Gas Melon Langka di Bengkulu Saat Ramadan, Pertamina Klaim Stok Aman Tapi Warga Tetap Kesulitan

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 21:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, kelangkaan LPG 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas melon kembali dikeluhkan masyarakat Kota Bengkulu. Di tengah kondisi tersebut, Pertamina justru menyatakan pasokan energi dalam kondisi aman dan telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi selama Ramadan dan Lebaran.

Kontras antara klaim pasokan aman dan kondisi di lapangan memicu pertanyaan publik mengenai efektivitas distribusi LPG bersubsidi.

Pemerintah Kota Bengkulu akhirnya merespons keluhan warga yang dalam beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu Alex Pebriansyah mengatakan pihaknya telah melakukan pengawasan terhadap distribusi gas bersubsidi tersebut.

Menurut Alex, pengawasan dilakukan mulai dari tingkat agen hingga pangkalan agar pasokan LPG bersubsidi tetap sampai kepada masyarakat yang berhak.

“Upaya yang dilakukan pengawasan gas elpiji di tingkat agen dan pangkalan,” kata Alex dalam keterangannya, Minggu (16/3/2026) dini hari.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab kelangkaan LPG 3 kilogram adalah meningkatnya konsumsi masyarakat selama bulan Ramadan. Menurutnya, lonjakan penggunaan gas terjadi karena banyaknya usaha mikro atau UMKM dadakan yang muncul selama bulan puasa.

“Penyebab kelangkaan karena peningkatan jumlah pemakaian gas disebabkan banyaknya UMKM dadakan pada saat bulan Ramadan ini,” ujarnya.

Namun penjelasan tersebut tidak sepenuhnya menjawab keluhan masyarakat. Di sejumlah wilayah seperti Sukamerindu dan Lingkar Barat, warga mengaku sudah berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain namun tetap tidak mendapatkan gas melon.

Baca Juga :  Penasehat Hukum Desak Pegusutan Aktor Lain Kasus PHL Perumda Tirta Hidayah

Bahkan sebagian warga terpaksa membeli LPG 3 kilogram dengan harga jauh di atas harga normal. Jika biasanya gas melon dijual sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu, kini harganya bisa mencapai Rp 50 ribu per tabung di tingkat pengecer.

Alex mengakui kemungkinan kenaikan harga memang terjadi di tingkat warung atau pengecer. Namun ia menegaskan bahwa harga di pangkalan resmi tidak mengalami perubahan.

“Untuk harga kemungkinan ada peningkatan harga di tingkat warung, bukan di pangkalan atau di agen. Solusinya hari Senin ini kita akan turun kembali,” ujarnya.

Sementara itu, di tengah keluhan warga terkait kelangkaan gas melon, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menyatakan stok energi di wilayah Bengkulu dalam kondisi aman menjelang Lebaran.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Erwin Dwiyanto, mengatakan pihaknya telah mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri 2026 untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga.

“Pertamina telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan pasokan energi tetap aman serta distribusinya berjalan lancar di seluruh wilayah kerja,” kata Erwin.

Pertamina bahkan memproyeksikan konsumsi LPG 3 kilogram akan meningkat sekitar 8 persen selama periode Ramadan dan Lebaran.

Baca Juga :  Usai Penggeledahan, Tiga Koper Dibawa KPK

Untuk mengantisipasi kenaikan tersebut, Pertamina mengklaim telah menambah pasokan LPG sebanyak 215 metrik ton di wilayah Bengkulu.

Namun pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Jika stok benar-benar ditambah dan distribusi berjalan lancar, mengapa kelangkaan LPG masih terjadi di berbagai wilayah?

Sejumlah warga menilai persoalan utama bukan hanya pada ketersediaan stok, tetapi pada sistem distribusi yang sering kali tidak merata. Gas bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil sering kali sulit diakses saat permintaan meningkat.

Pemerintah Kota Bengkulu sendiri berjanji akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi berjalan normal.

Selain itu, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi juga telah mengeluarkan surat edaran agar penggunaan LPG 3 kilogram tepat sasaran. Dalam surat tersebut, aparatur sipil negara, PPPK, serta pelaku usaha besar diminta tidak menggunakan LPG bersubsidi.

Meski demikian, masyarakat berharap langkah konkret segera dilakukan, termasuk pengawasan lebih ketat terhadap distribusi LPG oleh Pertamina dan pemerintah daerah.

Sebab bagi sebagian warga, gas melon bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, tetapi juga penopang ekonomi usaha kecil yang meningkat pesat selama Ramadan.

Jika masalah distribusi tidak segera dibenahi, kelangkaan LPG 3 kilogram berpotensi kembali terjadi setiap menjelang hari besar.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan
Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional
Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak
Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku
Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi
Bank Bengkulu Paparkan Capaian Positif, Dividen dan Kontribusi Pajak Terus Meningkat
Relawan MBG Ditemukan Tewas di Sungai, Polisi Temukan Dugaan Tanda Kekerasan
SMKN 1 Bengkulu Nekat Study Banding, Dikbud Bengkulu Pastikan Sanksi Tegas
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:34 WIB

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan

Rabu, 16 September 2026 - 13:47 WIB

Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 18:31 WIB

Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak

Selasa, 15 September 2026 - 18:18 WIB

Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku

Senin, 14 September 2026 - 19:46 WIB

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Berita Terbaru

Bengkulu

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Senin, 14 Sep 2026 - 19:46 WIB