BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Kota Bengkulu mulai kembali melanjutkan penataan kawasan wisata Pantai Pasir Putih setelah sempat ditunda selama momen Lebaran. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam memperbaiki wajah pariwisata daerah agar lebih tertib, nyaman, dan menarik bagi pengunjung.
Penataan ini melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), hingga Satpol PP. Fokus utama kegiatan ini adalah menertibkan bangunan pondok dan lapak yang dinilai tidak sesuai dengan konsep pengembangan kawasan wisata.
Asisten II Pemerintah Kota Bengkulu, Sehmi, mengatakan bahwa penataan ini merupakan kelanjutan dari rencana yang sebelumnya sudah disusun. Namun, pelaksanaannya sempat ditunda karena adanya permintaan dari para pedagang agar tetap bisa berjualan selama periode Lebaran.
“Setelah Lebaran, kita lanjutkan kembali penataan ini secara bertahap. Tujuannya agar kawasan Pantai Pasir Putih menjadi lebih rapi, tertib, dan enak dipandang,” ujar Sehmi, Rabu 22 April 2026.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya fokus pada pembongkaran, tetapi juga memiliki konsep jangka panjang dalam menata kawasan tersebut. Ke depan, Pantai Pasir Putih akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti awning (kanopi) serta pembagian zona yang lebih teratur antara area pedagang dan ruang publik.
Sehmi menegaskan bahwa proses penataan dilakukan dengan pendekatan persuasif. Hal ini terlihat dari banyaknya pedagang yang secara sukarela membongkar bangunan mereka sendiri. Sementara itu, bagi yang belum melaksanakan pembongkaran, tim gabungan membantu proses tersebut di lapangan.
“Ini bukan sekadar penertiban biasa. Ini bagian dari rencana besar penataan wisata. Kita ingin kawasan ini lebih indah dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan,” jelasnya.
Selain itu, penataan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor perbankan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Beberapa bank yang terlibat antara lain Bank Bengkulu, BSI, dan BRI, serta dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dukungan ini dinilai penting untuk mempercepat proses pengembangan kawasan wisata tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, menambahkan bahwa penataan ini dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga keindahan kawasan wisata.
“Penataan ini adalah kerja bersama. Kita tidak bisa sendiri. Harus ada dukungan dari masyarakat agar hasilnya maksimal,” ujarnya.
Nina juga menyebut bahwa sosialisasi kepada para pemilik pondok sudah dilakukan jauh hari sebelumnya melalui surat resmi. Bahkan, sebagian pedagang telah menyatakan kesediaan untuk membongkar bangunan mereka setelah Lebaran.
Namun, karena belum seluruhnya terealisasi, pemerintah turun langsung untuk membantu proses pembongkaran agar penataan bisa berjalan sesuai rencana.
Ke depan, Pantai Pasir Putih diharapkan tidak hanya menjadi tempat wisata biasa, tetapi menjadi ikon pariwisata Kota Bengkulu yang tertata rapi, bersih, dan nyaman.
“Dengan penataan yang berkelanjutan, pemerintah optimistis kawasan ini mampu menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar” tutupnya.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









