KAMSRI Desak Percepatan Tol Bengkulu, Soroti Ketimpangan Infrastruktur di Sumatera

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAMSRI mendesak percepatan pembangunan Tol Bengkulu sebagai bagian pemerataan pembangunan nasional. Keterlambatan dinilai memperlebar kesenjangan infrastruktur dan menghambat ekonomi daerah.

KAMSRI mendesak percepatan pembangunan Tol Bengkulu sebagai bagian pemerataan pembangunan nasional. Keterlambatan dinilai memperlebar kesenjangan infrastruktur dan menghambat ekonomi daerah.

BENGKULUBAROMETER – Desakan percepatan pembangunan Jalan Tol Bengkulu kembali menguat. Dewan Pimpinan Pusat Kesatuan Angkatan Muda Sriwijaya (KAMSRI) meminta pemerintah pusat tidak lagi menunda proyek strategis tersebut. Bagi KAMSRI, Tol Bengkulu bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol keadilan pembangunan bagi daerah yang selama ini tertinggal dalam konektivitas.

Ketua DPP KAMSRI Bidang Politik dan Keamanan, Maulana Taslam, menegaskan bahwa Provinsi Bengkulu menghadapi persoalan serius dalam hal akses transportasi dan biaya logistik yang tinggi. Ketika sejumlah wilayah lain di Sumatera telah terhubung melalui jaringan Tol Trans Sumatera, Bengkulu masih berada di luar jalur utama konektivitas nasional.

“Tol Bengkulu adalah kebutuhan mendesak, bukan sekadar proyek tambahan. Ini menyangkut akses ekonomi masyarakat, daya saing daerah, dan keadilan pembangunan. Jangan biarkan kesenjangan infrastruktur ini terus berlarut,” tegas Maulana.

Menurut dia, keterlambatan pembangunan infrastruktur strategis akan berdampak langsung pada lambannya arus investasi. Biaya distribusi barang dan jasa menjadi lebih mahal. Pelaku usaha harus menanggung ongkos logistik tinggi, yang pada akhirnya dibebankan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Kejuaraan Menembak Danyonif 144/JY Jadi Ajang Cari Atlet Potensial Bengkulu Menuju PON 2028

Kondisi ini, lanjutnya, membuat Bengkulu sulit bersaing dengan daerah lain yang telah memiliki akses tol. Investor tentu mempertimbangkan efisiensi dan kepastian distribusi. Tanpa dukungan infrastruktur memadai, Bengkulu akan terus tertinggal dalam peta pertumbuhan ekonomi Sumatera.

Dalam perspektif politik dan keamanan, Maulana juga menilai kesenjangan pembangunan yang terlalu lama dibiarkan berpotensi memicu ketimpangan sosial. Ketika masyarakat merasa tertinggal dibanding daerah lain, kepercayaan terhadap pemerintah bisa menurun.

“Pemerataan pembangunan adalah janji konstitusi. Jika Bengkulu terus tertinggal, maka ini bukan hanya soal jalan, tetapi soal rasa keadilan,” ujarnya.

Tol Bengkulu sendiri masuk dalam skema Proyek Strategis Nasional yang dikerjakan oleh BUMN, termasuk PT Hutama Karya sebagai pengembang Tol Trans Sumatera. Karena itu, KAMSRI meminta adanya kepastian pendanaan serta langkah percepatan yang terukur.

Baca Juga :  Proyek Pengendali Banjir Bengkulu Molor, Kontraktor Terkena Sanksi Negara

Maulana menekankan pentingnya percepatan pembebasan lahan dan pengawasan ketat agar proyek tidak kembali tertunda karena persoalan administratif dan birokrasi. Ia berharap pemerintah menetapkan batas waktu yang jelas agar proyek tersebut tidak menjadi janji berulang.

Selain percepatan, KAMSRI juga mengingatkan agar pembangunan tetap mengedepankan transparansi dan akuntabilitas. Hak masyarakat terdampak harus dilindungi, termasuk aspek lingkungan.

“Percepatan iya, tapi jangan mengabaikan hak masyarakat. Transparansi harus dijaga,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Maulana menegaskan bahwa Tol Bengkulu akan menjadi tolok ukur keseriusan pemerintah dalam menjalankan agenda pemerataan pembangunan di luar Pulau Jawa.

“Jangan sampai komitmen pemerataan hanya menjadi narasi politik tanpa realisasi konkret. Bengkulu berhak mendapatkan perhatian yang setara dalam peta pembangunan nasional,” pungkasnya.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pemkot Bengkulu Tegaskan Izin Mihol Golongan B dan C untuk Black Rock Mercure Tidak Pernah Diterbitkan
Semua Hiburan Malam Bengkulu Diduga Jual Mihol Tanpa Izin
Harga Sawit Sempat Anjlok, Belasan PKS di Mukomuko Akhirnya Sepakat Ikuti Harga Pemprov Bengkulu
Satgas Damai Cartenz Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan dan KKB Lewat Patroli Terpadu di Nabire
Tokoh Papua Soroti Pentingnya Keamanan, Satgas Damai Cartenz Dinilai Beri Rasa Aman bagi Warga
Polres Lebong Tebar Kepedulian, 6 Ekor Sapi Kurban Dibagikan untuk Ratusan Warga
Jembatan Garuda Jadi Penyelamat Pelajar, Kini Siswa Tak Lagi Takut Terjebak Banjir Sungai
Bengkulu Catat 12.199 Hewan Kurban, Sapi Masih Mendominasi Iduladha 2026
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:06 WIB

Pemkot Bengkulu Tegaskan Izin Mihol Golongan B dan C untuk Black Rock Mercure Tidak Pernah Diterbitkan

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:23 WIB

Semua Hiburan Malam Bengkulu Diduga Jual Mihol Tanpa Izin

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:43 WIB

Harga Sawit Sempat Anjlok, Belasan PKS di Mukomuko Akhirnya Sepakat Ikuti Harga Pemprov Bengkulu

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:10 WIB

Satgas Damai Cartenz Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan dan KKB Lewat Patroli Terpadu di Nabire

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:52 WIB

Tokoh Papua Soroti Pentingnya Keamanan, Satgas Damai Cartenz Dinilai Beri Rasa Aman bagi Warga

Berita Terbaru

Pemkot Bengkulu mengungkap seluruh tempat hiburan malam belum memiliki izin penjualan mihol golongan B dan C. Publik mempertanyakan lemahnya pengawasan pemerintah.

Bengkulu

Semua Hiburan Malam Bengkulu Diduga Jual Mihol Tanpa Izin

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:23 WIB