BENGKULUBAROMETER – Festival Tabut 2026 tidak hanya dipersiapkan sebagai perayaan budaya, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat Bengkulu. Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan perputaran ekonomi meningkat selama pelaksanaan festival yang berlangsung pada 16–26 Juni 2026.
Melalui rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, seluruh pihak diminta memastikan kesiapan festival berjalan maksimal, terutama dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Festival Tabut merupakan salah satu agenda budaya terbesar di Bengkulu yang setiap tahun mampu menarik ribuan pengunjung. Momentum tersebut dinilai sebagai peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan melalui berbagai kegiatan ekonomi.
“Festival Tabut bukan hanya soal budaya, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi. Karena itu seluruh fasilitas pendukung terus dipersiapkan,” kata Herwan.
Pemprov Bengkulu telah menyiapkan anggaran sebesar Rp558 juta untuk mendukung pelaksanaan festival. Sebagian dukungan tersebut juga diarahkan untuk memastikan fasilitas UMKM dapat beroperasi secara optimal selama kegiatan berlangsung.
Di kawasan Sport Center Bengkulu nantinya akan tersedia area bazar dan pameran yang menjadi ruang promosi berbagai produk lokal. Mulai dari kuliner khas Bengkulu, kerajinan tangan, produk kreatif, hingga hasil usaha masyarakat lainnya.
Pemerintah berharap kehadiran wisatawan dari berbagai daerah dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan penjualan pelaku usaha lokal.
Pengalaman dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya menunjukkan Festival Tabut mampu menciptakan perputaran ekonomi yang cukup besar. Hotel, penginapan, restoran, transportasi, hingga pedagang kecil biasanya merasakan peningkatan aktivitas selama festival berlangsung.
Karena itu, tahun ini Pemprov Bengkulu berupaya menghadirkan festival yang lebih menarik agar jumlah pengunjung semakin meningkat.
Selain prosesi adat yang menjadi daya tarik utama, festival juga akan diisi berbagai pertunjukan seni, hiburan rakyat, dan kegiatan pendukung lainnya. Kombinasi tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih lama berada di lokasi festival sehingga aktivitas ekonomi ikut tumbuh.
Dalam rapat koordinasi, event organizer melaporkan kesiapan penataan area kegiatan termasuk lokasi UMKM. Penataan dilakukan agar pengunjung dapat dengan mudah mengakses berbagai produk yang dipamerkan.
Aspek kebersihan dan kenyamanan kawasan juga menjadi perhatian penting. Pemerintah tidak ingin pengunjung merasa terganggu selama menikmati rangkaian acara.
Menurut Herwan, Festival Tabut merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Bengkulu kepada wisatawan. Jika dikelola dengan baik, kegiatan ini dapat menjadi sarana promosi yang efektif bagi pelaku usaha lokal.
Di sisi lain, pemerintah juga menggandeng berbagai pihak untuk mendukung kelancaran kegiatan. Unsur keamanan, kesehatan, dan kebersihan telah menyatakan kesiapan masing-masing sehingga pelaksanaan festival dapat berlangsung aman dan nyaman.
Festival Tabut yang masuk dalam Kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) juga memberikan nilai tambah tersendiri. Status tersebut membuat promosi festival lebih luas dan membuka peluang kunjungan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagi pelaku UMKM, kondisi ini tentu menjadi peluang emas. Mereka dapat memanfaatkan keramaian festival untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah.
Pemprov Bengkulu optimistis Festival Tabut 2026 akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi sektor pariwisata, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dengan persiapan yang semakin matang dan dukungan seluruh pihak, Festival Tabut diharapkan menjadi ajang budaya yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Bengkulu.









