BENGKULUBAROMETER – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bengkulu dalam beberapa hari terakhir sempat menjadi perhatian masyarakat. Banyak pengendara terlihat mengular menunggu giliran mengisi bahan bakar minyak (BBM), terutama jenis Pertalite.
Menyikapi kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memastikan bahwa pasokan BBM di Provinsi Bengkulu tetap aman dan distribusi berjalan normal.
Sales Area Manager Retail Bengkulu PT Pertamina Patra Niaga, Mochammad Farid Akbar, menjelaskan bahwa penyaluran BBM dari Terminal Pulau Baai pada Kamis (6/3) berjalan lancar tanpa hambatan.
Distribusi yang dilakukan hari itu meliputi Pertalite sebanyak 688 kiloliter (KL), Pertamax 336 KL, serta Biosolar sebanyak 219 KL. Pasokan tersebut disalurkan ke berbagai SPBU di wilayah Bengkulu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Farid menegaskan bahwa stok BBM yang tersedia di terminal masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa hari ke depan.
“Untuk stok, kita pastikan aman. Pertamax yang masuk hari ini ke terminal sebanyak 930 KL dan itu cukup untuk lebih dari empat hari,” ujar Farid kepada Media Center.
Selain itu, stok Pertalite juga dipastikan dalam kondisi cukup. Saat ini tersedia 2.873 KL Pertalite yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar lima hari ke depan.
Sementara untuk Biosolar B40, stok yang tersedia mencapai 4.557 KL yang diproyeksikan mampu bertahan hingga sekitar 13 hari.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasokan BBM di Bengkulu masih dalam keadaan stabil dan tidak mengalami gangguan distribusi.
Meski demikian, Pertamina tetap melakukan langkah antisipasi untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga.
Salah satu langkah tersebut adalah dengan menambah pasokan BBM melalui kedatangan kapal tanker yang membawa bahan bakar tambahan ke Bengkulu.
Farid menjelaskan bahwa pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB dijadwalkan tiba kapal tanker SPOB Dato Siri Loe yang membawa tambahan Pertalite sebanyak 3.500 KL.
Pasokan tambahan ini akan semakin memperkuat stok BBM yang ada di terminal dan memastikan distribusi ke SPBU tetap berjalan lancar.
Tidak hanya itu, Pertamina juga telah mengestimasi kedatangan kapal tanker lainnya pada 8 Maret mendatang.
Kapal SPOB Gaharu Oleum 18 dijadwalkan membawa Pertalite sebanyak 2.400 KL serta Pertamax sebanyak 1.600 KL.
Tambahan pasokan ini diharapkan semakin memperkuat ketahanan stok BBM di Bengkulu sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Pertamina juga memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada pembatasan distribusi BBM dari terminal ke SPBU.
Penyaluran tetap dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing SPBU sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.
Farid juga menanggapi isu yang sempat beredar di masyarakat terkait ketersediaan BBM yang disebut-sebut hanya cukup untuk 20 hari akibat konflik internasional.
Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak berdampak terhadap kondisi pasokan BBM di Bengkulu.
“Stok aman. Tidak ada pembatasan penyaluran BBM dari terminal ke SPBU,” tegasnya.
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Pembelian yang dilakukan secara berlebihan justru dapat menimbulkan antrean panjang di SPBU.
Dengan kondisi stok yang masih aman dan distribusi yang berjalan lancar, masyarakat diharapkan tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Pertamina memastikan bahwa kebutuhan energi masyarakat Bengkulu tetap menjadi prioritas utama.
“Stok aman. Tidak ada pembatasan penyaluran BBM dari terminal ke SPBU.” ujar Mochammad Farid Akbar
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









