Senator Destita Dorong SPPG Bengkulu Prioritaskan Sayur dan Ikan Lokal untuk Sukseskan Program MBG

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER  – Anggota DPD RI dapil Bengkulu, Destita Khairilisani, mendorong agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Provinsi Bengkulu memaksimalkan penyerapan hasil pertanian dan perikanan lokal untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dorongan tersebut disampaikan Destita saat mengunjungi kebun sayur di kawasan Kelurahan Kebun Tebeng, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu. Dalam kunjungan itu, ia juga bersilaturahmi dengan para petani di Kelurahan Tanah Patah dan Tebeng.

Menurutnya, Bengkulu memiliki potensi besar untuk menopang kebutuhan bahan baku dapur MBG, terutama dari sektor sayur-mayur dan perikanan. Ia menilai, pemanfaatan hasil produksi lokal akan membuat program MBG lebih efektif sekaligus memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.

“Contoh kecilnya ada di sini. SPPG terdekat bisa langsung membeli sayur dari petani sekitar. Ini lebih segar dan tentu membantu petani kita,” ujar Destita.

Ia menyebut sejumlah daerah seperti Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong dikenal sebagai sentra produksi sayuran di Bengkulu. Potensi tersebut, menurutnya, harus terhubung langsung dengan kebutuhan dapur MBG di setiap wilayah.

Baca Juga :  Kabur Ke Jawa Barat Pemilik Showroom Mobil Gelapkan Rp5 Miliar, Ditangkap Polisi

Tak hanya sektor pertanian, Destita juga menyoroti potensi besar sektor perikanan di Bengkulu. Kawasan Pelabuhan Pulau Baai di Kota Bengkulu disebut memiliki hasil tangkapan laut yang melimpah dan beragam. Selain itu, potensi perikanan juga terdapat di Pelabuhan Nasional Seluma serta wilayah pesisir Kabupaten Mukomuko.

Menurut Destita, ikan sebagai sumber protein hewani memiliki peran penting dalam memenuhi standar gizi anak-anak penerima manfaat MBG. Asupan protein yang cukup, katanya, sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak.

“SPPG yang berada di wilayah pesisir bisa bekerja sama langsung dengan nelayan atau koperasi perikanan setempat. Dengan begitu, kebutuhan protein hewani terpenuhi dengan kualitas segar dan harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.

Ia menegaskan, optimalisasi serapan hasil pertanian dan perikanan lokal bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga tentang perputaran ekonomi daerah. Jika dapur MBG menyerap hasil panen petani dan tangkapan nelayan secara rutin, maka akan tercipta kepastian pasar bagi mereka.

Baca Juga :  Korem 041/Gamas Kirim Empat Truk Bantuan ke Sumbar: Bukti Nyata Kepedulian dan Respons Cepat TNI Hadapi Bencana

Menurutnya, pola kerja sama yang terintegrasi antara SPPG, pemerintah daerah, kelompok tani, dan nelayan perlu segera diperkuat. Dengan sistem distribusi yang tertata, pasokan bahan pangan untuk MBG bisa terjaga dari sisi kualitas, kuantitas, dan harga.

Destita berharap program MBG di Bengkulu tidak hanya berfokus pada penyaluran makanan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Ia menilai, konsep ini sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program MBG harus memberi manfaat ganda. Anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik, sementara petani dan nelayan kita juga merasakan dampak ekonominya,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung langkah ini, agar pelaksanaan MBG di Bengkulu benar-benar berbasis pada potensi daerah sendiri. Dengan begitu, program nasional tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp7,93 Miliar di Dinas PUPR, Jadi Catatan di Balik Raihan WTP 
Bengkulu Pertahankan WTP ke-9 Berturut-turut, Helmi Hasan Pastikan Seluruh Temuan BPK Dituntaskan
Aksi Demo Nasional Ramai, Bengkulu Masih Sepi, Penggiat HAM Soroti Peran Mahasiswa
CV Mandiri Sejahtera Akan Hadirkan Hasil Perhitungan Bersama Latifa di Sidang Perdata
Polda Bengkulu Bongkar Praktik Jual Beli Batu Bara Ilegal, 3 Tersangka Terancam Denda Rp100 Miliar
Laporan Dugaan Izin PT RAA Berproses, Kejati Bengkulu Koordinasi dengan Kejagung dan Satgas PKH
Ustadz Kondang KH ES Mubarok Hadir di HUT Bengkulu Tengah, Masyarakat Diajak Ramaikan Istighotsah Akbar
Festival Tabut 2026 Resmi Dibuka, Helmi Hasan Ajak Jadikan Budaya Motor Penggerak Ekonomi Bengkulu
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:54 WIB

BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp7,93 Miliar di Dinas PUPR, Jadi Catatan di Balik Raihan WTP 

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:17 WIB

Bengkulu Pertahankan WTP ke-9 Berturut-turut, Helmi Hasan Pastikan Seluruh Temuan BPK Dituntaskan

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:26 WIB

Aksi Demo Nasional Ramai, Bengkulu Masih Sepi, Penggiat HAM Soroti Peran Mahasiswa

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:53 WIB

CV Mandiri Sejahtera Akan Hadirkan Hasil Perhitungan Bersama Latifa di Sidang Perdata

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:38 WIB

Polda Bengkulu Bongkar Praktik Jual Beli Batu Bara Ilegal, 3 Tersangka Terancam Denda Rp100 Miliar

Berita Terbaru