Kematian Misterius Dua Gajah Bengkulu, Sampel Organ Dibawa ke Laboratorium

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Kasus kematian dua ekor gajah Sumatera di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian dan tim konservasi. Bangkai satwa dilindungi tersebut ditemukan di kawasan Hutan Produksi Air Teramang, tepatnya di area konsesi PT Bentara Agra Timber (BAT), Kamis (30/4/2026).

Peristiwa ini langsung memicu langkah cepat dari tim gabungan yang terdiri dari Polda Bengkulu, Polres Mukomuko, Polsek Sungai Rumbai, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta Dinas Kehutanan. Mereka turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap penyebab kematian dua gajah tersebut.

Diketahui, dua gajah yang ditemukan dalam kondisi mati itu terdiri dari seekor induk dan satu anak. Namun hingga kini, jenis kelamin anak gajah tersebut belum dapat dipastikan karena kondisi bangkai yang sudah membusuk.

Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Kompol Mirza Gunawan, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh bersama tim terkait.

“Kami dari Polda Bengkulu atas arahan Kapolda bersama Polres Mukomuko dan Polsek Sungai Rumbai telah melakukan olah TKP. Kegiatan ini juga didampingi dokter hewan, BKSDA, serta Dinas Kehutanan untuk memastikan penyebab kematian dua gajah tersebut,” ujar Mirza.

Baca Juga :  Operator SPBU Seluma Jual BBM Subsidi Diam-diam, Polisi Bongkar Praktik Curang Bertahun-tahun

Sebagai bagian dari proses penyelidikan, tim dokter hewan melakukan nekropsi atau pembedahan terhadap bangkai gajah. Langkah ini bertujuan untuk mengetahui kondisi organ dalam serta mencari indikasi penyebab kematian.

Tak hanya itu, sejumlah sampel penting dari tubuh gajah juga telah diambil untuk diuji di laboratorium. Sampel tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas terkait penyebab pasti kematian, apakah karena faktor alami, penyakit, atau kemungkinan lain.

“Petugas telah mengambil beberapa sampel dari tubuh gajah untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Hasilnya masih kita tunggu,” jelas Mirza.

Ia menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian kedua satwa tersebut. Semua masih menunggu hasil uji laboratorium yang saat ini sedang dalam proses.

“Untuk hasil penyelidikan, kami belum bisa menyampaikan lebih jauh karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sampel yang diambil akan menjadi dasar utama untuk memastikan penyebab kematian dua gajah ini,” tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tim belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua gajah. Tidak ditemukan luka akibat benda tajam maupun indikasi tembakan. Meski demikian, kesimpulan ini masih bersifat sementara.

Baca Juga :  Menhan RI Rencanakan 10 Batalyon di Bengkulu, Perkuat Pertahanan Daerah

“Untuk sementara belum ditemukan tanda-tanda kekerasan, baik luka akibat benda tajam maupun tembakan. Tapi ini masih sementara, karena kita tetap menunggu hasil laboratorium untuk memastikan secara ilmiah,” tegas Mirza.

Kasus ini menjadi sorotan karena gajah Sumatera merupakan satwa yang dilindungi dan populasinya terus menurun. Berbagai ancaman seperti perusakan habitat, konflik dengan manusia, hingga perburuan liar menjadi faktor utama yang mendorong satwa ini menuju kepunahan.

Karena itu, aparat penegak hukum menegaskan akan menangani kasus ini secara serius. Jika nantinya ditemukan adanya unsur pidana, maka proses hukum akan dilakukan secara tegas dan profesional.

Sementara itu, tim konservasi juga terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan terhadap populasi gajah yang masih tersisa di kawasan tersebut.

Penyelidikan masih terus berjalan, dan publik kini menunggu hasil uji laboratorium yang diharapkan mampu mengungkap misteri di balik kematian dua gajah tersebut.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang
Dorong Peternakan Modern, Bengkulu Dibidik Jadi Pusat Industri Sapi dan Pakan Sawit
Helmi Sebut Rehabilitasi Stadion GOR Sawah Lebar Bengkulu Butuh Anggaran Rp80 Miliar
Jelang Hari Pahlawan 2026, Pemprov Bengkulu Siapkan Ziarah dan Tabur Bunga
Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:17 WIB

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang

Jumat, 6 November 2026 - 15:24 WIB

Dorong Peternakan Modern, Bengkulu Dibidik Jadi Pusat Industri Sapi dan Pakan Sawit

Jumat, 6 November 2026 - 14:43 WIB

Helmi Sebut Rehabilitasi Stadion GOR Sawah Lebar Bengkulu Butuh Anggaran Rp80 Miliar

Jumat, 6 November 2026 - 13:14 WIB

Jelang Hari Pahlawan 2026, Pemprov Bengkulu Siapkan Ziarah dan Tabur Bunga

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Berita Terbaru

Bengkulu

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang

Jumat, 6 Nov 2026 - 16:17 WIB