyangkut keselamatan awak kapal, keamanan muatan, serta kelancaran distribusi barang ke masyarakat. Oleh karena itu, setiap kapal yang melintas wajib memenuhi ketentuan teknis dan keselamatan sesuai regulasi yang berlaku.
“Kami memastikan setiap kapal yang melintas memenuhi aspek keselamatan. Seluruh aktivitas didasarkan pada hasil pengukuran dan verifikasi teknis, serta koordinasi intensif dengan otoritas pelayaran. Keberhasilan ini bukan hanya penting bagi Pelindo, tetapi juga bagi kepastian distribusi logistik dan kebutuhan strategis masyarakat Bengkulu,” jelasnya.
Pulihnya alur Pelabuhan Pulau Baai membawa harapan besar bagi perekonomian daerah. Selama ini, pelabuhan tersebut menjadi simpul utama distribusi barang masuk dan keluar Bengkulu, mulai dari bahan bangunan, kebutuhan pokok, hingga komoditas unggulan daerah. Ketika alur terganggu, rantai pasok ikut terhambat dan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi.
Dengan mulai normalnya kembali alur pelayaran, Pelindo Regional 2 Bengkulu berkomitmen menjaga kondisi tersebut melalui pekerjaan pemeliharaan dan pengawasan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan sembari menunggu tahapan normalisasi lanjutan agar alur pelayaran semakin stabil dan mampu melayani kapal dengan kapasitas lebih besar secara konsisten.
“Ini momentum awal yang baik. Kami optimistis aktivitas kepelabuhanan akan terus meningkat dan memberi dampak positif bagi perekonomian Bengkulu ke depan,” kata Dimas.
Senada dengan Pelindo, Kepala KSOP Kelas III Bengkulu, Petrus Christanto Maturbongs, memastikan bahwa pelayaran KM Caraka Jaya III-11 telah melalui seluruh proses verifikasi teknis sesuai standar keselamatan pelayaran. Ia menegaskan, setiap kapal yang melintas di alur Pelabuhan Pulau Baai harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
“Pelayaran KM Caraka Jaya III-11 telah kami pantau dan verifikasi. Dari sisi teknis dan keselamatan, kapal dinyatakan memenuhi ketentuan dan pelayaran berlangsung aman,” ujar Petrus.
Ia menambahkan, KSOP akan terus melakukan pengawasan ketat dan koordinasi dengan Pelindo. Pemantauan kondisi alur dan klasifikasi kapal yang dapat melintas menjadi perhatian utama, agar keselamatan navigasi tetap terjaga seiring meningkatnya aktivitas pelabuhan.
Keberhasilan pelayaran kapal bermuatan besar ini menjadi kabar baik di penghujung tahun. Bagi Bengkulu, Pulau Baai bukan sekadar pelabuhan, tetapi urat nadi ekonomi daerah. Ketika alurnya kembali pulih, harapan akan distribusi logistik yang lancar dan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat pun ikut menguat.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









