BENGKULUBAROMETER – Ketersediaan minyak goreng kemasan sederhana “Minyakita” di Provinsi Bengkulu dipastikan dalam kondisi aman. Hal ini ditegaskan oleh Perum BULOG Kantor Wilayah Bengkulu setelah melakukan pemantauan langsung di sejumlah pasar tradisional, Jumat 17 April 2026.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Bengkulu, Dody Syahrial, turun langsung bersama tim ke Pasar Panorama dan Pasar Minggu untuk memastikan distribusi berjalan lancar. Dalam kegiatan tersebut, BULOG juga menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi serta Kota Bengkulu.
Dari hasil monitoring, stok Minyakita dinyatakan cukup dan masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, harga jual juga tetap stabil dan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kami memastikan Minyakita tersedia di pasar dan dijual sesuai HET, yakni Rp15.700 per liter. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Dody.
Ia menjelaskan, permintaan Minyakita belakangan ini memang mengalami peningkatan. Hal ini dipicu oleh peralihan konsumsi masyarakat dari minyak goreng curah ke minyak kemasan sederhana yang dinilai lebih praktis dan higienis.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, BULOG Bengkulu telah mengambil langkah cepat dengan mengusulkan tambahan kuota pasokan.
“Kami sudah mengajukan penambahan pasokan agar distribusi tetap terjaga dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan Minyakita,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada minyak goreng, BULOG Bengkulu juga terus menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat. Bantuan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi Februari hingga Maret telah disalurkan ke berbagai wilayah, mulai dari Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan hingga ke wilayah terluar seperti Pulau Enggano.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan sekaligus membantu daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.
Di tingkat nasional, BULOG juga memastikan stok beras dalam kondisi sangat aman. Saat ini, cadangan beras nasional mencapai sekitar 4,7 juta ton, ditambah dengan serapan gabah petani yang masih terus berlangsung.
Dengan kondisi tersebut, BULOG optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga, termasuk di daerah seperti Bengkulu.
“Kami akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan pangan, baik beras maupun Minyakita, tersedia dengan baik,” tegas Dody.
BULOG juga menegaskan bahwa kegiatan monitoring akan terus dilakukan secara berkala. Tujuannya untuk memastikan distribusi berjalan lancar, harga tetap stabil, serta tidak terjadi kelangkaan di pasar.
Dengan langkah proaktif ini, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Bengkulu tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa kekhawatiran.
Penulis : Windi junius
Editor : Redaksi









