Wali Murid Datangi Kantor Gubernur Bengkulu Keluhan SPMB

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Polemik Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Provinsi Bengkulu belum berakhir. Sejumlah orang tua kembali mendatangi Kantor Gubernur Bengkulu, untuk mengadukan anak mereka yang ditempatkan di sekolah jauh dari domisili, meski mengikuti jalur domisili.

Salah seorang wali murid asal Pagar Dewa, Hasbi, menyampaikan kekecewaannya karena anaknya didistribusikan ke SMA Negeri 9. Padahal, menurutnya, berdasarkan lokasi tempat tinggal, anaknya lebih dekat dengan SMA Negeri 4, SMA Negeri 7, atau SMA Negeri 10.

“Kami tidak perlu SMA 3. Yang kami harapkan itu SMA 4, SMA 10 atau SMA 7 karena sesuai domisili. Sementara dari Dinas Pendidikan kami didistribusikan ke SMA 9,” kata Hasbi, Senin (29/06/2026).

Ia menilai kebijakan distribusi siswa hanya berorientasi agar seluruh peserta didik mendapat sekolah tanpa mempertimbangkan jarak tempuh. Menurutnya, kondisi tersebut justru membebani orang tua.

Baca Juga :  Beras Aman, Bengkulu Miliki Cadangan 7.800 Ton untuk Dua Pekan

“Kalau dapat sekolah saja, kenapa tidak suruh ke Papua? Tentunya jauh, kan begitu. Tenaga banyak terbuang, waktu banyak habis, biaya di ekonomi yang semakin sulit seperti ini,” ujarnya

Hasbi menyebut keluhan serupa juga dialami warga dari Pagar Dewa, Pengantungan, dan Singaran Pati. Mereka berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu segera mengevaluasi hasil distribusi siswa agar sesuai dengan tujuan jalur domisili.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengatakan keluhan para orang tua merupakan hal yang wajar. Menurutnya, jalur domisili memang identik dengan penempatan siswa di sekolah yang dekat dari tempat tinggal.

Baca Juga :  Siaga! BMKG Prediksi Dua Hari  ke Depan Hujan Lebat Malam Hari di Bengkulu

“Ini kan orang tua menanyakan anaknya yang sudah mengikuti jalur domisili, ternyata dapat sekolah jauh. Wajar mereka menanyakan. Karena kalau namanya domisili kan yang dekat,” ujar Herwan.

Ia menegaskan akan segera meminta penjelasan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait mekanisme penempatan siswa.

“Hari ini kita tanyakan dengan Dikbud. Orang tuanya bertanya kenapa tidak dapat di sini, itu kita segera bantu. Kalau memang perlu dipanggil, ya kita panggil. Kita harus transparan,” tegas Herwan.

Keluhan yang kembali muncul ini menjadi sorotan masyarakat dan diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan SPMB di Bengkulu agar penempatan siswa benar-benar memperhatikan prinsip domisili serta tidak membebani orang tua dengan jarak tempuh yang jauh.

Berita Terkait

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Pemkot, Polda dan REI Gotong Royong Bangun Rumah Guru Ngaji Korban Kebakaran
Destita Khairilisani: Sekolah Rakyat Kaur Wujud Pemerataan Pendidikan dan Pembentukan Karakter
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:59 WIB

HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern

Berita Terbaru