Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu Dalam Tantangan, Peluang dan Keunggulan Di Era Helmi Hasan

- Jurnalis

Rabu, 5 November 2025 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerbang Tol Bengkulu (foto: dok istimewa)

Gerbang Tol Bengkulu (foto: dok istimewa)

Oleh : Riswan
OPINI EKONOMI

BENGKULU hari ini ibarat kapal besar yang baru menemukan angin segar. Gubernur Helmi Hasan mendorong target pertumbuhan ekonomi 8%, angka yang cukup berani untuk provinsi berpenduduk sekitar 2 juta jiwa. Namun ambisi besar selalu datang dengan tiga hal: tantangan, peluang, dan keunggulan.

Keunggulan pertama Bengkulu adalah stabilitas tenaga kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hanya 3,24%, terendah se-Sumatera, sebuah sinyal bahwa mesin ekonomi mulai menyala. Kedua, Bengkulu punya komoditas kuat: kopi robusta dan hasil laut. Selama puluhan tahun ini dijual mentah, tetapi sekarang pemerintah mulai mengarahkan pengolahan di dalam daerah. Ketiga, posisi geografis di tepi Samudera Hindia adalah bonus tersendiri. Dengan Pelabuhan Pulau Baai dan rencana tol Bengkulu–Lubuklinggau, Bengkulu punya fondasi menjadi pintu ekspor barat Sumatera.

Baca Juga :  Boleh Menanam Ganja, Mengedar dan Narapidana Langsung Hirup Udara Segar

Peluang terbesar datang dari rencana kawasan industri seluas ±100 hektare di area pelabuhan. Jika berjalan, Bengkulu tidak hanya menjual biji kopi, tapi juga produk olahan bernilai tinggi. Forum investasi BRIEF 2025 membuka pintu besar, memamerkan potensi daerah, dari ekspor kopi premium hingga produk perikanan beku. Investor suka dua hal: kepastian dan biaya logistik murah. Bengkulu sedang mengarahkan keduanya.

Baca Juga :  Kristen, Islam dan Yahudi, Memilih Zohran Mamdani

Namun jalan menuju “Provinsi Industri” tidak mulus. APBD Bengkulu masih terbatas sehingga proyek besar bergantung pada investor dan pusat. Infrastruktur sekunder, jalan penghubung desa, kota, masih ada yang rusak dalam proses Mulusisasi.

Bengkulu punya modal, peluang dan arah. Tantangannya jelas, tapi keunggulannya juga nyata. Dari kebijakan yang diambil Helmi Hasan punya keyakinan bisa menjaga ritme investasi, hilirisasi, dan infrastruktur, bukan mustahil Bengkulu berubah menjadi pusat nilai tambah ekonomi barat Sumatera.

Berita Terkait

Penyebutan Nama Dalam Putusan Bukan Vonis Bersalah: “Menjaga Akal Sehat Hukum Dalam Perkara Phl Perumda Tirta Hidayah”
Keselamatan Kereta Api Harus Dibangun dari Sistem, Bukan Sekadar Wacana
Gelap Perang
Dosen UINFAS Bengkulu Raih Doktor Cum Laude, Kembangkan Asesmen IPA Berbasis Taksonomi SOLO
Pilkada Dipilih Melalui DPRD Tidak Inskonstitusional
Refleksi Akhir Tahun 2025: #EreksiKebangsaan DI TENGAH BADAI STRUKTURAL
Bagaimana Pengelolaan Transportasi Umum yang Terjangkau Namun Berkualitas
Gubernur Helmi Hasan Seperti Ultraman Bertopi Kopyah
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:02 WIB

Penyebutan Nama Dalam Putusan Bukan Vonis Bersalah: “Menjaga Akal Sehat Hukum Dalam Perkara Phl Perumda Tirta Hidayah”

Rabu, 29 April 2026 - 22:51 WIB

Keselamatan Kereta Api Harus Dibangun dari Sistem, Bukan Sekadar Wacana

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:40 WIB

Gelap Perang

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:52 WIB

Dosen UINFAS Bengkulu Raih Doktor Cum Laude, Kembangkan Asesmen IPA Berbasis Taksonomi SOLO

Jumat, 9 Januari 2026 - 11:11 WIB

Pilkada Dipilih Melalui DPRD Tidak Inskonstitusional

Berita Terbaru