Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Pagar Ruyung Hampir Rampung, Akses Warga Segera Lebih Mudah

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Kabar baik bagi masyarakat Desa Pagar Ruyung, Kecamatan Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara. Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang telah dimulai sejak peletakan batu pertama pada April 2026 kini hampir selesai. Progres pembangunan jembatan tersebut telah mencapai hampir 100 persen dan saat ini memasuki tahap penyempurnaan akhir sebelum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Jembatan Gantung Perintis Garuda menjadi salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu membuka akses dan meningkatkan konektivitas antarwilayah di kawasan Batik Nau. Selama ini, masyarakat menghadapi berbagai kendala dalam mobilitas akibat keterbatasan sarana penghubung yang memadai.

Saat ini, sebagian besar pekerjaan konstruksi utama telah selesai dilaksanakan. Tim pelaksana proyek masih melakukan sejumlah pekerjaan pendukung dan penyempurnaan untuk memastikan jembatan dapat digunakan secara aman, nyaman, dan sesuai standar keselamatan.

Keberadaan jembatan ini dinilai sangat penting bagi masyarakat setempat. Selain mempermudah akses transportasi, jembatan tersebut juga diharapkan mampu mempercepat aktivitas ekonomi warga, terutama dalam distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat di wilayah tersebut.

Baca Juga :  BPN Bengkulu Tegaskan PT RAA Belum Kantongi HGU, Warga Desak Aparat Segera Bertindak

Tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, Jembatan Gantung Perintis Garuda juga diproyeksikan akan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan. Warga yang sebelumnya harus menempuh perjalanan lebih sulit kini nantinya dapat menikmati akses yang lebih cepat dan efisien.

Pembangunan jembatan ini merupakan wujud sinergi antara TNI Angkatan Darat, pemerintah daerah, serta masyarakat yang terlibat aktif dalam proses pengerjaannya. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendukung percepatan pembangunan hingga mendekati tahap penyelesaian.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat selama proses pembangunan juga menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi warga. Keterlibatan masyarakat dalam berbagai tahapan pekerjaan turut memperkuat rasa memiliki terhadap fasilitas yang dibangun.

Program Jembatan Perintis Garuda sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah-daerah yang masih membutuhkan akses transportasi yang lebih baik. Program ini bertujuan membuka keterisolasian wilayah sekaligus mendukung pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah.

Baca Juga :  Kebijakan Riduan Koto Picu Teguran OJK

Bagi masyarakat Desa Pagar Ruyung, kehadiran jembatan ini menjadi harapan baru untuk meningkatkan kualitas hidup. Dengan akses yang lebih mudah, aktivitas sosial, pendidikan, kesehatan, hingga perekonomian diharapkan dapat berkembang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Warga setempat pun menyambut positif pembangunan jembatan tersebut. Mereka berharap proses penyelesaian akhir dapat segera rampung sehingga jembatan bisa segera diresmikan dan dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Selain menjadi sarana penghubung, Jembatan Gantung Perintis Garuda juga diharapkan menjadi simbol kemajuan pembangunan infrastruktur di Bengkulu Utara. Keberadaannya diyakini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan menjadi pendorong pertumbuhan kawasan di Kecamatan Batik Nau.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai tahap akhir, masyarakat kini menantikan peresmian jembatan yang selama ini menjadi impian mereka. Kehadiran Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Pagar Ruyung diharapkan mampu menjadi penghubung yang aman, nyaman, dan berkelanjutan demi mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Bengkulu Utara.

Berita Terkait

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan
Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional
Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak
Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku
Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi
Bank Bengkulu Paparkan Capaian Positif, Dividen dan Kontribusi Pajak Terus Meningkat
Relawan MBG Ditemukan Tewas di Sungai, Polisi Temukan Dugaan Tanda Kekerasan
SMKN 1 Bengkulu Nekat Study Banding, Dikbud Bengkulu Pastikan Sanksi Tegas
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:34 WIB

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan

Rabu, 16 September 2026 - 13:47 WIB

Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 18:31 WIB

Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak

Selasa, 15 September 2026 - 18:18 WIB

Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku

Senin, 14 September 2026 - 19:46 WIB

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Berita Terbaru

Bengkulu

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Senin, 14 Sep 2026 - 19:46 WIB