Distribusi Pertamax ke Pertashop Bengkulu Terlambat, Pengusaha Keluhkan Pengiriman Bisa Sampai H+5

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mikro 2 kiloliter atau yang dikenal dengan Pertashop di sejumlah desa di Provinsi Bengkulu mengalami hambatan. Kondisi ini dikeluhkan para pengusaha Pertashop karena pengiriman BBM dinilai semakin lambat dibandingkan sebelumnya.

Jika sebelumnya pengiriman BBM dapat dilakukan sehari setelah pemesanan atau H+1, kini sebagian pengusaha Pertashop mengaku harus menunggu hingga dua hingga lima hari setelah melakukan pemesanan.

Pengusaha Pertashop Bengkulu, Riki Simanjuntak, mengatakan keterlambatan distribusi tersebut sudah dirasakan oleh banyak Pertashop di berbagai daerah di Provinsi Bengkulu.

“Dulu sistemnya hari ini kita pesan, besok sudah diantar. Sekarang rata-rata H+2, bahkan saya dengar ada yang sampai H+3 atau H+5,” ujar Riki Simanjuntak, Senin (9/3/2026).

Menurut Riki, keterlambatan pengiriman tersebut kemungkinan bukan disebabkan oleh kekurangan stok BBM di depot Pertamina. Ia menduga kendala lebih banyak terjadi pada sistem distribusi atau transportasi pengiriman BBM menuju Pertashop.

Ia menjelaskan bahwa selama ini pengusaha Pertashop melakukan pemesanan BBM melalui sistem yang telah ditentukan oleh Pertamina. Biasanya pemesanan dilakukan melalui layanan pesan singkat ke nomor resmi Pertamina.

Baca Juga :  Mega Korupsi Tambang: Mantan Kadis Pertambangan BU Era 2007 Resmi Ditahan Kejati

Setelah pemesanan dilakukan, jadwal pengiriman akan disesuaikan dengan antrean distribusi yang telah ditentukan oleh pihak depot.

“Dalam sistem pemesanan BBM Pertamina, pengusaha biasanya memesan melalui layanan pesan singkat ke nomor resmi Pertamina. Setelah itu, jadwal pengiriman ditentukan sesuai antrean distribusi,” jelasnya.

Namun dalam beberapa waktu terakhir, waktu tunggu pengiriman menjadi lebih lama dari biasanya. Hal ini membuat sejumlah pengusaha Pertashop kesulitan mengatur stok BBM yang akan disalurkan kepada masyarakat.

Padahal, keberadaan Pertashop selama ini menjadi salah satu solusi bagi masyarakat desa yang tinggal jauh dari SPBU.

Riki mencontohkan Pertashop miliknya yang berada di Kecamatan Air Ami, Kabupaten Mukomuko. Lokasi tersebut memiliki jarak sekitar 22 kilometer dari SPBU terdekat.

“Kalau di daerah jauh dari SPBU, Pertashop sangat dibutuhkan masyarakat. Kalau Pertashop tidak ada BBM, masyarakat terpaksa pergi jauh ke SPBU,” ujarnya.

Baca Juga :  Gas Melon Langka di Bengkulu Saat Ramadan, Pertamina Klaim Stok Aman Tapi Warga Tetap Kesulitan

Keterlambatan distribusi ini membuat pengusaha Pertashop kesulitan menyusun perencanaan distribusi BBM kepada masyarakat di wilayahnya. Jika pengiriman tidak sesuai jadwal, stok BBM bisa habis lebih cepat dari perkiraan.

Hal tersebut berpotensi membuat Pertashop tidak dapat melayani masyarakat untuk sementara waktu.

Karena itu, para pengusaha Pertashop berharap sistem distribusi BBM dapat kembali berjalan seperti sebelumnya, yakni pengiriman dilakukan sehari setelah pemesanan.

Menurut Riki, kepastian jadwal pengiriman sangat penting bagi pengusaha untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat desa tetap stabil.

“Harapan kami sederhana, hari ini pesan, besok sudah diantar. Kalau begitu, kami bisa memastikan suplai ke masyarakat tetap berjalan sesuai rencana,” kata Riki.

Ia berharap pihak terkait dapat mengevaluasi sistem distribusi BBM ke Pertashop agar penyaluran kembali berjalan lebih cepat dan lancar.

Dengan distribusi yang lancar, Pertashop dapat menjalankan perannya sebagai penyedia BBM berkualitas bagi masyarakat desa yang jauh dari SPBU.

Berita Terkait

Dirlantas Polda Bengkulu Turun Langsung Petakan Wilayah, Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan
Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat
Inflasi Bengkulu Juli 2026 Dipicu BBM dan Biaya Pendidikan
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Dirlantas Polda Bengkulu Turun Langsung Petakan Wilayah, Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Inflasi Bengkulu Juli 2026 Dipicu BBM dan Biaya Pendidikan

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Berita Terbaru

Bengkulu

Inflasi Bengkulu Juli 2026 Dipicu BBM dan Biaya Pendidikan

Senin, 3 Agu 2026 - 20:50 WIB