Helmi Hasan Pastikan PPPK Paruh Waktu Tak Bebani APBD Bengkulu

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memastikan PPPK Paruh Waktu tidak membebani belanja pegawai dan tetap aman secara fiskal

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memastikan PPPK Paruh Waktu tidak membebani belanja pegawai dan tetap aman secara fiskal

BENGKULUBAROMETER – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan bahwa kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu tidak menambah beban belanja pegawai Pemerintah Provinsi Bengkulu. Skema pembiayaan PPPK Paruh Waktu dipastikan berada di pos belanja barang dan jasa, bukan belanja pegawai.

Penegasan tersebut disampaikan Helmi Hasan menyusul pelantikan 4.369 PPPK Paruh Waktu yang digelar serentak di Masjid Raya Baitul Izzah, Rabu sore, 31 Desember 2025. Ribuan peserta mengikuti pelantikan dengan wajah haru dan penuh harapan, menandai babak baru perjalanan pengabdian mereka kepada negara.

Menurut Helmi, kekhawatiran publik soal membengkaknya belanja pegawai tidak beralasan. Sejak awal, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menyiapkan skema pembiayaan yang aman dan terukur.

“Tidak ada beban. Tidak masuk belanja pegawai. PPPK Paruh Waktu ini masuk belanja barang dan jasa, jadi tidak ada persoalan,” kata Helmi.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut telah melalui proses konsultasi intensif dengan pemerintah pusat. Hasilnya, skema PPPK Paruh Waktu dinilai tidak melanggar prinsip kehati-hatian fiskal dan tetap sejalan dengan arah kebijakan nasional. Pemerintah daerah, kata Helmi, tidak boleh gegabah dalam mengelola anggaran, apalagi di tengah tuntutan efisiensi dan peningkatan pelayanan publik.

Baca Juga :  Terungkap! 5 Polisi di Lebong Positif Narkoba Usai Penggerebekan Jaringan Sabu

Lebih jauh, Helmi mengungkapkan bahwa Pemprov Bengkulu berkomitmen mengejar target nasional agar belanja pegawai daerah pada 2027 berada di bawah 30 persen dari total APBD. Target ini bukan sekadar angka administratif, melainkan upaya menciptakan ruang fiskal yang lebih sehat untuk pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah moratorium perpindahan aparatur sipil negara (ASN) masuk ke lingkungan Pemprov Bengkulu, kecuali untuk kondisi darurat. Selama ini, tingginya belanja pegawai dipicu oleh arus perpindahan ASN dari kabupaten/kota ke provinsi yang tidak diimbangi peningkatan pendapatan daerah.

“Solusinya moratorium. Tidak boleh lagi ada penerimaan pindah, kecuali darurat. Itupun sifatnya titipan, status kerjanya di Pemprov, tapi gajinya tetap dibayar daerah asal,” ujar Helmi.

Baca Juga :  Awal 2026, INFORMA Ajak Warga Indonesia Upgrade Kenyamanan Rumah

Sebaliknya, Pemprov Bengkulu justru memberi kemudahan bagi ASN yang ingin berkarier ke luar daerah. Menurut Helmi, kebijakan ini menjadi bagian dari penataan birokrasi yang lebih sehat dan berkeadilan.

“Kalau keluar kita permudah, tapi kalau masuk memang belum bisa,” katanya.

Helmi optimistis, kombinasi moratorium ASN dan penerapan PPPK Paruh Waktu akan membawa Bengkulu mencapai target belanja pegawai di bawah 30 persen pada 2027. Ia menekankan, pengelolaan keuangan daerah harus berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Pelantikan PPPK Paruh Waktu, lanjut Helmi, bukan sekadar seremoni. Di balik itu, terdapat tuntutan kinerja dan tanggung jawab besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Sekarang saatnya berjuang keras membantu dan melayani masyarakat Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Bagi ribuan PPPK yang dilantik, kepastian status ini menjadi jawaban atas penantian panjang. Negara, melalui kebijakan ini, hadir memberi pengakuan atas pengabdian mereka yang selama bertahun-tahun bekerja di balik layar birokrasi.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bengkulu Jadi Simbol Kerukunan Umat di Indonesia
Kalender Olahraga 2026 Disiapkan, Dispora Bengkulu Fokus Cetak Atlet Berprestasi Nasional
Melihat dari Tuntutan, Kuasa Hukum Bebby Hussy, Nilai JPU Sudah Petakan Aktor Utama Kasus Tambang
Kasus “Raksasa” Tambang Batu Bara Bengkulu Rp1,8 Triliun: 3 Perkara Tuntut Bebby Hussy 8 Tahun, Aset Sitaan Dikembalikan
Laporan Dugaan Aktivitas Ilegal PT. RAA di Kejati, Wisdom: Semua Laporan Diproses!
Bengkulu Didorong Jadi Pusat Bioindustri dan Ekonomi Hijau, Kawasan Industri Pulau Baai hingga Kereta Api Diusulkan
Kisruh Golkar Kota Memanas, Mantan Pengurus Demo Tolak Penunjukan Plt
Siswa SMA di Bengkulu Belajar Langsung ke Gudang BULOG, Pahami Ketahanan Pangan dari Dekat
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 20:30 WIB

Bengkulu Jadi Simbol Kerukunan Umat di Indonesia

Jumat, 24 April 2026 - 20:28 WIB

Kalender Olahraga 2026 Disiapkan, Dispora Bengkulu Fokus Cetak Atlet Berprestasi Nasional

Jumat, 24 April 2026 - 00:19 WIB

Melihat dari Tuntutan, Kuasa Hukum Bebby Hussy, Nilai JPU Sudah Petakan Aktor Utama Kasus Tambang

Kamis, 23 April 2026 - 23:29 WIB

Kasus “Raksasa” Tambang Batu Bara Bengkulu Rp1,8 Triliun: 3 Perkara Tuntut Bebby Hussy 8 Tahun, Aset Sitaan Dikembalikan

Kamis, 23 April 2026 - 20:08 WIB

Laporan Dugaan Aktivitas Ilegal PT. RAA di Kejati, Wisdom: Semua Laporan Diproses!

Berita Terbaru

Bengkulu

Bengkulu Jadi Simbol Kerukunan Umat di Indonesia

Jumat, 24 Apr 2026 - 20:30 WIB