Dosen UINFAS Bengkulu Raih Doktor Cum Laude, Kembangkan Asesmen IPA Berbasis Taksonomi SOLO

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Dosen Tadris IPA UIN Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu, Naintyn Novitasari, meraih gelar Doktor dengan predikat cum laude pada Program Studi Doktor Pendidikan Konsentrasi Pendidikan IPA, FKIP Universitas Bengkulu. Pencapaian akademik ini diraih melalui riset yang menyoroti penguatan assessment for science berbasis Taksonomi SOLO (Structure of the Observed Learning Outcome) untuk mengukur keterampilan berpikir peserta didik.

Naintyn Novitasari yang lahir di Lampung, 19 Desember 1992, mengangkat tema riset tentang pengembangan dan penerapan asesmen yang tidak berhenti pada benar-salah jawaban, tetapi menilai kualitas struktur berpikir mahasiswa atau siswa melalui level-level SOLO. Dalam kerangka ini, kemampuan berpikir dilihat bertahap—mulai dari respons yang masih dangkal hingga mampu mengaitkan konsep secara kompleks dan menghasilkan generalisasi.

Riset Naintyn menjadi relevan di tengah tuntutan pendidikan sains abad ke-21 yang menekankan keterampilan berpikir tingkat tinggi, penalaran ilmiah, serta kemampuan menjelaskan keterkaitan konsep secara runtut. Taksonomi SOLO dipakai sebagai “peta” untuk menilai kedalaman jawaban, sehingga dosen/guru dapat mengidentifikasi apakah peserta didik baru mengingat fakta, sudah mampu menghubungkan konsep, atau telah mencapai tingkat pemikiran abstrak yang lebih luas.

Baca Juga :  Jasad Nelayan Korban Kapal Karam di Pantai Pasir Putih Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Tak hanya itu, kajian assessment berbasis SOLO yang dikembangkannya dinilai sejalan dengan arah penguatan Outcome-Based Education (OBE). Dalam OBE, pembelajaran dan evaluasi diarahkan pada capaian pembelajaran (learning outcomes) yang terukur. Model asesmen yang menilai struktur jawaban seperti SOLO dapat membantu kampus dan program studi memastikan bahwa capaian seperti critical thinking, scientific reasoning, dan problem solving benar-benar tercermin pada performa peserta didik—bukan sekadar pada nilai akhir.

Di sisi lain, riset ini juga membuka ruang integrasi dengan perkembangan deep learning dalam pendidikan. Pada ranah praktik pembelajaran, deep learning dapat dimaknai sebagai pembelajaran mendalam: mendorong peserta didik memahami konsep secara bermakna, menalar, dan mengaitkan pengetahuan lintas konteks. Sementara pada ranah teknologi, pendekatan deep learning (kecerdasan buatan) berpotensi dimanfaatkan untuk membantu menganalisis pola jawaban peserta didik, mengelompokkan level respons SOLO, hingga memetakan kesulitan konsep secara lebih cepat—tentu dengan tetap mengedepankan etika, validitas instrumen, dan kontrol akademik oleh pendidik.

Sidang promosi doktor Naintyn Novitasari yang dilaksanakan pada 05 Februari 2026 turut melibatkan dewan penguji yang terdiri dari para akademisi bidang pendidikan. Dewan Penguji adalah: Ketua: Prof. Dr. Sudarwan Danim, M.Pd. Anggota: Prof. Dr. Endang Widi Winarni, M.Pd., Dr. Fitri April Yanti, M.Pd., Dr. Nurul Astuti Yensi, M.Si., dan Prof. Dr. Leny Heliawati, M.Si.

Baca Juga :  Empat Saksi dan Wakil Rektor III Sudah Diperiksa, Polisi Segera Gelar Perkara

Dengan capaian ini, Naintyn diharapkan dapat memperkuat inovasi asesmen di lingkungan pendidikan tinggi, khususnya pada pendidikan calon guru IPA. Pendekatan asesmen berbasis SOLO dinilai dapat membantu dosen/guru merancang rubrik penilaian yang lebih adil dan diagnostik—memberi umpan balik yang spesifik tentang “di level mana” pemahaman peserta didik berada, serta apa langkah perbaikan yang diperlukan.

Di luar capaian akademik, dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dari perjalanan studi. Naintyn diketahui didampingi suami yang juga akademisi di UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, yang turut menguatkan proses panjang riset dan penyelesaian studi doktoralnya.

Riset tentang assessment for science berbasis Taksonomi SOLO ini menegaskan pesan penting: kualitas pendidikan sains tidak hanya ditentukan oleh materi dan metode, tetapi juga oleh cara kampus dan sekolah mengukur kedalaman berpikir. Ketika asesmen mampu “membaca” struktur penalaran, maka pembelajaran pun terdorong menjadi lebih bermakna—selaras dengan OBE dan arah pembelajaran mendalam yang kini semakin dibutuhkan.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pengurus HMI Cabang Bengkulu 2026–2027 Resmi Dilantik, Ketum PB: HMI Laboratorium Pemimpin
Kasus “Paman Penakluk Naga” Makin Panas, Usai Dugaan Penggelapan Rp4,7 Miliar Kini Dilaporkan Istri karena Perselingkuhann ke Polda
Helmi Hasan Tinjau Pabrik BMP, Minyak Goreng Lokal Bengkulu Siap Tekan Harga Pasar
Pemutihan Pajak Kendaraan Kembali Dibuka, Helmi Hasan: Kesempatan Baik bagi Warga Bengkulu
Helmi Hasan Tegaskan: Tak Ada Pungli di OPD Pemrov, Pengawasan Diperketat Hingga Evaluasi Berkala
Panen Semangka Yonif TP 847/VS Tembus 5 Ton, Bukti Nyata Dukung Ketahanan Pangan
Karnaval Batik Besurek Internasional 2026 Meriah, Ribuan Warga Padati Kota Bengkulu 
Konsisten Perjuangkan Kesehatan Masyarakat Bengkulu, Destita Raih Change Maker Awards 2026
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 19:01 WIB

Pengurus HMI Cabang Bengkulu 2026–2027 Resmi Dilantik, Ketum PB: HMI Laboratorium Pemimpin

Senin, 20 April 2026 - 18:16 WIB

Kasus “Paman Penakluk Naga” Makin Panas, Usai Dugaan Penggelapan Rp4,7 Miliar Kini Dilaporkan Istri karena Perselingkuhann ke Polda

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Helmi Hasan Tinjau Pabrik BMP, Minyak Goreng Lokal Bengkulu Siap Tekan Harga Pasar

Senin, 20 April 2026 - 10:40 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan Kembali Dibuka, Helmi Hasan: Kesempatan Baik bagi Warga Bengkulu

Senin, 20 April 2026 - 10:23 WIB

Helmi Hasan Tegaskan: Tak Ada Pungli di OPD Pemrov, Pengawasan Diperketat Hingga Evaluasi Berkala

Berita Terbaru