BENGKULUBAROMETER – Kota Bengkulu kembali diuji cuaca ekstrem. Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari Jumat Januari 2026) memicu tumbangnya sebuah pohon mahoni tua di Jalan Seruni, Kelurahan Nusa Indah. Pohon dengan tinggi lebih dari 10 meter itu roboh tepat saat subuh, menghantam bangunan usaha milik warga dan menutup akses jalan utama di kawasan tersebut.
Peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba. Tidak ada tanda mencurigakan sebelumnya, selain hujan deras yang terus turun tanpa henti sejak malam. Batang pohon yang telah berumur puluhan tahun itu patah di bagian pangkal, lalu ambruk ke badan jalan dan menimpa atap serta bagian depan usaha warga.
Wahyu, pemilik usaha yang terdampak langsung, masih mengingat jelas detik-detik kejadian. Saat itu ia tengah bersiap membuka tempat usahanya seperti biasa. Suara dentuman keras mendadak terdengar, disusul getaran yang membuat warga sekitar keluar rumah.
“Tiba-tiba saja roboh. Sejak kemarin hujan deras terus. Pohon itu langsung jatuh menimpa usaha saya dan menutup jalan,” ujar Wahyu dengan nada masih terkejut.
Akibat kejadian tersebut, aktivitas usaha Wahyu lumpuh total. Akses masuk tertutup batang pohon dan dahan besar, sementara sebagian bangunan mengalami kerusakan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materi diperkirakan tidak sedikit, mengingat kerusakan pada bangunan dan terhentinya aktivitas ekonomi.
Tak hanya menghantam usaha warga, pohon mahoni itu juga menutup hampir seluruh badan Jalan Seruni. Arus lalu lintas dari dan menuju kawasan Nusa Indah sempat terhenti total selama beberapa jam. Sejumlah pengendara terpaksa memutar arah, sementara warga sekitar bahu-membahu memberi tanda agar tidak terjadi kecelakaan lanjutan.
Menurut Wahyu, kejadian pohon tumbang bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut. Bahkan, sehari sebelum malam pergantian tahun baru, insiden serupa sempat terjadi di sekitar lokasi yang sama dan hampir menimpa pengguna jalan.
“Waktu sore sebelum malam tahun baru, juga ada pohon roboh di sekitar sini. Itu hampir kena orang yang melintas,” katanya.
Informasi pohon tumbang segera diteruskan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu. Petugas langsung turun ke lokasi pada Jumat pagi untuk melakukan evakuasi. Dengan menggunakan peralatan pemotong dan kendaraan angkut, batang pohon yang melintang di jalan berhasil dievakuasi secara bertahap.
Proses pembersihan memakan waktu beberapa jam. Setelah batang utama dipotong dan disingkirkan, akses jalan kembali dibuka. Petugas juga membersihkan sisa ranting dan daun yang berserakan agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Cuaca ekstrem yang melanda Kota Bengkulu dalam beberapa hari terakhir memang meningkatkan risiko bencana lingkungan, terutama pohon tumbang. Hujan deras yang berlangsung lama membuat tanah menjadi labil dan akar pohon kehilangan daya cengkeram.
Warga berharap pemerintah daerah lebih rutin melakukan pengecekan pohon-pohon tua di sepanjang jalan protokol dan kawasan padat aktivitas. Upaya pemangkasan dan penebangan preventif dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang
Peristiwa di Jalan Seruni ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem bukan sekadar fenomena alam, tetapi ancaman nyata bagi keselamatan warga dan keberlangsungan ekonomi kecil di perkotaan.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









