Konflik Nelayan Bengkulu Tak Kunjung Usai, Kolaborasi Jadi Kunci Redam Gesekan

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konflik nelayan tradisional dan pengguna trawl di Bengkulu kembali mencuat. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi solusi utama meredam gesekan di laut.

Konflik nelayan tradisional dan pengguna trawl di Bengkulu kembali mencuat. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi solusi utama meredam gesekan di laut.

BENGKULUBAROMETER – Konflik antara nelayan tradisional dan pengguna alat tangkap trawl di Bengkulu kembali menjadi perhatian serius. Persoalan yang sudah berlangsung lama ini dinilai belum memiliki solusi tuntas, sehingga berpotensi terus berulang di kawasan pesisir.

Dalam sebuah dialog publik yang digelar oleh organisasi Ekologi Maritim Indonesia di Aula Hotel Adeva Bengkulu, Rabu 15 April 2026, berbagai pihak berkumpul untuk mencari jalan keluar. Hadir dalam forum tersebut perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, akademisi, Ombudsman, aktivis, mahasiswa, hingga masyarakat nelayan.

Koordinator Nasional Ekomarin, Marthin Hadiwinata, menegaskan bahwa konflik ini tidak sekadar persoalan alat tangkap, tetapi menyangkut keadilan dan keberlanjutan sumber daya laut.

“Konflik antara nelayan kecil dengan pengguna trawl ini sudah terlalu lama dibiarkan tanpa penyelesaian tuntas,” ujar Marthin.

Baca Juga :  Relawan Dapur MBG Diminta Jadi Peserta BPJS, Tapi Harus Bayar Sendiri. Program Dinilai Setengah Hati

Ia menilai, lemahnya pengawasan di laut serta tidak konsistennya penegakan aturan menjadi penyebab utama konflik terus terjadi. Kondisi ini membuat nelayan tradisional merasa dirugikan karena wilayah tangkap mereka kerap dimasuki kapal dengan alat tangkap yang dianggap merusak.

Menurut Marthin, jika tidak segera ditangani secara serius, konflik ini tidak hanya merugikan nelayan kecil, tetapi juga dapat mengancam kelestarian sumber daya laut.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah agar segera memperkuat kolaborasi lintas sektor. Pendekatan ini dinilai penting agar semua pihak terlibat dalam menjaga ketertiban di laut.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Semua pihak harus terlibat, termasuk nelayan itu sendiri,” katanya.

Kolaborasi ini, lanjutnya, tidak hanya melibatkan pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi juga masyarakat nelayan sebagai pihak yang paling memahami kondisi di lapangan.

Baca Juga :  Kejuaraan Menembak Danyonif 144/JY Jadi Ajang Cari Atlet Potensial Bengkulu Menuju PON 2028

Dengan keterlibatan aktif nelayan, pengawasan terhadap praktik penangkapan ikan ilegal diharapkan bisa lebih efektif. Selain itu, komunikasi antar kelompok nelayan juga bisa diperbaiki untuk mencegah kesalahpahaman.

Marthin menekankan bahwa selama ini kebijakan yang diambil sering bersifat top down atau dari atas ke bawah, tanpa melibatkan nelayan secara langsung. Hal ini justru memicu kebingungan dan konflik di lapangan.

“Jangan lagi ada kebijakan yang dibuat tanpa melibatkan nelayan. Semua harus dibicarakan bersama agar tidak menimbulkan masalah baru,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan pemerintah dalam mengawasi wilayah laut yang luas menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, kolaborasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Dengan pendekatan bersama, diharapkan konflik yang selama ini terjadi dapat ditekan, bahkan diakhiri secara bertahap.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp7,93 Miliar di Dinas PUPR, Jadi Catatan di Balik Raihan WTP 
Bengkulu Pertahankan WTP ke-9 Berturut-turut, Helmi Hasan Pastikan Seluruh Temuan BPK Dituntaskan
Aksi Demo Nasional Ramai, Bengkulu Masih Sepi, Penggiat HAM Soroti Peran Mahasiswa
CV Mandiri Sejahtera Akan Hadirkan Hasil Perhitungan Bersama Latifa di Sidang Perdata
Polda Bengkulu Bongkar Praktik Jual Beli Batu Bara Ilegal, 3 Tersangka Terancam Denda Rp100 Miliar
Laporan Dugaan Izin PT RAA Berproses, Kejati Bengkulu Koordinasi dengan Kejagung dan Satgas PKH
Ustadz Kondang KH ES Mubarok Hadir di HUT Bengkulu Tengah, Masyarakat Diajak Ramaikan Istighotsah Akbar
Festival Tabut 2026 Resmi Dibuka, Helmi Hasan Ajak Jadikan Budaya Motor Penggerak Ekonomi Bengkulu
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:54 WIB

BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp7,93 Miliar di Dinas PUPR, Jadi Catatan di Balik Raihan WTP 

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:17 WIB

Bengkulu Pertahankan WTP ke-9 Berturut-turut, Helmi Hasan Pastikan Seluruh Temuan BPK Dituntaskan

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:26 WIB

Aksi Demo Nasional Ramai, Bengkulu Masih Sepi, Penggiat HAM Soroti Peran Mahasiswa

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:53 WIB

CV Mandiri Sejahtera Akan Hadirkan Hasil Perhitungan Bersama Latifa di Sidang Perdata

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:38 WIB

Polda Bengkulu Bongkar Praktik Jual Beli Batu Bara Ilegal, 3 Tersangka Terancam Denda Rp100 Miliar

Berita Terbaru