BENGKULUBAROMETER – Suasana Masjid Jamik Bintuhan, Pasar Bintuhan, Kabupaten Kaur, Jumat (20/2), terasa berbeda. Ratusan warga memadati masjid untuk mengikuti Safari Ramadan 1447 H/2026 bersama Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat itu bukan sekadar ibadah bersama, tetapi juga menjadi forum penyampaian kabar pembangunan untuk masyarakat Kaur.
Dalam sambutannya, Helmi Hasan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mempercepat pembangunan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah kabupaten. Salah satu kabar yang paling dinanti adalah kepastian pencairan Dana Bagi Hasil (DBH) yang sempat tertunda.
“Kolaborasi ini sangat penting. Saya yakin Bupati Kaur yang sekarang adalah yang terbaik. InsyãAllah, pada bulan Maret Kaur akan menerima DBH,” ujar Helmi disambut tepuk tangan jamaah.
DBH yang akan dicairkan nilainya lebih dari Rp200 miliar. Dana tersebut diharapkan mampu memperkuat program pembangunan daerah serta mempercepat berbagai kebutuhan prioritas masyarakat.
Bupati Kaur, Gusril Pausi, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Bengkulu. Ia menyebut sejumlah program telah berjalan, mulai dari penyerahan bus sekolah pada hari yang sama, bantuan ambulans sebelumnya, hingga pembangunan beberapa ruas jalan provinsi.
“Beberapa ruas jalan kewenangan provinsi telah dibangun, seperti di Lungkang Kule. Ke depan, jalan Muara Sahung juga akan dibangun,” kata Gusril.
Tak hanya itu, untuk Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp36 miliar untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kaur. Anggaran tersebut digunakan untuk rekonstruksi Jalan Tanjung Kemuning–Datar Lebar senilai Rp21 miliar dan Jalan Tanjung Iman–Muara Sahung sebesar Rp15 miliar.
Kehadiran Gubernur dalam Safari Ramadan ini juga menjadi simbol komitmen bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Helmi menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan hanya agenda seremonial, tetapi wadah mendengar langsung aspirasi masyarakat.
Di akhir sambutannya, Helmi mengingatkan pentingnya kepedulian sosial, khususnya terhadap anak yatim.
“Jangan lupa menyantuni anak yatim. InsyãAllah, daerah kita akan diberkahi dan dijaga Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pesannya.
Safari Ramadan di Kaur menjadi bukti bahwa pembangunan dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan. Harapannya, sinergi antara provinsi dan kabupaten mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Kaur.









