4 Warga Bengkulu Korban TPPO di Kamboja Segera Dipulangkan, Biaya Capai Rp32 Juta

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Empat warga Bengkulu korban TPPO di Kamboja segera dipulangkan. Biaya Rp32 juta ditanggung Baznas. DPRD minta polisi usut jaringan perdagangan orang.

Empat warga Bengkulu korban TPPO di Kamboja segera dipulangkan. Biaya Rp32 juta ditanggung Baznas. DPRD minta polisi usut jaringan perdagangan orang.

BENGKULUBAROMETER – Empat warga Provinsi Bengkulu yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di luar negeri dipastikan akan segera dipulangkan ke Indonesia. Kepastian ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, keluarga korban, Baznas Provinsi Bengkulu, serta aparat kepolisian, Senin 2 Februari 2026.

Dalam rapat tersebut terungkap bahwa proses pemulangan keempat korban membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Total biaya yang dibutuhkan mencapai Rp32 juta atau sekitar Rp8 juta per orang. Rinciannya meliputi Rp1 juta untuk pengurusan surat pengganti paspor dan Rp7 juta untuk tiket pesawat dari luar negeri ke Indonesia.

Ketua Baznas Provinsi Bengkulu, Romli Ronan, menyatakan bahwa para korban masuk dalam kategori penerima zakat karena mengalami perbudakan modern dan persoalan kemanusiaan. Oleh karena itu, Baznas siap membantu proses pemulangan mereka.

“Insyaallah Baznas akan membantu biaya pemulangan para korban TPPO ini. Mereka adalah korban dan harus segera diselamatkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Antisipasi Siklon Tropis Bakung, Dishub Bengkulu Siagakan Pos Pelayanan Laut dan Udara Jelang Nataru 2026

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Sembiring, mengatakan bahwa pembiayaan melalui Baznas bertujuan meringankan beban keluarga korban yang selama ini kesulitan ekonomi. Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh tinggal diam ketika warganya menjadi korban kejahatan lintas negara.

“Biaya pemulangan akan ditanggung Baznas agar keluarga tidak terbebani. Ini bentuk kepedulian terhadap warga Bengkulu yang sedang mengalami penderitaan,” katanya.

Selain soal pemulangan, Komisi IV juga mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini. Proses hukum akan dimulai setelah keluarga korban membuat laporan resmi ke kepolisian.

“Kami minta kepolisian menyelidiki kasus ini secara menyeluruh agar jaringan yang memberangkatkan para korban bisa terungkap,” ujar Usin.

Dalam rapat tersebut juga dilakukan panggilan video dengan para korban yang saat ini berada di tempat penampungan KBRI Phnom Penh, Kamboja. Dari sambungan video itu, para korban menceritakan pengalaman pahit mereka selama berada di luar negeri.

Baca Juga :  PLTA Musi Digerebek! Kejati Bengkulu Geledah 3 Kota, Ungkap Dugaan Kasus Korupsi Proyek PLN

Salah satu korban, Deni Febriansyah, mengungkapkan bahwa awalnya ia dan tiga rekannya dijanjikan pekerjaan di Vietnam dengan gaji Rp12,8 juta per bulan sebagai pemasaran elektronik secara daring. Namun sesampainya di luar negeri, mereka justru dibawa ke Kamboja dan dipaksa bekerja sebagai pelaku penipuan judi online.

“Paspor dan ponsel kami disita. Kalau tidak mencapai target, kami diperlakukan kasar,” ungkap Deni.

Karena tidak tahan dengan tekanan dan kekerasan, mereka akhirnya melarikan diri dan melapor ke Kedutaan Besar RI. Saat ini mereka masih menunggu terbitnya Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebagai syarat kepulangan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa TPPO masih menjadi ancaman serius bagi warga yang tergiur tawaran kerja dengan gaji besar tanpa prosedur resmi.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Diterjang Badai, Kapal Nelayan Karam di Pasir Putih Bengkulu, 1 Selamat 1 Masih Dicari
Puting Beliung Hantam Rejang Lebong, 30 Rumah Warga Rusak dalam Hitungan Menit
Terungkap! Ayah Tiri di Kaur Eksploitasi Anak, Dijual ke Empat Pria
Genjot Ekonomi Rakyat, Program PSR Bengkulu 2026 Targetkan 3.500 Hektare Sawit Diremajakan
Wali Kota Ultimatum Warem, Pantai Panjang Ditertibkan Demi Wisata Bersih
Helmi Hasan Pastikan Proyek 10 Jembatan Garuda Tetap Jalan, Awal Lambat Tapi Terarah
Pelindo Siapkan 215 Hektar Kawasan Industri Pulau Baai, Bengkulu Bidik Lonjakan Investasi
Rejang Lebong Dipilih, SMA Garuda Segera Dibangun Tahun Ini
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 19:44 WIB

Diterjang Badai, Kapal Nelayan Karam di Pasir Putih Bengkulu, 1 Selamat 1 Masih Dicari

Sabtu, 4 April 2026 - 20:33 WIB

Puting Beliung Hantam Rejang Lebong, 30 Rumah Warga Rusak dalam Hitungan Menit

Sabtu, 4 April 2026 - 20:14 WIB

Terungkap! Ayah Tiri di Kaur Eksploitasi Anak, Dijual ke Empat Pria

Sabtu, 4 April 2026 - 14:43 WIB

Genjot Ekonomi Rakyat, Program PSR Bengkulu 2026 Targetkan 3.500 Hektare Sawit Diremajakan

Sabtu, 4 April 2026 - 14:06 WIB

Wali Kota Ultimatum Warem, Pantai Panjang Ditertibkan Demi Wisata Bersih

Berita Terbaru