BENGKULUBAROMETER – Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membawa tantangan baru bagi institusi kepolisian. Di era digital, tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memastikan informasi publik tersampaikan secara cepat, akurat, dan transparan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Divisi Humas Polri melalui Biro Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PID) bekerja sama dengan Polda Bengkulu menggelar Diskusi Keterbukaan Informasi Publik di Hotel Mercure Bengkulu, Kamis, 30 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi forum evaluasi sekaligus penguatan strategi kehumasan Polri dalam menghadapi perubahan pola komunikasi masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi digital. Diskusi diikuti jajaran Divhumas Polri, Pejabat Utama Polda Bengkulu, perwakilan satuan kerja, Polres jajaran, serta kalangan akademisi.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Karo PID Divhumas Polri Brigjen Pol. Raden Saptono Erlangga, Kabag Yaninfodok Kombes Pol. Komang Suartana, dan Wakapolda Bengkulu Brigjen Pol. Prianto Teguh Nugroho.
Mewakili Kapolda Bengkulu, Wakapolda Brigjen Pol. Prianto Teguh Nugroho mengatakan perkembangan teknologi komunikasi menuntut personel kehumasan Polri untuk terus beradaptasi. Menurut dia, humas harus mampu bekerja lebih profesional, responsif, dan fleksibel dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat.
“Kegiatan Diskusi Keterbukaan Informasi Publik ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum strategis untuk melakukan evaluasi, menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan langkah-langkah terbaik dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan fungsi kehumasan di lingkungan Polda Bengkulu,” ujar Prianto saat membacakan sambutan Kapolda.
Ia menegaskan, keterbukaan informasi menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Semakin terbuka akses informasi yang diberikan, semakin kuat pula legitimasi publik terhadap kinerja kepolisian.
Dalam kesempatan yang sama, Karo PID Divhumas Polri Brigjen Pol. Raden Saptono Erlangga menekankan bahwa keterbukaan informasi publik saat ini bukan lagi sekadar kewajiban administratif. Menurutnya, transparansi telah menjadi kebutuhan strategis untuk menciptakan tata kelola pemerintahan dan kepolisian yang akuntabel.
“Keterbukaan informasi harus mampu menghadirkan informasi yang dibutuhkan masyarakat secara cepat dan akurat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri,” kata Erlangga.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan informasi, Divhumas Polri terus mempercepat transformasi digital di bidang kehumasan. Berbagai platform komunikasi resmi telah dikembangkan dan diintegrasikan guna mempermudah akses masyarakat terhadap informasi kepolisian.
Platform tersebut meliputi Website Humas Polri, SPIT, Mediahub, TBNews, Polri TV, Portal Humas, PoliceTube, berbagai akun media sosial resmi, hingga pemanfaatan videotron di sejumlah titik strategis.
Melalui diskusi ini, Divhumas Polri dan Polda Bengkulu berharap dapat memperkuat sinergi dalam membangun sistem komunikasi publik yang lebih modern dan adaptif. Kehumasan Polri di daerah diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi yang mampu membangun kepercayaan serta menjawab kebutuhan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.
Forum tersebut juga menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat pelayanan informasi publik, meningkatkan kualitas pengelolaan dokumentasi, serta mempercepat respons terhadap kebutuhan informasi masyarakat. Langkah ini dinilai penting agar Polri tetap relevan, terbuka, dan dipercaya publik di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









