BENGKULUBAROMETET – Solidaritas kemanusiaan kembali ditunjukkan Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI). Organisasi ini menembus jarak geografis antarpulau dengan menyalurkan bantuan alat penerangan tenaga surya atau solar cell ke dua kabupaten di Provinsi Aceh, yakni Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Bantuan tersebut diberikan menyusul bencana banjir dan longsor yang melanda dua wilayah dataran tinggi Aceh itu akibat siklon tropis. Bencana tersebut tak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tetapi juga menyebabkan terputusnya aliran listrik di sejumlah titik permukiman warga.
Ketua Umum DPP HPMPI, Steven, mengatakan bantuan solar cell dipilih setelah pihaknya melakukan inventarisasi kebutuhan di lapangan. Pendataan dilakukan bersama pengurus daerah HPMPI serta berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten setempat.
“Setelah kami menerima laporan dari daerah, kebutuhan paling mendesak yang disampaikan adalah penerangan. Banyak wilayah gelap total saat malam hari karena listrik terputus,” kata Steven saat memimpin langsung penyaluran bantuan, Kamis (15/1/2025).
Menurut Steven, kondisi minim penerangan sangat menyulitkan proses pemulihan pasca bencana. Aktivitas warga terhambat, keamanan lingkungan menurun, dan distribusi bantuan pun menjadi tidak optimal.
“Bukan hanya rumah yang rusak, tapi akses listrik juga lumpuh. Ini sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak dan lansia,” ujarnya.
HPMPI pun memutuskan menyalurkan sekitar 100 unit solar cell yang dapat langsung digunakan oleh masyarakat tanpa bergantung pada jaringan listrik PLN. Alat penerangan ini dinilai praktis dan cocok untuk kondisi darurat.
Steven mengungkapkan, pengiriman bantuan dilakukan melalui jalur darat dari Provinsi Bengkulu menuju Aceh. Perjalanan panjang itu menjadi tantangan tersendiri karena sejumlah daerah yang dilalui masih terdampak sisa-sisa bencana.
“Perjalanannya cukup berat dan memakan waktu lama. Bahkan di beberapa titik, kami masih melihat bekas longsor dan banjir,” tutur Steven.
Meski demikian, HPMPI tetap berkomitmen menyalurkan bantuan tepat sasaran. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga beraktivitas di malam hari, menjaga keamanan lingkungan, serta mendukung proses pemulihan pasca bencana.
“Ini adalah wujud nyata solidaritas kami. Kami ingin masyarakat Aceh tahu bahwa mereka tidak sendirian,” kata Steven
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









