BENGKULUBAROMETER – Ribuan jemaah memadati Gedung Daerah Balai Raya Semarak, atau Ruma Dinas Gubernur Bengkulu, Sabtu siang (31/1), dalam kegiatan Tabligh Akbar Pengajian Merah Putih. Sejak menjelang siang, arus kedatangan peserta terus mengalir. Tidak hanya berasal dari Kota Bengkulu, jemaah juga datang dari berbagai kabupaten di Provinsi Bengkulu.
Suasana religius terasa kuat ketika seluruh ruangan dipenuhi lantunan salawat dan doa. Para jemaah duduk rapi mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat. Banyak keluarga datang bersama anak-anak mereka sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadan.
Kegiatan ini digelar untuk memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut datangnya Ramadan. Panitia mengemas acara dengan sederhana namun penuh makna, agar pesan keagamaan dapat diterima semua kalangan, dari remaja hingga orang tua.
Acara dibuka dengan sambutan Wakil Gubernur Bengkulu, Mian. Dalam pesannya, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan momen Isra Mikraj sebagai waktu untuk introspeksi diri dan memperbaiki kualitas ibadah.
Menurutnya, Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang membersihkan hati dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap, ucapan, serta memperbanyak amal kebaikan selama bulan suci.
“Momentum ini adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri, menata niat, dan memperkuat kepedulian sosial,” ujarnya di hadapan ribuan jemaah.
Selain itu, Wakil Gubernur juga menyampaikan sejumlah program pemerintah daerah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut meliputi pembangunan infrastruktur, penyediaan ambulans gratis untuk desa-desa, serta program orang tua asuh bagi anak yatim.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjalankan program-program tersebut secara bertahap demi membantu masyarakat Bengkulu, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.
Sementara itu, tausiyah utama disampaikan oleh penceramah nasional, Ustaz Anugerah Cahyadi atau yang akrab disapa Ustaz Ucay. Dengan gaya ceramah yang ringan, santai, dan diselingi humor, ia mampu membuat suasana pengajian menjadi hidup dan penuh perhatian.
Dalam ceramahnya, Ustaz Ucay mengajak jemaah untuk memuliakan para ulama sebagai pewaris para nabi. Ia menekankan bahwa menghormati guru dan ulama merupakan bagian dari menghormati Nabi Muhammad SAW.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap perbuatan manusia akan mendapatkan balasan di akhirat. Amal baik dan amal buruk akan ditimbang, dan hasilnya akan menentukan nasib seseorang kelak.
Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami oleh seluruh jemaah. Banyak peserta terlihat tersenyum sekaligus terharu saat mendengarkan ceramah tersebut.
Tabligh Akbar ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bengkulu, Ketua Baznas Provinsi Bengkulu, serta tokoh masyarakat lainnya.
Bagi masyarakat Bengkulu, kegiatan ini bukan hanya sekadar pengajian, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan iman menjelang Ramadan. Antusiasme ribuan jemaah menunjukkan bahwa semangat beragama di Bengkulu tetap terjaga dan terus tumbuh.
Acara ditutup dengan doa bersama agar Bengkulu senantiasa diberkahi, masyarakat hidup rukun, dan Ramadan tahun ini dapat dijalani dengan penuh keikhlasan serta kebaikan.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi








