Jadi Temuan, Golkar Tegas Tolak Pertanggungjawaban APBD Bengkulu 2025

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBARKMETER  – Fraksi Partai Golkar mengambil sikap berbeda dalam pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2025. Golkar menjadi satu-satunya fraksi di DPRD Provinsi Bengkulu yang menolak Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025.

Sikap tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (24/8/2026), dengan agenda penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025.

Jalannya paripurna sempat tertunda beberapa kali. Penyebabnya, jumlah anggota DPRD yang hadir belum memenuhi kuorum. Rapat baru dilanjutkan setelah jumlah anggota yang hadir dinyatakan mencukupi.

Dalam pendapat akhir, delapan fraksi menyampaikan sikap masing-masing. Tujuh fraksi memilih menerima atau menyetujui Raperda tersebut dengan sejumlah catatan. Sementara Fraksi Golkar berdiri sendiri dengan menyatakan penolakan.

Juru Bicara Fraksi Partai Golkar, Juhaili, mengatakan keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Menurut dia, sikap Golkar didasarkan pada berbagai temuan yang diperoleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Bengkulu selama melakukan pembahasan terhadap pertanggungjawaban APBD 2025.

Baca Juga :  Pacar "Paman Penakluk Naga" Mahasiswi Unib, Rektor: Angkat Bicara

Golkar menilai temuan-temuan tersebut cukup menjadi dasar bagi fraksinya untuk tidak memberikan persetujuan.

“Karena banyak temuan, otomatis kita harus menolak pertanggungjawaban APBD 2025,” ujar Juhaili saat menyampaikan pandangan akhir fraksi.

Juhaili menegaskan, penolakan tersebut merupakan sikap resmi Fraksi Partai Golkar terhadap pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran tahun 2025.

Sikap Golkar berbeda dengan tujuh fraksi lainnya, yakni Fraksi PAN, PDI Perjuangan, Gerindra, Demokrat, NasDem, Kebangkitan Keadilan, serta Nurani Pembangunan.

Ketujuh fraksi tersebut menyatakan menerima atau menyetujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025. Namun, persetujuan tidak diberikan tanpa evaluasi. Sejumlah catatan dan masukan tetap disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menjadi perhatian.

Dengan komposisi tersebut, Golkar menjadi satu-satunya fraksi yang mengambil posisi menolak dalam rapat paripurna.

Menanggapi perbedaan pandangan di DPRD, Wakil Gubernur Bengkulu Mian mengatakan dinamika tersebut merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi.

Baca Juga :  LOKA NARA Resmi Hadir di Bengkulu, Jadi Ruang Aman dan Wadah Pemberdayaan Perempuan

Menurut Mian, pemerintah daerah menghormati sikap masing-masing fraksi. Terlebih, sebagian besar fraksi tetap memberikan persetujuan meskipun disertai sejumlah catatan.

“Namanya beda pendapat itu adalah bagian dari dinamika demokrasi. Alhamdulillah, sebagian besar fraksi menerima dengan catatan,” kata Mian.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi Bengkulu akan mencermati berbagai catatan dan masukan yang disampaikan DPRD.

Namun, tindak lanjut terhadap rekomendasi tersebut tetap harus mengacu pada ketentuan dan peraturan perundang-undangan.

“Catatan-catatan itu tentunya akan kita tindak lanjuti manakala sesuai dengan aturan dan regulasi perundang-undangan,” ujarnya.

Mian menilai perbedaan pandangan antara legislatif dan eksekutif tidak seharusnya menghambat jalannya pemerintahan.

Sebaliknya, kritik, evaluasi dan pengawasan DPRD dapat menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan daerah.

“Dua sisi pemerintahan ini tetap berjalan secara kolaboratif untuk menciptakan yang terbaik untuk rakyat Provinsi Bengkulu,” tegas Mian.

Berita Terkait

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang
Dorong Peternakan Modern, Bengkulu Dibidik Jadi Pusat Industri Sapi dan Pakan Sawit
Helmi Sebut Rehabilitasi Stadion GOR Sawah Lebar Bengkulu Butuh Anggaran Rp80 Miliar
Jelang Hari Pahlawan 2026, Pemprov Bengkulu Siapkan Ziarah dan Tabur Bunga
Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian
Berita ini 167 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:17 WIB

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang

Jumat, 6 November 2026 - 15:24 WIB

Dorong Peternakan Modern, Bengkulu Dibidik Jadi Pusat Industri Sapi dan Pakan Sawit

Jumat, 6 November 2026 - 14:43 WIB

Helmi Sebut Rehabilitasi Stadion GOR Sawah Lebar Bengkulu Butuh Anggaran Rp80 Miliar

Jumat, 6 November 2026 - 13:14 WIB

Jelang Hari Pahlawan 2026, Pemprov Bengkulu Siapkan Ziarah dan Tabur Bunga

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Berita Terbaru

Bengkulu

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang

Jumat, 6 Nov 2026 - 16:17 WIB