Tragedi di Rawa Bawah Jembatan Danau Dendam: Bocah 11 Tahun Tenggelam Saat Mencari Ikan Cupang

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 19:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Upaya sederhana seorang anak untuk mencari ikan hias berujung duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Dafa Ibnu (11), pelajar sekolah dasar asal Kelurahan Panorama, Kota Bengkulu, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di rawa bawah Jembatan Elevated, Kelurahan Dusun Besar, Senin 26 Januari 2026.

Peristiwa itu terjadi pada siang hari ketika Dafa bersama beberapa temannya menyusuri area rawa yang selama ini dikenal sebagai tempat mencari ikan cupang liar. Aktivitas tersebut bukan hal baru bagi anak-anak di kawasan itu. Mereka kerap datang sepulang sekolah atau saat libur untuk mencari ikan hias yang kemudian dipelihara di rumah.

Menurut keterangan warga sekitar, awalnya anak-anak tersebut bermain di pinggiran rawa yang airnya relatif dangkal. Mereka bahkan sempat memperoleh beberapa ekor ikan. Namun, Dafa kemudian berjalan lebih ke tengah rawa dengan maksud mencari ikan yang terlihat bergerak di antara semak-semak air.

Baca Juga :  KPU Bengkulu Dapat Dukungan Hukum Kejaksaan, dari Bantuan hingga Pertimbangan Hukum

Untuk memastikan kedalaman air, Dafa menggunakan sebatang kayu sebagai alat ukur. Ia mencoba menusukkan kayu ke dasar rawa sambil melangkah perlahan. Tak disangka, bagian yang ia pijak ternyata cukup dalam dan berlumpur. Dalam hitungan detik, tubuh Dafa terperosok dan tenggelam.

“Teman-temannya sempat berteriak minta tolong karena korban tidak bisa berenang,” ujar Febri  seorang warga yang ikut menyaksikan kepanikan anak-anak tersebut.

Warga sekitar segera berdatangan setelah mendengar teriakan. Namun kondisi rawa yang keruh dan dipenuhi tanaman air menyulitkan pencarian. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke pihak berwenang.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, kepolisian, BPBD, serta personel Brimob Polda Bengkulu diterjunkan ke lokasi. Proses pencarian berlangsung hampir empat jam dengan menyisir area rawa menggunakan alat bantu dan penyelaman terbatas.

Sekitar pukul 16.00 WIB, tubuh Dafa akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit DKT Bengkulu untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Bank Bengkulu Siapkan 2.000 Voucher Makan Gratis di Malam Puncak Undian Simpeda

Suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban di Kelurahan Panorama. Kerabat, tetangga, dan teman sekolah berdatangan untuk memberikan dukungan moral kepada orang tua korban yang tampak terpukul atas kejadian tersebut.

“Dia anak yang pendiam, sering main ikan cupang. Kami tidak menyangka kejadian seperti ini bisa terjadi,” ujar salah satu tetangga keluarga.

Pihak kepolisian menyatakan tidak ditemukan unsur kekerasan dalam peristiwa ini. Kejadian murni merupakan kecelakaan akibat kurangnya pemahaman akan kondisi medan rawa yang berbahaya.

Aparat dan pemerintah setempat mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar perairan terbuka seperti rawa, sungai, dan kolam bekas galian.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa ruang bermain anak yang tidak aman dapat berubah menjadi ancaman nyata. Aktivitas sederhana seperti mencari ikan di alam bebas membutuhkan pengawasan orang dewasa agar keselamatan anak tetap terjaga.

Berita Terkait

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang
Dorong Peternakan Modern, Bengkulu Dibidik Jadi Pusat Industri Sapi dan Pakan Sawit
Helmi Sebut Rehabilitasi Stadion GOR Sawah Lebar Bengkulu Butuh Anggaran Rp80 Miliar
Jelang Hari Pahlawan 2026, Pemprov Bengkulu Siapkan Ziarah dan Tabur Bunga
Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:17 WIB

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang

Jumat, 6 November 2026 - 15:24 WIB

Dorong Peternakan Modern, Bengkulu Dibidik Jadi Pusat Industri Sapi dan Pakan Sawit

Jumat, 6 November 2026 - 14:43 WIB

Helmi Sebut Rehabilitasi Stadion GOR Sawah Lebar Bengkulu Butuh Anggaran Rp80 Miliar

Jumat, 6 November 2026 - 13:14 WIB

Jelang Hari Pahlawan 2026, Pemprov Bengkulu Siapkan Ziarah dan Tabur Bunga

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Berita Terbaru

Bengkulu

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang

Jumat, 6 Nov 2026 - 16:17 WIB