BENGKULUBAROMETER – Anggota DPD RI daerah pemilihan Bengkulu, Destita Khairilisani, melakukan kunjungan kerja ke Pusat Latihan Gajah Seblat pada Sabtu 14 Februari 2026. Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian nyata terhadap upaya pelestarian lingkungan dan perlindungan satwa liar, khususnya Gajah Sumatera yang semakin terancam akibat penyusutan habitat.
PLG Seblat dikenal sebagai salah satu kantong habitat Gajah Sumatera di Provinsi Bengkulu. Kawasan ini berfungsi sebagai pusat pelatihan dan penjinakan gajah liar dari hutan Sumatera, sekaligus menjadi lokasi konservasi bagi satwa dilindungi tersebut.
Secara geografis, PLG Seblat berada di Desa Marga Sakti Seblat, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara. Lokasinya berjarak sekitar empat jam perjalanan dari pusat Kota Bengkulu. Meski cukup jauh, kawasan ini menyimpan peran strategis sebagai benteng terakhir habitat gajah di wilayah Bengkulu.
Dalam kunjungannya, Destita tidak hanya meninjau fasilitas dan kondisi pusat latihan. Ia juga berdialog langsung dengan pengelola serta wisatawan lokal yang sedang berkunjung. Suasana hangat terlihat saat ia berinteraksi dan berfoto bersama gajah-gajah yang dirawat di kawasan konservasi tersebut.
Destita menegaskan pentingnya menjaga bentang alam Seblat agar tetap lestari. Menurutnya, kawasan ini bukan sekadar lokasi konservasi, tetapi simbol komitmen Bengkulu dalam menjaga warisan alam untuk generasi mendatang.
“Kita harus menjaga bentang Seblat ini sebagai benteng terakhir habitat Gajah Sumatera. Konservasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, tekanan terhadap kawasan hutan semakin meningkat akibat alih fungsi lahan dan aktivitas perusakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Jika tidak dijaga bersama, ancaman tersebut dapat mempersempit ruang hidup gajah dan memicu konflik antara manusia dan satwa liar.
Menurut Destita, pelestarian lingkungan harus dibarengi dengan edukasi dan keterlibatan masyarakat sekitar. Ia menilai kesadaran kolektif menjadi kunci agar upaya konservasi berjalan efektif dan berkelanjutan.
Selain sebagai pusat pelestarian, PLG Seblat juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekowisata berbasis konservasi. Dengan pengelolaan yang baik, kawasan ini dapat menjadi destinasi wisata edukatif yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa merusak lingkungan.
“Ekowisata yang dikelola dengan prinsip keberlanjutan bisa menjadi solusi. Alam tetap terjaga, masyarakat juga mendapatkan manfaat,” tambahnya.
Kunjungan ini sekaligus menunjukkan komitmen Destita dalam mendorong isu-isu lingkungan di tingkat nasional. Sebagai wakil daerah, ia menilai perlindungan habitat Gajah Sumatera harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah pusat, daerah, maupun masyarakat.
Ia berharap kehadirannya di PLG Seblat dapat menjadi penguat semangat bagi pengelola dan masyarakat untuk terus menjaga kawasan tersebut. Menurutnya, keberlangsungan hidup Gajah Sumatera bukan hanya soal pelestarian satwa, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan ekosistem hutan.
Dengan populasi yang terus menghadapi tekanan, langkah-langkah konkret dan kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan. Destita pun mengajak semua pihak untuk menjadikan Seblat sebagai contoh keberhasilan konservasi yang melibatkan masyarakat dan berorientasi jangka panjang.
Kunjungan ini menjadi pesan kuat bahwa upaya menjaga hutan dan satwa liar tidak bisa ditunda. Seblat adalah kebanggaan Bengkulu, dan menjaga Gajah Sumatera berarti menjaga masa depan lingkungan hidup itu sendiri.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi








