Bengkulu Didorong Jadi Pusat Bioindustri dan Ekonomi Hijau, Kawasan Industri Pulau Baai hingga Kereta Api Diusulkan

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CENDERAMATA: Wakil Gubernur Bengkulu Mian memberikan cenderamata kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. Dalam kesempatan kedatangan Menteri pada Kamis 23 April 2026 itu, Pemprov Bengkulu usulkan pengembangan kawasan industri Pulau Baai, tol hingga perkeretaapian untuk dorong bioindustri dan ekonomi hijau berkelanjutan. FOTO: IST//MBG.

CENDERAMATA: Wakil Gubernur Bengkulu Mian memberikan cenderamata kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. Dalam kesempatan kedatangan Menteri pada Kamis 23 April 2026 itu, Pemprov Bengkulu usulkan pengembangan kawasan industri Pulau Baai, tol hingga perkeretaapian untuk dorong bioindustri dan ekonomi hijau berkelanjutan. FOTO: IST//MBG.

BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong percepatan pembangunan berbasis potensi daerah. Salah satunya melalui pengembangan bioindustri dan ekonomi hijau yang kini menjadi fokus nasional.

Hal ini disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dalam rapat koordinasi bersama Pemprov Bengkulu, bupati dan wali kota, serta jajaran Bappeda di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis 23 April 2026.

Menurut Rachmat, Bengkulu memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan bioindustri, terutama melalui hilirisasi komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, dan kopi.

“Potensi ini harus dimaksimalkan. Pengembangan bioindustri harus terintegrasi dari hulu hingga hilir, sekaligus memperkuat kemitraan dengan petani,” ujarnya.

Ia menegaskan, ekonomi hijau kini menjadi arah pembangunan global. Karena itu, Bengkulu dinilai punya peluang besar untuk ikut berperan dalam mendorong kemandirian pangan sekaligus pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Sementara itu mewakili Gubernur Bengkulu, Wakil Gubernur Mian menyampaikan bahwa potensi besar daerah perlu ditopang dengan infrastruktur yang memadai.

Ia menyebut, Bengkulu memiliki garis pantai sepanjang 1.525 kilometer dengan wilayah yang terdiri dari sembilan kabupaten dan satu kota. Dari total luas wilayah sekitar 32.225 kilometer persegi, hampir setengahnya merupakan kawasan hutan dan konservasi.

Baca Juga :  Serahkan 109 SHM, Wamen Viva Yoga Tegaskan Lahan Jangan Dijual

“Potensi sumber daya alam kita sangat besar. Ini harus didukung dengan konektivitas dan penguatan infrastruktur agar memberi nilai tambah,” jelas Mian.

Salah satu usulan utama Pemprov adalah pengembangan kawasan industri Pulau Baai sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Kawasan ini dirancang terintegrasi dengan pelabuhan, sehingga diharapkan mampu mempercepat distribusi barang, menekan biaya logistik, dan meningkatkan daya saing daerah.

Selain itu, Pemprov juga mengusulkan kelanjutan pembangunan jalan tol Bengkulu–Lubuklinggau guna membuka akses antarwilayah.

Tidak hanya itu, pembangunan jaringan perkeretaapian juga menjadi usulan penting untuk memperkuat konektivitas regional dan mendukung distribusi komoditas unggulan.

Di sektor perkebunan, Bengkulu mencatat produksi kopi robusta mencapai lebih dari 54 ribu ton per tahun, serta kelapa sawit lebih dari 1 juta ton yang didukung puluhan pabrik CPO. Produksi karet juga mencapai lebih dari 100 ribu ton.

Sementara di sektor kelautan, potensi produksi mencapai 160 ribu ton dengan komoditas unggulan seperti tuna, kakap, udang, dan cakalang.

Tak hanya itu, sektor energi juga cukup menjanjikan, mulai dari cadangan batu bara ratusan juta ton hingga potensi panas bumi lebih dari 1.200 megawatt.

Baca Juga :  Semua Hiburan Malam Bengkulu Diduga Jual Mihol Tanpa Izin

Pengembangan Bengkulu ke depan juga diarahkan pada beberapa kawasan strategis. Di antaranya kawasan swasembada pangan di Mukomuko, Bengkulu Utara, Seluma, dan Bengkulu Selatan.

Kemudian kawasan energi dan air di Bukit Barisan, serta penguatan kawasan konservasi seperti Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Di sektor pariwisata, Bengkulu memiliki destinasi unggulan seperti Pantai Panjang, Danau Dendam Tak Sudah, hingga Benteng Marlborough.

Selain kawasan industri dan infrastruktur, Pemprov Bengkulu juga mengajukan sejumlah program prioritas, antara lain:

Pengendalian banjir di Kota Bengkulu

Pembangunan tempat pembuangan sampah regional

Pengembangan tahap II Danau Dendam Tak Sudah

Pembangunan SPAM regional Benteng–Koba–Manna

Pembangunan embung pertanian di Bengkulu Utara

Langkah-langkah ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan berbagai potensi dan dukungan kebijakan nasional, Bengkulu dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan bioindustri dan ekonomi hijau di Indonesia.

Penguatan hilirisasi, pembangunan infrastruktur, serta pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan menjadi kunci agar potensi tersebut benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Pemkot, Polda dan REI Gotong Royong Bangun Rumah Guru Ngaji Korban Kebakaran
Destita Khairilisani: Sekolah Rakyat Kaur Wujud Pemerataan Pendidikan dan Pembentukan Karakter
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:59 WIB

HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern

Berita Terbaru