TNI dan Warga Kompak Bangun Jembatan Gantung di Bengkulu Utara, Akses Desa Pagaruyung Segera Lebih Mudah

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Semangat gotong royong kembali terlihat di Kabupaten Bengkulu Utara. Anggota TNI dari Koramil 423-03/Lais Kodim 0423/Bengkulu Utara turun langsung mendampingi pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Pagaruyung, Kecamatan Batiknau, Jumat 8 Mei 2026.

Pembangunan jembatan tersebut menjadi harapan besar masyarakat desa karena selama ini akses transportasi warga masih cukup terbatas, terutama saat kondisi cuaca buruk dan debit sungai meningkat.

Kegiatan pendampingan pembangunan dipimpin langsung Babinsa Koramil 423-03/Lais, Sertu Kariyanto bersama Serda Soleh. Kehadiran aparat TNI di lokasi pembangunan bukan hanya sekadar melakukan pengawasan, namun juga ikut membantu memastikan seluruh pekerjaan berjalan lancar, aman dan tepat sasaran.

Sertu Kariyanto mengatakan, pembangunan jembatan gantung perintis ini sangat penting bagi masyarakat Desa Pagaruyung. Sebab, jembatan tersebut nantinya akan menjadi penghubung utama aktivitas warga sehari-hari.

“Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kita berharap pengerjaan berjalan lancar sehingga nantinya bisa segera dimanfaatkan warga untuk menunjang aktivitas dan mobilitas sehari-hari,” ujar Sertu Kariyanto.

Menurutnya, keterlibatan TNI dalam pembangunan desa merupakan bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Selain membantu pengawasan pekerjaan, TNI juga ingin memastikan pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga :  Lawan Krisis Ekologi, Gubernur Helmi Jadi Contoh Gerakan Pohon Asuh

Di lokasi pembangunan, terlihat suasana gotong royong begitu kuat. Sebanyak sembilan orang tukang bersama masyarakat sekitar saling bahu membahu mengerjakan pembangunan jembatan. Beberapa pekerjaan yang dilakukan di antaranya langsiran material ke seberang sungai, perakitan besi tapak tiang pylon hingga pengecoran jalan tepi.

Warga desa juga tampak antusias membantu proses pembangunan. Mereka berharap jembatan gantung tersebut dapat segera selesai sehingga akses menuju kebun, sekolah dan pusat aktivitas ekonomi menjadi lebih mudah.

Selama ini masyarakat harus menghadapi medan yang cukup sulit untuk menyeberang, terutama saat hujan turun dan kondisi sungai meningkat. Kehadiran jembatan gantung dinilai akan menjadi solusi penting bagi masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, pembangunan jembatan juga diperkirakan akan mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat nantinya dapat lebih cepat dan efisien.

Berbagai material pembangunan juga sudah tersedia di lokasi pekerjaan. Mulai dari besi ulir, semen, pasir, batu split, besi IWF, besi siku, plat polos hingga perlengkapan penunjang lainnya telah disiapkan untuk mempercepat proses pembangunan.

Baca Juga :  Gelombang 7 Jembatan Merah Putih, TNI Siapkan Pembangunan 62 Jembatan

Dengan dukungan material yang lengkap dan semangat gotong royong antara TNI serta masyarakat, pembangunan jembatan gantung tersebut diharapkan dapat selesai sesuai target.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan pembangunan desa juga mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga menilai TNI selama ini tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga aktif membantu kesulitan masyarakat di lapangan.

Program pendampingan pembangunan seperti ini dinilai menjadi bukti nyata kedekatan TNI dengan masyarakat desa. Apalagi di wilayah terpencil, pembangunan infrastruktur sering menjadi kebutuhan mendesak yang sangat dirasakan warga.

Selain mempercepat pembangunan, keterlibatan TNI juga dinilai mampu meningkatkan semangat kebersamaan warga. Pembangunan yang dilakukan secara gotong royong menjadi simbol kuat bahwa kemajuan desa dapat dicapai melalui kerja sama semua pihak.

Masyarakat berharap pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Pagaruyung dapat berjalan lancar hingga selesai. Dengan akses yang lebih baik, aktivitas pendidikan, kesehatan hingga ekonomi masyarakat dipastikan akan semakin berkembang.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang
Dorong Peternakan Modern, Bengkulu Dibidik Jadi Pusat Industri Sapi dan Pakan Sawit
Helmi Sebut Rehabilitasi Stadion GOR Sawah Lebar Bengkulu Butuh Anggaran Rp80 Miliar
Jelang Hari Pahlawan 2026, Pemprov Bengkulu Siapkan Ziarah dan Tabur Bunga
Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:17 WIB

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang

Jumat, 6 November 2026 - 15:24 WIB

Dorong Peternakan Modern, Bengkulu Dibidik Jadi Pusat Industri Sapi dan Pakan Sawit

Jumat, 6 November 2026 - 14:43 WIB

Helmi Sebut Rehabilitasi Stadion GOR Sawah Lebar Bengkulu Butuh Anggaran Rp80 Miliar

Jumat, 6 November 2026 - 13:14 WIB

Jelang Hari Pahlawan 2026, Pemprov Bengkulu Siapkan Ziarah dan Tabur Bunga

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Berita Terbaru

Bengkulu

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang

Jumat, 6 Nov 2026 - 16:17 WIB