Pemkab Bengkulu Tengah Dorong Kerja Sama Pendidikan Pesantren untuk Penguatan SDM

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 00:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Bengkulu Tengah mendorong kolaborasi dengan pesantren YASPIDA Sukabumi untuk memperkuat pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pemkab Bengkulu Tengah mendorong kolaborasi dengan pesantren YASPIDA Sukabumi untuk memperkuat pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kerja sama dengan lembaga pendidikan pesantren. Hal ini tercermin dalam kunjungan kerja Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto bersama Wakil Bupati Tarmizi ke Pondok Pesantren Salafi Terpadu Darussyifa Al-Fithroh YASPIDA Sukabumi, Jumat, 23 Januari 2026.

Kunjungan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan pengelola pesantren untuk membahas arah pengembangan pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman. Di tengah kebutuhan akan SDM yang unggul dan berkarakter, pesantren dinilai memiliki keunggulan tersendiri dalam membentuk kepribadian santri secara utuh.

Bupati Bengkulu Tengah menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kualitas manusia yang mengelolanya. Pendidikan, menurutnya, menjadi kunci utama untuk memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan.

Baca Juga :  89 Botol Mihol Disita, Legalitas Grand MC dan Coppa Pool Kini Diperiksa Satpol PP

“Pesantren telah lama berkontribusi mencetak generasi yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menilai Pesantren Salafi Terpadu Darussyifa Al-Fithroh sebagai salah satu contoh lembaga pendidikan yang mampu memadukan pendidikan formal dengan pendidikan karakter berbasis nilai keislaman. Model pendidikan seperti ini dianggap relevan untuk menjawab tantangan global tanpa kehilangan jati diri.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari peningkatan kualitas tenaga pendidik, pengembangan kurikulum, hingga penguatan keterampilan santri agar siap menghadapi dunia kerja dan pengabdian masyarakat. Pemerintah daerah menyatakan kesiapan untuk mendukung program-program pendidikan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas SDM.

Pimpinan Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh YASPIDA menyambut baik komitmen tersebut. Ia menegaskan bahwa pesantren tidak bisa berjalan sendiri dalam menghadapi dinamika zaman. Sinergi dengan pemerintah menjadi bagian penting untuk memastikan pendidikan pesantren tetap relevan dan bermanfaat luas.

Baca Juga :  Hakim Tak Masukkan Kerugian Lingkungan Rp89 Miliar dalam Perkara Tipikor, Bebby Hussy Divonis 4 Tahun 7 Bulan

“Pesantren berkomitmen mendidik santri agar memiliki akhlak mulia dan pengetahuan yang memadai. Dengan dukungan dan kerja sama, kami yakin kontribusi pesantren akan semakin besar,” ungkapnya.

Kunjungan kerja ini juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi tentang pentingnya pendidikan berbasis nilai. Pesantren tidak hanya dipandang sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan manusia yang utuh, siap berperan dalam masyarakat.

Di akhir pertemuan, kedua belah pihak sepakat bahwa kerja sama yang terjalin harus berorientasi pada manfaat nyata. Pendidikan tidak boleh berhenti di ruang kelas, tetapi harus melahirkan generasi yang mampu memberi solusi bagi persoalan masyarakat.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG
490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026
Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu
Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu
MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Kamis, 5 November 2026 - 17:36 WIB

Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran

Kamis, 5 November 2026 - 13:59 WIB

Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG

Rabu, 4 November 2026 - 17:43 WIB

Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare

Rabu, 4 November 2026 - 16:35 WIB

Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu

Berita Terbaru